Viral Kebaktian di Depan Masjid, Warga Cerita Hidup Dalam Toleransi

Metrobatam, Jakarta – Momen kebaktian tutup peti di depan Masjid Darussalam, Cempaka Baru, Jakarta Pusat viral di media sosial. Namun bagi warga setempat, hal itu merupakan sesuatu yang wajar karena mereka terbiasa hidup dalam toleransi.

“Yang seperti itu sudah umum. Maksudnya sudah nggak ada masalah. Dari jaman saya kecil pun seperti itu lho. Jadi kejadian kayak kemarin itu sudah biasa, sudah nggak langka. Cuma karena dulu nggak ada medsos beginikan jadinya kesannya biasa-biasa saja,” kata warga Cempaka Baru, Agus saat ditemui di Masjid Darussalam, Jakarta Pusat, Minggu (1/9/2019).

Read More

Kebaktian tutup peti yang berlangsung di depan Masjid Darussalam itu terjadi pada Senin (26/8) lalu. Rumah keluarga warga yang meninggal ada di gang sempit. Peti jenazah tidak bisa melewati pintu rumah warga tersebut.

Oleh sebab itu, pihak keluarga meminta izin untuk mengadakan kebaktian di jalan depan Masjid. Pihak masjid mengizinkan dan tidak mempermasalahkan. Pengajian di masjid pun sempat ditunda sejenak.

Viral Kebaktian di Depan Masjid, Warga Ceritakan Toleransi di Cempaka BaruFoto: Jalan depan Masjid Darussalam yang digunakan untuk kebaktian (Jefrie/detikcom)

Agus, yang juga merupakan pengurus masjid, mengatakan warga setempat sudah biasa saling toleransi antaragama. Penutupan jalan untuk kebaktian tutup peti itu pun tidak dipersoalkan.

“Dari hari minggu permulaan jenazah datang, kita sudah tutup jalan. Soalnya kebiasaan orang sini gitu. Kejadian begitu untuk orang sini mah sudah nggak aneh. Kayak adat saja. Walapun berbeda agama, oh ini orang Batak, ini Jawa, nggak ada masalah. Selagi kita bisa bantuin ya kita bantuin,” ungkap Agus.

Selama 30 tahun tinggal di Cempaka Baru, Agus melihat warga yang berbeda suku maupun agama tinggal rukun berdampingan. Dia mencontohkan momen saat ulang tahun kampung yang jatuh bersamaan dengan malam Tahun Baru Islam.

“Karena itu momen ulang tahun Cempaka Baru dan semua warga Cempaka Baru ada, campur, semua. Per RW, per RT, semua ngeriung bareng. Mau dia keturunan China, mau suku apa, kita kumpul. Nggak masalah,” katanya.

Warga juga saling pengertian ketika menjalankan ibadah masing-masing. Termasuk dalam penggunaan sound system.

“Kalau masjid punya acara nih macam maulid, segala macam, mereka pun nggak ada masalah. Kalau pun mereka ada acara kebaktian segala macam, mereka setting waktunya supaya nggak bentrok pas azan salat. Kita selalu berupaya seperti itu,” ucap Agus.

Momen kebaktian di depan masjid yang viral ini sendiri mendapat perhatian dari Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin. Menurutnya, hal ini menunjukkan kesejukan.

“Ini sungguh menyejukkan. Ini sesungguhnya pengamalan ajaran Islam yang menebarkan damai. Masjid ini bernama Darussalam (Kampung Damai), subhanallah,” ucap Lukman seperti dikutip dari situs Kemenag, Minggu (1/9/2019). (mb/detik)

Loading...

Related posts