Dua Kodam di Papua Dipimpin Putra Daerah Pascakerusuhan

Metrobatam, Jakarta – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto meralat rotasi dan mutasi perwira tinggi TNI yang tertuang dalam Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/872/VIII/2019 tanggal 14 Agustus 2019.

Dalam surat keputusan terbaru, panglima membatalkan pengangkatan Mayor Jenderal TNI Joppye Onesimu Wayangkau sebagai Penglima Daerah Militer (Pangdam) XVII/Cenderawasih. Pembaruan surat membuat posisinya digantikan Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab. Herman sebelumnya adalah Pangdam XII/Tanjungpura.

Read More

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayor Jenderal Sisriadi mengatakan, perubahan rotasi dan mutasi ini dilakukan dalam rangka penyelesaian masalah Papua pascarusuh di sejumlah wilayah beberapa waktu lalu.

“Rotasi dan mutasi ini untuk meningkatkan efektivitas pendekatan kultural dalam rangka menyelesaikan masalah Papua secara menyeluruh,” ujar Sisriadi melalui pesan singkat, Selasa (3/9).

Dalam surat tak disebutkan jabatan baru Joppye usai batal diangkat sebagai Pangdam XVII/Cenderawasih. Artinya Joppye Onesimus Wayangkau yang putra asli Papua tetap menjabat sebagai Pangdam XVIII/Kasuari di Papua Barat.

Selain pergantian tersebut, panglima juga mengubah jabatan Mayor Jenderal TNI Santos Gunawan Matondang yang semula Wakil Komandan Sekolah Staf Komando (Wadan Sesko) TNI menjadi Asisten Pengamanan KSAD.

Sementara Asisten Pengamanan KSAD yang lama, Mayor Jenderal TNI Muhammad Nur Rahmad diangkat menjadi Pangdam XII/Tanjungpura menggantikan Herman

“Dengan ralat surat keputusan itu, maka dua orang perwira tinggi TNI (Joppye dan Asaribab) terbaik yang berasal dari Papua,” katanya.

Keputusan ini ditetapkan pada 30 Agustus 2019 dan ditandatangani Kepala Sekretaris Umum (Kasetum) TNI Brigadir Jenderal Kukuh Surya dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Joppye dan Asaribab diketahui merupakan dua perwira tinggi kelahiran Papua. Joppye luluasan Akademi Militer 1986 dari kecabangan infanteri, sementara Asaribab merupakan lulusan tahun 1988 yang juga berpengalaman di bidang infanteri. (mb/cnn indonesia)

Loading...

Related posts