Moeldoko: Benny Wenda Orang Naif

Metrobatam, Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut Ketua Gerakan Persatuan Pembebasan Papua Barat (ULWMP) Benny Wenda sebagai orang naif karena menuding Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto memicu konflik horizontal di Papua-Papua Barat.

“Itu orang yang naif, ngarang aja,” kata Moeldoko di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/9).

Read More

Meskipun demikian, Moeldoko menyebut pemerintah belum memutuskan langkah lebih lanjut untuk memulangkan Benny yang sudah menetap di Oxford, Inggris, sejak beberapa tahun lalu.

Ia menyebut pemerintah baru akan membahas pendekatan politik yang bisa diterapkan kepada Benny.

“Rapat nanti mungkin akan dibicarakan,” ujarnya.

Wiranto juga sudah angkat bicara atas tudingan Benny. Mantan Panglima ABRI itu menyatakan bahwa aktivis kemerdekaan Papua itu sebagai orang yang ‘ngaco’ sejak dahulu.

“Sejak dahulu dia memang ngaco,” ujar Wiranto di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Selasa (3/9).

Wiranto menyebut pernyataan Benny terkait dengan kondisi di Papua-Papua Barat adalah kebohongan. Ia menyatakan Indonesia tidak pernah mengebiri hak-hak, membunuh, menganaktirikan, hingga melanggar HAM di Papua-Papua Barat.

“Itu semua tidak benar. Jangan kita terkecoh dengan hal semacam itu,” katanya.

Sebelumnya, Benny menuding Wiranto berupaya memicu konflik horizontal dengan warga Papua. Benny merespons tuduhan Wiranto yang menyebut dirinya sebagai dalang di balik kerusuhan di Papua.

“Wiranto gunakan saya. Wiranto adalah penjahat perang yang dicari oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) karena kejahatan perang. Adalah Wiranto yang membentuk ‘Pasukan Penjaga Merah & Putih’ dan mencoba memicu konflik horizontal antara warga Papua dan warga Indonesia,” kata Benny melalui surat elektronik kepada CNNIndonesia.com pada Selasa (3/9). (mb/cnn indonesia)

Loading...

Related posts