Menhan Tegaskan Pantang Tarik TNI dari Papua

Metrobatam, Jakarta – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menegaskan tak akan menarik pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari tanah Papua dan Papua Barat usai terjadi kerusuhan di wilayah tersebut.

Ia justru mempertanyakan motif dari pihak-pihak yang mendesak pemerintah untuk segera menarik pasukan TNI dari Papua.

Read More

“Karena banyak sekali orang yang menyuruh-nyuruh tentara pulang, ini ada apa maksudnya?” kata Ryamizard saat menggelar rapat dengar pendapat dengan Komisi I terkait perkembangan keamanan di Papua di Kompleks MPR/DPR, Jakarta, Kamis (5/9).

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) itu turut menjadikan pernyataan Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri sebagai dasar keputusan tak menarik pasukan TNI dari Papua.

Megawati saat menjabat presiden disebutnya sempat menyatakan bahwa Papua pasti akan merdeka bila TNI ditarik dari Bumi Cenderawasih.

“Masih segar ingatan saya, pernyataan dari Bu Mega pada tahun 2004, dia berkunjung ke Papua. ‘1000 kali pejabat Gubernur Papua diganti, Papua tetap di sana, 1000 pejabat Bupati Papua diganti, Papua tetap di sana, tapi 1 kali TNI ditarik dari tanah Papua, besok Papua merdeka’,” kata dia mengutip pernyataan Mega.

Ia mengatakan sudah menjadi tugas TNI untuk turun tangan bila menyangkut keamanan dan kedaulatan NKRI.

Mengacu pada hal tersebut, Ryamizard menekankan dukungan segenap komponen bangsa terhadap TNI sebagai penjaga kedaulatan NKRI di Papua.

Permintaan agar pemerintah menarik TNI dari Papua, salah satunya terlontar dari tokoh Palua Samuel Tabuni. Menurutnya penarikan TNI dari Papua bisa membantu meredakan situasi yang memanas di wilayah tersebut.

Samuel mengatakan hal itu dalam konferensi pers bersama Wiranto dan tokoh Papua lain di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Jakarta, Jumat (30/8).

“Terakhir tadi saya minta sama Bapak (Wiranto) bahwa pasukan itu ditarik,” tutur Samuel. (mb/detik)

Loading...

Related posts