Cerita Ngeri Bocah Bogor Dibunuh Setelah Disodomi

Metrobatam, Bogor – Seorang bocah laki-laki berusia 11 tahun ditemukan tewas di sebuah kebun di Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Korban dibunuh setelah disodomi oleh pelaku, pria berinisial J (35).

Dirangkum detikcom, pembunuhan terjadi pada Sabtu 3 Agustus 2019 silam. Sebelum ditemukan tewas pada Minggu 4 Agustus 2019 pagi, korban pamit ke orang tua untuk mengikuti acara istigosah tidak jauh dari rumahnya.

Read More

Mayat korban pertama kali ditemukan oleh saksi yang juga masih kerabat keluarga korban. Penemuan mayat bocah Kelas V SD ini lalu dilaporkan ke polisi.

Polisi yang mendatangi lokasi melihat ada ketidak wajaran dalam kematian korban. Namun saat itu korban sudah terlanjur dimakamkan oleh keluarganya karena menolak autopsi.

“Saat korban ditemukan itu ada kejanggalan, yaitu di tangannya ada bekas luka seperti bekas gigitan, juga di leher ada bekas jeratan,” ujar AKBP Dicky di kantornya, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (9/9/2019).

Namun autopsi akhirnya dilakukan, setelah akhirnya polisi mendapat izin dari keluarga. Autospi dilakukan di makam korban.

“Sebelumnya sudah dikuburkan, tetapi kita membongkar lagi kuburan korban untuk melakukan autopsi dan visum. Ditemukan memang adanya kejanggalan terhadap penyebab kematian korban,” lanjut Dicky.

Setelah dilakukan autopsi, polisi memastikan bahwa korban tewas akibat dibunuh. Polisi lalu menyelidiki pembunuhan tersebut hingga akhirnya berhasil menangkap pelaku.

“Kita melakukan penyelidikan, kasus ini terungkap tanggal 3 (September) kemarin, pelaku berhasil ditangkap di Garut, Jawa Barat,” ujar Dikcy.

Dari hasil penyelidikan terungkap, pelaku juga ternyata melakukan kekerasan seksual sebelum membunuh korban. Kekerasan seksual itu sudah dilakukan untuk ketiga kalinya.

“Motif dari pelaku adalah kekerasan seksual. Di mana pelaku memiliki orientasi seksual, korban dilakukan hubungan sodomi sebanyak 3 kali. Ini yang ketiga kali,” tutur Dicky.

Kapolsek Babakan Madang AKP Silvia Rosa mengatakan, pelaku membunuh korban karena takut akan dilaporkan ke orang tuanya. Pelaku juga emosi lantaran korban mengganti password ponsel pelaku. Sebelumnya ponsel itu digunakan untuk menyetel video porno yang dipertontonkan pelaku ke korban.

“Jadi pelaku memperlihatkan video porno sambil melakukan kekerasan seksual,” kata AKP Silvia.

Silvia mengatakan, korban dan pelaku sudah saling mengenal sebelumnya. Korban sudah ketiga kalinya disodomi oleh pelaku dengan iming-iming sejumlah uang.

“Ini yang ketiga kalinya dengan di iming-imingi uang. Pada saat ketiga, dia (pelaku) nggak ngasih uang,” kata Silvi.

Karena tidak diberi uang, korban kemudian marah. Dia mengancam akan melaporkan perbuatan pelaku ke orang tua.

“Pada kejadian ketiga (dijanjikan) Rp 20 ribu. Tapi ternyata setelah disodomi, tersangka nggak punya uang,” ucap Silvi.

Pelaku pun kemudian kesal. Pelaku juga kesal kepada korban karena sempat mengganti password ponselnya.

“Tapi ternyata korban mengganti password handphone pelaku,” lanjutnya.

“Marahlah pelaku. Kata korban, kalau nggak dikasih uang, dia mau ngadu ke orangtuanya,” sambung Silvi.

Korban saat itu berniat lari. Namun pelaku kemudian menjeratnya dengan kain sarung yang dibawa korban.

“Akhirnya (korban) mau lari, dijerat lah korban dengan kain sarung. Kemudian karena korban memberontak, digigit tangannya,” jelasnya.

Pelaku saat ini ditahan di Polres Bogor. Pelaku dijerat dengan Pasal 30 ayat 3 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 Perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338 KUHP. (mb/detik)

Loading...

Related posts