Jaksa Ungkap Duit Ratusan Juta Habil Marati ke Kivlan Zen cs

Metrobatam, Jakarta – Jaksa mengungkap aliran duit dari Habil Marati terkait dengan pembelian senjata api (senpi) ilegal yang dikomandoi Kivlan Zen. Jaksa menyebut Habil Marati menyerahkan duit total SGD 15 ribu dan Rp 60 juta kepada Kivlan Zen cs.

Dalam surat dakwaan, dipaparkan Habil Marati bertemu dengan orang suruhan Kivlan Zen di Saigon Cafe Pondok Indah Mall pada 10 Maret 2019. Habil Marati bertemu dengan Helmi Kurniawan alias Iwan, Tajudin alias Udin, Azwarni alias Army yang disebut jaksa terlibat dalam pembelian senjata api.

Read More

“Pada pertemuan tersebut, saksi Habil Marati mengatakan bahwa ia akan membantu uang operasional sebesar Rp 50 juta kepada saksi Helmi Kurniawan alias Iwan. Namun pada saat itu saksi Habil Marati baru membawa uang sebesar Rp 10 juta dan langsung diberikan kepada kepada saksi Helmi Kurniawan alias Iwan,” kata jaksa membacakan surat dakwaan Kivlan Zen di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Bungur Besar, Selasa (10/9/2019).

Setelah uang Rp 10 juta tersebut, Habil Marati menurut jaksa menyerahkan duit Rp 50 juta di lokasi yang sama pada 15 Maret 2019. Habil Marati bertemu Helmi Kurniawan alias Iwan, Tajudin alias Udin dan Rosida.

“Saksi Habil Marati memberi saksi Helmi Kurniawan alias Iwan uang sebesar Rp 50 juta,” kata jaksa.

Duit ini kemudian diberikan Helmi alias Iwan kepada Tajudin alias Udin Rp 20 juta. Sedangkan sisanya, Rp 30 juta, dipergunakan oleh saksi Helmi Kurniawan alias Iwan sebagai uang operasional.

Terkait kasus ini, jaksa mendakwa Kivlan Zen atas kepemilikan senjata api (senpi) ilegal dan peluru tajam. Perbuatan Kivlan Zen, menurut jaksa, dilakukan bersama-sama dengan Helmi Kurniawan (Iwan), Tajudin (Udin), Azwarmi, Irfansyah (Irfan), Adnil, Habil Marati, dan Asmaizulfi alias Vivi.

“Terdakwa Kivlan Zen sebagai orang yang melakukan atau turut melakukan perbuatan tindak pidana, yaitu tanpa hak menerima, menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan sesuatu senjata api, amunisi, atau sesuatu bahan peledak, yakni berupa 4 pucuk senjata api dan 117 peluru tajam,” kata jaksa.

Kivlan Zen didakwa dengan Pasal 1 ayat (1) UU Nomor 12/drt/1951 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 1 ayat (1) UU Nomor 12/drt/1951 jo pasal 56 ayat (1) KUHP.

Ini untuk Bangsa

Habil Marati ikut didakwa bersama-sama Kivlan Zen dalam kasus kepemilikan senjata api (senpi) ilegal dan peluru tajam. Jaksa mengungkap duit ratusan juta Habil Marati digunakan untuk pembelian senjata dan biaya operasional.

Jaksa dalam surat dakwaan mengungkapkan tiga kali pemberian uang dari Habil Marati ke Kivlan Zen cs. Duit pemberian pertama dari Habil Marati diserahkan Kivlan Zen ke Iwan Kurniawan yang diperintahkan mencari senjata api.

Penyerahan duit SGD 15 ribu dari Habil Mariti dilakukan Kivlan di Rumah Makan Padang Sederhana Kelapa Gading pada 9 Februari 2019.

“Selanjutnya, terdakwa (Kivlan Zen) menyerahkan uang sejumlah SGD 15 ribu yang berasal dari pemberian saksi Habil Marati kepada saksi Helmi Kurniawan alias Iwan dan meminta saksi Helmi Kurniawan alias Iwan untuk menukarkan uang tersebut di money changer dalam bentuk rupiah,” kata jaksa membacakan surat dakwaan Kivlan Zen di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Bungur Besar, Selasa (10/9/2019).

Helmi Kurniawan alias Iwan menukarkan uang SGD 15 ribu di Money Changer Dollar Time Premium Forexindo dengan nilai sebesar Rp 151.500.000, lalu diserahkan kepada Kivlan Zen. Duit ini, menurut jaksa, digunakan untuk membeli senjata dan biaya operasional.

Pemberian duit kedua dilakukan Habil Marati bertemu dengan orang suruhan Kivlan Zen, Helmi Kurniawan, di Saigon Cafe Pondok Indah Mall pada 10 Maret 2019. Habil Marati menyerahkan uang Rp 10 juta.

Pemberian uang ketiga dilakukan Habil Marati di lokasi yang sama pada 15 Maret 2019. Habil Marati, menurut jaksa, menyerahkan uang Rp 50 juta.

“Saksi Habil Marati memberi saksi Helmi Kurniawan alias Iwan uang sebesar Rp 50 juta dan mengatakan bahwa uang tersebut dibutuhkan saksi Helmi Kurniawan untuk kepentingan bangsa dan negara, dan berpesan agar saksi Helmi Kurniawan alias Iwan agar tetap semangat,” ujar jaksa.

Kivlan Zen didakwa bersama-sama sejumlah orang, termasuk Habil Marati, memiliki senpi ilegal dan peluru tajam. Keempat senpi ilegal dibeli dari sejumlah orang, yakni:

  1. 1 pucuk senpi jenis Revolver merek Taurus kaliber 38 mm
  2. 1 pucuk senpi laras pendek jenis mayer warna hitam kaliber 22 mm
  3. 1 pucuk senpi laras pendek jenis revolver kaliber 22 mm beserta 4 butir peluru
  4. 1 pucuk senjata api laras panjang rakitan kaliber 22 mm. (mb/detik)
Loading...

Related posts