ITB Harap Dapat Melanjutkan Cita-cita Habibie demi Indonesia

Metrobatam, Bandung – Presiden ketiga Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie) meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (11/9). Habibie meninggal pada usia 83 tahun.

Ucapan bela sungkawa pun mengalir kepada sosok yang semasa hidupnya dikenal sebagai pakar penerbangan dunia ini. Salah satunya datang dari kampus Institut Teknologi Bandung (ITB), yang menjadi salah satu kampus tempat Habibie menuntut ilmu.

Read More

“Semoga semangat yang diwariskan almarhum mengilhami kita semua untuk terus memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kesejahteraan bangsa Indonesia. Amin YRA,” ujar Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Alumni, dan Komunikasi ITB, Miming Miharja dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com.

Miming mengatakan bangsa Indonesia sangat kehilangan atas kepergian BJ Habibie.

Bagi kampus yang beralamat di Jalan Ganesha, Kota Bandung itu, BJ Habibie bukanlah sosok asing. Sebelum melanjutkan pendidikan di Jerman, Habibie yang kelahiran Parepare itu sempat mengambil kuliah Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik ITB, pada tahun 1954. Namun, hanya beberapa bulan di ITB, ia memutuskan untuk meneruskan pendidikan ke Jerman.

Saat remaja, Habibie juga pernah melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Kristen Dago Bandung.

“Rektor dan segenap civitas akademika ITB menyampaikan ucapan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Bapak BJ Habibie. Semoga almarhum mendapat tempat mulia di sisi-Nya,” kata Miming.

RK Kehilangan Inspirator

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) mengenang Habibie sebagai salah satu panutan kecerdasan di Indonesia. Habibie, sambungnya, adalah guru bangsa sekaligus inspirator untuk mau belajar dan mengembangkan teknologi.

“Kita sangat kehilangan, beliau sangat inspirator. Kalau ibu-ibu nanya ke anaknya pasti dibilangnya harus pintar kayak Pak Habibie. Saya juga mengalami momen-momen itu. Citra orang cerdas dan pintar adalah Pak Habibie,” ujar pria yang karib disapa Emil itu, Bandung, Rabu (11/9) malam.

“Dan beliau juga guru bangsa kita, saya sangat kehilangan, semua sangat kehilangan,” sambungnya.

Mantan Wali Kota Bandung yang juga alumnus ITB itu pun melayangkan duka cita atas nama pribadi dan mewakili masyarakat Jabar atas mangkatnya Habibie.

“Mudah-mudahan almarhum diterima iman Islamnya, ditempatkan di sisi terbaik, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kita belajar mudah-mudahan bisa meneruskan cita-cita beliau membangun Indonesia,” ucapnya.

BJ Habibie meninggal dunia Pukul 18.05 WIB, Rabu (11/9) saat tengah dalam perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta. Almarhum meninggal dunia di usia 83 tahun, dan rencananya dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, siang ini.

Orang yang Berani Ambil Risiko

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie datang melayat ke rumah duka Presiden RI ke-3 BJ Habibie. Grace menyampaikan rasa kehilangan atas meninggalnya BJ Habibie.

Grace mengatakan Habibie sebagai sosok terbuka dan berani menghadapi tantangan. Baginya, BJ Habibie panutan orang di segala zaman.

“Pak Habibie itu buat kami orang segala zaman, orang yang terbuka, progresif, dan ketika saat belum banyak orang seperti beliau, orang yang berani mengambil risiko, orang yang tidak takut menghadapi tantangan,” ujar Grace di rumah duka BJ Habibie, di Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (12/9/2019).

Selain itu, Grace menyebut sosok BJ Habibie sebagai orang yang selalu menebar energi positif. Menurutnya, BJ Habibie selalu memiliki semangat menatap masa depan.

“Beberapa kali kan kalau wawancara atau momen apa pun beliau selalu menunjukkan semangat positif, memiliki harapan ke depan, dan kita sangat kehilangan seseorang yang seperti beliau,” ungkapnya.

BJ Habibie mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu (11/9) pukul 18.05 WIB di RSPAD Gatot Soebroto. Habibie dirawat di sejak Minggu (8/9).

BJ Habibie akan dimakamkan besok di TMP Kalibata, tepat di samping makam sang istri, Ainun Habibie. Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memimpin upacara pemakaman siang ini.

Atas meninggalnya Habibie, pemerintah mengimbau masyarakat dan lembaga kenegaraan mengibarkan bendera setengah tiang selama 3 hari sebagai penanda hari berkabung nasional. (mb/cnn indonesia/detik)

Loading...

Related posts