Bawa Kabur Siswinya, Oknum Guru Cabul Dibekuk Polsek Sagulung Batam

Rinaldo Andreas Andersen Hutapea, oknum guru di salah satu sekolah swasta Kota Batam ini diduga telah mencabuli lebih dari satu orang pelajar perempuan. (Foto : Polrestabarelangkepri)
Booking.com

Metrobatam.com, Batam – Rinaldo Andreas Andersen Hutapea, oknum guru di salah satu sekolah swasta di Kota Batam ini tidak mencerminkan sifat seorang pengajar yang baik. Bukannya mendidik murid-muridnya, Rinaldo malah mencabuli siswinya.

Perilaku bejad pria 30 tahun itu terkuak dari laporan anak hilang dari orang tua korban. Orang tua korban malaporkan ke Polsek Sagulung jika anaknya, CC (14) tidak pulang ke rumah sejak Jumat (22/11/2019) pagi. Berita anak hilang ini juga sempat viral dimedia sosial. “Pagi itu (Jumat, 22/11/2019), korban pamit pada orang tuanya untuk berangkat ke sekolah,” kata Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Iptu Rifi Hamdani Sitohang, S.Sos, Senin (25/11/2019).

Muat Lebih

Korban berangkat dari rumah mengenakan seragam sekolah. Beberapa teman korban juga sempat melihat korban di halaman sekolah sebelum jam pelajaran dimulai. “Setelah sampai di sekolah, korban pergi lagi,” cerita Rifi.

Karena tidak mengikuti pelajaran sekolah, wali kelas korban melaporkannya pada orang tua korban. orang tua korban sempat panik. Orang tua korban menunggu anaknya pulang hingga malam. Namun korban tidak kunjung pulang. “Karena anaknya tidak pulang-pulang, malam itu juga orang tua korban membuat laporan ke Polsek Sagulung,” katanya lagi.

Dibawah pimpinan Kapolsek Sagulung, AKP Riyanto, opsnal Polsek Sagulung melakukan penyelidikan. Keberadaan korban dicari. “Kita dapat informasi di lapangan jika korban pergi dengan tersangka. Mereka sudah berada di Dumai,” ungkapnya.

Polisi bertidak cepat. Kanit Polsek Sagulung, Iptu Rifi Hamdani Sitohang, S.Sos memimpin pengejaran tersebut. Polisi berhasil menemukan keberadaan korban dan tersangka di Dumai Provinsi Riau. Korban dibawa kembali ke Batam. “Kita juga mengamankan tersangka dan membawanya ke Polsek Sagulung untuk pemeriksaan lebih lanjut,” sebut Rifi.

Kepada polisi, tersangka mengaku jika menjalin hubungan asmara dengan korban yang merupakan muridnya sendiri. Bahkan mereka juga melakukan hubungan layaknya suami isteri.

Kini tersangka harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dengan meringkuk di balik jeruji besi. Tersangka dijerat Pasal 81 dan 82 Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Oknum guru itu terancam pidana 15 tahun penjara.

(Mb/Polrestabarelangkepri)

Loading...

Pos terkait

Booking.com