Nyabu Bareng 2 Wanita di Hotel, Anggota Polisi di Bondowoso Dibekuk

Booking.com

Metrobatam, Bondowoso – Seorang anggota polisi digerebek di sebuah kamar hotel di Bondowoso. Dari tangannya diamankan sabu seberat 5,6 gram.

Polisi berinisial KWO (35) tersebut kemudian diketahui berdinas di Polsek Tenggarang, Bondowoso. Dari kamar hotel tersebut juga diamankan 2 orang perempuan asal Jember.

Muat Lebih

“Kami memang tak main-main dengan persoalan narkoba,” kata Kapolres Bondowoso AKBP Febriansyah, kepada detikcom di Mapolres, Jalan Veteran, Jumat (29/11/2019).

Apalagi, kata Febri, narkoba merupakan kasus yang sudah jadi atensi Kapolri dan jadi musuh bersama. Sehingga pihaknya tidak akan pandang bulu dalam memeranginya.

“Akan kami tindak tegas siapapun itu. Termasuk anggota sekalipun, yang berani main-main dengan narkoba,” ujar mantan Kasat Reskrim Polresta Jakarta Utara itu.

Menurut Febriansyah, pihaknya akan terus mengembangkan penyelidikan kasus tersebut, apakah pelaku hanya sebagai pemakai atau pengedar.

“Jika melihat bukti yang diamankan, memang lumayan banyak untuk sekelas pemakai, yakni 5,6 gram. Makanya, itu yang akan terus kami kembangkan,” kata Febriansyah.

Data diperoleh menyebut, kejadian bermula saat polisi mendapat informasi dari masyarakat jika di sebuah kamar hotel Grand Padis ada anggota polisi yang tengah pesta sabu.

Jajaran Polres Bondowoso dipimpin langsung Wakapolres lantas menggerebek hotel yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Badean. Ternyata benar, di kamar 221 diamankan pelaku bersama 2 orang perempuan.

Dari kamar tersebut diamankan 4 kantong plastik klip berisi sabu seberat 5,6 gram, sebuah bong dari botol air mineral, dan sebuah pipet kaca yang masih ada sisa sabu.

Ketiganya langsung digelandang ke Polres Bondowoso dan dilakukan tes urine. Hasilnya, ketiganya dinyatakan positif mengonsumsi sabu.

Karena perbuatannya, KWO terancam dipecat. KWO terancam dijerat Pasal 112 ayat (1) sub pasal 127 ayat (1) huruf (a) UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun bui.

“Proses pertama adalah hukum pidana umumnya. Kemudian sanksi disiplin dan lainnya dari kesatuan,” kata Febriansyah.

Febriansyah mengatakan KWo saat ini diamankan di Propam. Sementara proses penanganan pidananya ditangani langsung Satuan Reskoba Polres Bondowoso.

“Kami menunggu proses hukum pidananya inkrah. Baru kemudian di internal. Sanksi terberat memang pemecatan karena ancaman hukumannya di atas 5 tahun,” tegas Febriansyah. (mb/detik)

Loading...

Pos terkait

Booking.com