Hijab, Antara Kewajiban Atau Gaya Hidup

    1210

    hijap

    Metrobatam.com.Menjadi seorang wanita adalah anugerah. Allah karuniakan ia dengan berbagai keutamaan yang tidak dimiliki oleh kaum pria. Terlebih, ketika seorang wanita takluk pada syariat, alangkah mulia dirinya. Maka, pintu surga terbuka menyambutnya.

    Dewasa ini, berbusana muslimah tidaklah sulit. Kita tidak perlu mengulang pengalaman pahit tahun ‘80 an ketika beberapa muslimah berhijab kehilangan pekerjaan, kesempatan dan dikucilkan dari pergaulan. Karena sekarang, muslimah Indonesia telah menikmati nyamannya berhijab syar’i dari perjuangan para wanita muslim sebelumnya.

    Dahulu, masyarakat cukup anti dengan selembar kain yang dihampar menutupi rambut wanita. Kain tersebut cukup jadi barang bukti untuk ditolak dari lingkungan pergaulan. Padahal, selembar kain yang diremehkan tersebut adalah bukti identitas seorang muslimah. Bukan bahan kainnya yang jadi soal, tetapi fungsi dan hakikatnya.

    Waktu bergulir begitu cepat, memusnahkan semua paradigma kuno termasuk pandangan miring terhadap selembar kain tersebut. Mulanya minoritas, kini berduyun-duyun kita jumpai para wanita menutup kepala dengan aneka kain yang indah. Setiap muslimah benar-benar sampai pada zaman kebebasannya dalam menutup aurat tubuhnya.

    Terbukti, berpakaian syar’i bukan halangan berprestasi. Hijab bukan lagi kendala dalam membangun karier. Posisi-posisi penting baik dalam sektor pemerintahan maupun swasta diduduki oleh wanita-wanita berhijab. Maka, tinggal si wanita saja, bersedia atau tidak memenuhi kewajiban berkerudung sebagai seorang muslimah.

    Kata ‘jilbab’ tidak perlu lagi dipermasalahkan. Dalam artian, sungkan untuk dibicarakan. Bahkan jilbab muncul dalam kata yang lebih populer, yakni hijab. Terlepas dari pertentangan antara makna jilbab dan hijab di luar sana, masyarakat makin akrab dengan dua kata tersebut. Pada intinya, masyarakat telah mampu menerima keberadaan pakaian muslimah dan penggunanya.

    Jilbab memang dimaknai sebagai kewajiban. Namun, kini makna pakaian muslimah tersebut mengalami pergeseran. Dari kewajiban menjadi kebutuhan. Dari kebutuhan menjadi hanya sekadar keinginan. Dari keinginan yang ditangkap tersebut, jadilah peluang bisnis. Setidaknya itulah gambaran transformasi sederhananya.

    Ya, ketika sudah memasuki industri bisnis, mengalami marketisasi, pakaian muslimah mendadak nge’trend’ di kalangan wanita. Para pebisnis yang melek kondisi pasti pandai memanfaatkan momentum ini. Jadilah selembar kain yang merupakan identitas muslimah tersebut dimaknai berbeda. Meski tidak sedikit yang masih menganggapnya sakral, banyak pula yang memaknainya sekadar hiasan atau busana biasa yang sedang booming.

    Para pebisnis dan pedagang kain kebanjiran orderan akan hijab tersebut. Para desainer juga tak mau kalah unjuk gigi. Maka bertebaranlah hijab aneka model, brand dan macamnya. Dari harga yang nyaman di kantong pelajar hingga harga yang bikin dompet dan ATM terkuras.

    Saat ini, online shop bertemakan hijab baik karya desain sendiri maupun tiruan merambah di berbagai media sosial. Hal ini membuat hijab makin menjamur. Penggunaannya pun semakin menular. Kali itu dipakai oleh seorang artis ternama, besoknya penggemar setia artis tersebut mendadak tobat ikut pakai hijab.

    Makin unik ketika beberapa media TV nasional mengizinkan presenter acaranya tampil dengan hijab. Entah ingin menimbulkan kesan akrab di mata penonton atau memang sekedar tulus. Bahkan iklan produk nasional hingga mancanegara yang tampil di Indonesia mengambil pemeran seorang wanita berhijab.

    Masyarakat jauh dari kesan fobia hijab seperti yang masih menjadi momok muslimah di negara lain. Masyarakat tidak lagi terbawa pada isu segmentasi penggunaannya. Bahwa kerudung hanya pantas digunakan dalam acara maupun tempat berbau keagamaan. Bahkan sekarang kita bisa melihat selembar kain yang menyembunyikan rambut muslimah tersebut diperagakan di panggung catwalk bergengsi.

    Entah mana yang lebih dulu, industri hiburan yang mengampanyekan sosok wanita berhijab. Ataukah sosok wanita berhijab yang lebih dululah bersemai di hati masyarakat hingga mereka turut menerimanya.

    Jika menilik berbagai perubahan mendasar tersebut, rasanya kita harus mengakui adanya pergeseran motif dalam mengenakan hijab. Tentunya kita tidak berhak menggeneralisir hal ini kepada setiap muslimah. Jikalau dahulu hijab hanya dipandang sebatas kewajiban, bahkan memperjuangkannya pun butuh pengorbanan. Kini, berhijab seolah menjadi bagian dari gaya hidup.

    Artinya, hijab hanya memenuhi porsi sebagai bagian pemanis dan pelengkap dalam berbusana. Terlebih wanita bebas memilah-milih model hijab yang belum tentu sesuai syariat dan kebutuhan. Seorang muslimah sejatinya harus memperhatikan letak syar’i pakaian sebelum hal apapun.

    Seorang muslimah tidak perlu terlarut dalam gempita gaya hidup berbusana seperti ini. Cukuplah meniatkan berhijab karena Allah dengan memperhatikan bahwa berhijab bukan hanya sekadar menutupi aurat. Lebih dari itu, berhijab adalah bentuk Allah memuliakan dan melindungi kaum wanita.

    Muslimah yang berhijab sesuai syariat adalah perwujudan sikap taatnya kepada Sang Khalik. Dengan berhijab, ia telah menegaskan nilai istimewa dirinya sebagai seorang wanita. Ketika hijab menjadi barang jual yang populer di masa kini, muslimah hendaknya tetap menganggap hijab sebagai kewajiban dengan menyelaraskan akhlak sesuai busana syariatnya.

    “Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang Mukmin, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka !’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (al-Ahzâb/33: 59).

    Sumber : Dakwatuna.com

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Menjelang Akhir Tahun, Bupati Bintan Himbau Nelayan Waspada Saat Melaut

    Metrobatam.com, Bintan - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos menghimbau agar para nelayan di Kabupaten Bintan untuk ekstra waspada saat melaut. Himbauan tersebut dilontarkannya...

    Pesawat AirAsia Perth – Bali Terjun 20 Ribu Kaki di Udara, Penumpang Panik

    Metrobatam, Jakarta - Pesawat AirAsia dengan rute Perth menuju Bali terpaksa kembali ke Australia di tengah perjalanan setelah mengalami keadaan darurat pada Minggu (15/10). Sejumlah...

    Bentuk Densus Tipikor, Kapolri Tawarkan 2 Metode Pemberantasan Korupsi

    Metrobatam, Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menawarkan adanya dua metode kerja Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor). Dua metode ini diharapkan dapat...

    7 Sindikat Narkoba Diringkus Polisi, Salah Satunya Ibu Rumah Tangga

    Metrobatam, Jambi - Sebanyak 7 orang sindikat peredaran narkoba antarprovinsi diringkus anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda jambi. Dari tujuh pelaku, salah satunya wanita berinisial...

    Sri Rahayu Penghina Jokowi Terancam Penjara 6 Tahun

    Metrobatam, Cianjur - Sidang terdakwa kasus ujaran kebencian (hate speech) yang menghadirkan terdakwa Sri Rahayu Ningsih digelar di Pengadilan Negeri Cianjur (PN Cianjur). Sri...

    Perahu Pengungsi Rohingya Tenggelam Dekat Bangladesh, 8 Orang Tewas

    Dhaka - Sebuah perahu yang dipenuhi pengungsi Rohingya tenggelam saat berlayar ke Bangladesh, dari Myanmar. Sedikitnya 8 orang tewas tenggelam dan puluhan orang lainnya...

    Anggota DPRD Ini Lima Tahun Bisnis BBM Ilegal

    Metrobatam, Bandung - JI (53), anggota DPRD Kabupaten Pangandaran nyambi menjadi penjual BBM ilegal. JI menjalankan bisnisnya sudah lima tahun. "Yang bersangkutan sudah 5 tahun...

    PPP Cari Figur yang Bisa Dongkrak Elektabilitas Jokowi di 2019

    Metrobatam, Jakarta - PPP kembali mendukung Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019. Wasekjen PPP Achmad Baidowi (Awiek) mengatakan belum memilih siapa yang akan diusung...

    Mantan Ketua Fraksi Demokrat Ngaku Terima Rp970 Juta dari Nazaruddin

    Metrobatam, Jakarta - Mantan Ketua Fraksi Partai Demokrat, Mohammad Jafar Hafsah mengaku menerima uang Rp970 juta dari mantan Bendahara Fraksi Partai Demokrat DPR RI...

    KPK Segera Rilis Evaluasi Praperadilan Setya Novanto

    Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menyampaikan hasil kajian atas kekalahan dalam praperadilan Ketua DPR Setya Novanto alias Setnov. Ketua KPK Agus Rahardjo...

    Warga Mulai Ragukan Rumah DP Nol Persen Anies-Sandi

    Metrobatam, Jakarta - Warga mulai mempertanyakan janji gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan dan Sandiaga Uno tentang program Rumah dengan uang...
    BAGIKAN