3 WN China Pelaku Hipnotis di Batam Ditangkap Polisi

1732

Metrobatam.com, Batam – Tiga warga China pelaku hipnotis yang sering beraksi di Batam, berhasil ditangkap di depan pertokoan BCS Mall pada Sabtu sore 4 Juni, kemarin. Ketiganya merupakan komplotan yang sering beraksi di money changer di Batam, dari tangannya ditemukan uang pecahan dolar Amerika belasan ribu yang dirupiahkan sebanyak Rp131 juta.

Penangkapan Chen Bing Kun (47), Ye Feina (47) dan Luo Yoezhen (27) setelah koordinasi dengan Asosiasi Valuta Asing Batam dengan pihak kepolisian.

Pasalnya, kawanan pelaku berhasil menghipnotis money changer Instar di daerah Nagoya dengan kerugian Rp70 juta dan Money Changer Jaya Raya dengan kerugian sekitar ratusan juta rupiah.

Menurut Amat Tantoso Dewan Panasehat Asosiasi Valuta Asing Batam, kawanan pelaku ini berhasil menggasak dua money changer pada Selasa 17 Mei lalu dengan total kerugian ratusan juta rupiah.

Pasca kejadian itu, semua pemilik money changer di Batam melakukan pengintaian terhadap pelaku yang sempat terekam kamera CCTV.

“Setelah dua money changer berhasil ditipu pelaku, kita sebarkan wajah pelaku ke semua money changer di Batam,” ujarnya, Minggu (5/6/2016) siang.

Modus kawanan pelaku, sambung Amat, pelaku membawa pecahan dolar beragam dengan jumlah besar. Setelah menanya harga jual beli dolar, kawanan pelaku menunjukan uangnya kepada kasir.

Setelah dihitung uang pelaku oleh kasir, pelaku tidak mau memberikan uangnya. Tetapi, pelaku akan memberikan dolar yang dibawa setelah kasir menyerahkan uang rupiah.

“Saat kasir memberikan uang, barulah mereka menghipnotis kasir dan membawa uang rupiah serta dolar yang dibawanya,” katanya.

Penangkapan pelaku, Amat mengaku, setelah berhasil mendapatkan plat nomor mobil Daihatsu Xenia warna putih dengan nopol BP 1196 HG yang sering digunakan oleh pelaku.

Sejak pelaku masuk ke money changee miliknya, dia langsung berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengikuti kemana arah pelaku.

“Setelah kami ikuti, pelaku berhasil kita tangkap di depan BCS Mall beserta uang dolar Amerika belasan ribu. Lalu, ketiga pelaku dibawa ke Polsek Lubuk Baja,” katanya.

Terpisah Kapolsek Lubuk Baja AKP I Putu Bayu Pati mengatakan, setelah dilakukan penangkapan dan pengembangan.

Ketiga pelaku bukan warga Indonesia dan proses selanjutnya pelaku dilimpahkan ke Polresta Barelang. “Karena pelaku WNA, makanya pelaku kita limpahkan ke Polresta Barelang,” kata Putu.

Hasil pengembangan, Putu menduga kalau kawanan pelaku bukan kali ini saja melakukan hipnotis di Batam, tetapi sudah sindikat.

“Karena pengakuannya bukan kali ini saja, tapi sempat berhasil menipu money changer dengan cara yang sama,” ujarnya.

Sementara Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Memo Ardian, membenarkan pelimpahan kasus ini dan anggotanya telah melakukan pengembangan.

“Kita masih dalami komplotan ini, karena perannya berbeda-beda. Satu orang berperan sebagai sopir, dan dua lagi pelaku hipnotis,” katanya.

(Sindonews)Mb

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Luhut Minta Masuknya Pekerja China Tak Dijadikan Isu SARA

Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan berharap, masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China tidak digulirkan sebagai isu Suku, Agama,...

Polisi Undang Ahli untuk Pelajari Pidato Pribumi Anies

Metrobatam, Jakarta - Badan Reserse Kriminal Polri masih mempelajari dugaan tindak pidana diskriminatif ras dan etnis yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Anies diduga...

MK Pupuskan Mimpi 4 Bupati Pulau Garam Bikin Provinsi Madura

Metrobatam, Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) memupuskan mimpi para kepala daerah di Madura yang menginginkan dibentuknya Provinsi Madura. MK menyatakan syarat provinsi minimal 5...

Miris! Tiga Anak Bawah Umur Ini Silih Berganti ‘Begituan’ di WC

Metrobatam, Pontianak - Kids jaman now. Kalimat gabungkan dua bahasa dengan arti 'anak-anak jaman sekarang' ini memang lagi trend. Betapa tidak, kenakalan-kenakalan anak-anak diera...

Wajah Digerogoti Kanker, Mbah Jiyem Bertahan dengan Obat Puskesmas

Metrobatam, Boyolali - Kondisi wajah Mbah Jiyem digerogoti kanker. Meski sudah pernah dioperasi, kondisinya tak semakin membaik. Mbah Jiyem tidak bisa menjalani kemoterapi karena...

Begini Cara Pantau Lokasi Teman di WhatsApp

Metrobatam, Jakarta - WhatsApp mengumumkan fitur baru yang penting, Live Location. Banyak yang penasaran, bagaimana cara menggunakan fitur yang bisa digunakan sebagai pemantau lokasi...

Realisasi Fisik Capai 70,38 Persen, Bupati Bintan Tegaskan Seluruh OPD Segera Penuhi Target

Metrobatam.com, Bintan - Diketahui saat Rakor Evaluasi Pembangunan Triwulan ke lII Tahun 2017, bahwa Laporan Realisasi Kinerja Pembangunan Fisik Kabupaten Bintan sudah mencapai angka...

Kesal Kena Tilang, Pegawai Dinas PU Ini Matikan Aliran Air ke Asrama Polisi

KAYONG UTARA, – Kesal karena ditiling polisi, seorang pegawai kontrak di UPT Air Bersih Dinas Pekerjaan Umum Kota Sukadana, Kayong Utara, Kalimantan Barat, sengaja merusak sistem...

Jakarta Masuk 10 Kota Paling Berbahaya di Dunia Bagi Perempuan

London - Jakarta berada di peringkat sembilan dalam daftar kota besar atau megacity yang paling berbahaya di dunia untuk perempuan, berdasarkan survei Yayasan Thomson...

Cerita Mengerikan Perempuan yang Lolos dari Kelompok ISIS

Baghdad - Komunitas Syiah Turkmenistan di Irak menjadi sasaran penganiayaan brutal oleh kelompok yang menamakan diri negara Islam (ISIS). Seorang perempuan, yang meminta untuk tidak...

PR PLN: Terangi 104 Desa di Kepri yang Belum Teraliri Listrik

Metrobatam, Batam - Ternyata masih cukup banyak desa terpencil Kepulauan Riau (Kepri) yang masih belum teraliri listrik. Perusahaan Listrik Negara (PLN) mencatat saat ini...

Innalillahi! Diduga Ditusuk, Ketua DPRD Kolaka Utara Meninggal Dunia

Metrobatam, Kendari - Ketua Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Musakkir Sarira meninggal dunia akibat luka tusuk, Rabu. Kasubbid Pidana Polda...
BAGIKAN