Polisi Tembak Keluarga,IPW Pertanyakan Rekruitmen Polisi Yang Amburadul

    579

    Metrobatam.com Kasus pembunuhan yang dilakukan aparat kepolisian terhadap keluarga mereka sendiri semakin sering terjadi. Hingga Maret 2016 ini, tercatat dua kasus pembunuhan yang dilakukan oleh anggota korps Bhayangkara tersebut seakan menggoreskan duka di dalam tubuh Polri.

    Menanggapi hal itu, Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane mengungkapkan, aksi pembunuhan dan pembantaian yang dilakukan oleh aparat kepolisian merupakan perseden buruk terhadap citra Polri.

    Jika menarik garis lurus kebelakang, yang menjadi pintu masuk persoalan itu adalah proses rekruitmen yang amburadul di dalam tubuh instansi pimpinan Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti. Karena, pelaku pembunuhan kebanyakan adalah anggota polisi baru.

    “Berkembangnya kasus ni tak terlepas dari buruknya sistem rekrutmen masuk polisi khususnya masuk SPN sebab para pelaku umumnya polisi di level bawah,” ujar Neta, Jakarta, Senin (14/3).

    Kemudian, Neta menilai isu yang berhembus mengenai adanya praktik uang pelicin untuk masuk menjadi anggota polisi patut diperhatikan. Menurutnya, dengan adanya praktik tersebut, maka secara umum, mekanisme test dasar kejiwaan dapat dilewatkan.

    “Sistem psikotes yang buruk dan masih adanya isu bayar membayar masuk polisi membuat orang-orang yang secara psikologi bermasalah bisa lolos masuk polisi,” lanjut Neta.

    Jadi, dengan melewati test dasar kejiwaan, perwira polisi tersebut tidak terdeteksi memiliki masalah gangguan kejiwaan. “Sehingga saat polisi-polisi itu menghadapi tekanan kejiwaan, yang bersangkutan gampang kalap,” pungkas Neta.

    Diinformasikan, Anggota Satintelkan Polres Melawi Kalimantan Barat, Brigadir Petrus Bakus, diduga melakukan pembunuhan sadis dengan cara memutilasi kedua anaknya sendiri, berinisial FN (5) dan AM (3), di rumahnya, Asrama Anggota Polres Melawi, Jumat (26/2) sekitar pukul 00.00 WIB.

    Menurut Kapolda Kalbar Brigjen Arief Sulistyanto, saat peristiwa itu terjadi istrinya sedang tidur, kemudian terbangun dan suaminya mendatangi dia dengan membawa parang yang sudah berlumuran darah dengan mengatakan akan membunuh dia.

    Sementara yang anyar, seorang anggota Brimob (Brigade Mobil), Brigadir ACK (28 ), tega menembak mati istrinya sendiri AF (26).

    Kasubbag Humas Polres Bekasi, AKP Makmur mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (12/3) sekitar pukul 02.00 WIB di Kampung Tower, Desa Hegarmukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.(VL/KRM)

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Pelopor Pertama di Kepri, Perangkat Desa di Bintan Terproteksi BPJS

    Metrobatam.com, Bintan - Kabupaten Bintan menjadi pelopor pertama di Provinsi Kepri. Seluruh perangkat Desa hingga Jajaran RT/RW diproteksi oleh BPJS. Hal tersebut, ditandai dengan...

    Tasyakuran dan Refleksi 2 Tahun Apri-Dalmasri, Menyongsong Bintan Gemilang Tahun 2025

    Metrobatam.com, Bintan - Kepemimpinan Bupati terpilih H. Apri Sujadi, S.Sos dan Wakil Bupati Drs. H. Dalmasri Syam, MM genap berusia dua tahun dalam mengemban...

    Danlantamal IV Pimpin Upacara HUT KE-72 Pomal

    Metrobatam.com, Tanjungpinang - Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno, S.E., M.M., memimpin jalannya upacara peringatan Hari...

    Waspada! Beredar Lagi Surat Palsu Pengangkatan CPNS

    Metrobatam, Jakarta - Badan Kepegawaian Negara (BKN) kembali menerima konfirmasi surat perihal pengangkatan calon pegawai negeri sipil (CPNS). Surat tersebut menjelaskan adanya pengangkatan calon...

    Pengguna Internet di Indonesia Capai 143 Juta Orang

    Metrobatam, Jakarta - Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) hari ini (19/2) mengumumkan data survei penetrasi dan perilaku pengguna internet Indonesia sepanjang 2017. Data...

    Nelayan di Belawan Mengamuk Bakar 8 Unit Kapal Pukat

    Metrobatam, Medan - Nelayan mengamuk dan membakar 8 unit kapal pukat teri bermesin GT 5 di perairan Belawan, Kota Medan pada Senin (19/2). Mengamuknya para...

    Demokrasi Defisit, Radikalisme Jadi Alternatif

    Metrobatam, Jakarta - Kepala Pusat Penelitian Politik di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Adriana Elisabeth menyatakan bahwa Indonesia mengalami kemunduran dalam berdemokrasi, dalam diskusi...

    Dokter Nyatakan Penyerang Kiai Lamongan Idap Gangguan Psikis

    Metrobatam, Surabaya - Anggota Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM dan Keamanan, Adies Kadir didampingi Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin dan beberapa...

    Bupati Bintan Hadiri Panen Raya Padi di Kawasan Pertanian Poyotomo

    Metrobatam.com, Bintan - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos kembali panen raya padi di lahan kawasan pertanian Poyotomo, Desa Sri Bintan , Kec Teluk...

    Terduga Teroris Diklaim Lempar Bom Molotov ke Polsek Bontoala

    Metrobatam, Jakarta - Salah satu terduga teroris yang diamankan Tim Detasemen Khusus 88/Antiteror Polri di Indramayu, beberapa waktu lalu, mengaku sebagai pelaku pelemparan bom...

    Sindikat Pencuri 2.640 Botol Infus Dibekuk Polisi di Aceh

    Metrobatam, Banda Aceh - Kepolisian Resor (Polres) Lhokseumawe berhasil mengungkapkan jaringan sindikat pencurian sebanyak 2.640 botol cairan infus di Rumah Sakti Kasih Ibu, Kota...

    BNN Tes Urine Prajurit TNI AD dan Polisi Militer

    Metrobatam, Jakarta - Seluruh prajurit dan PNS Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad) dinyatakan bersih dari narkoba melalui pemeriksaan urine. Hal ini dilakukan dalam...
    BAGIKAN