DK-PBPB akan Transisi Semua Selama 3-6 Bulan

    274

    Metrobatam.com.Batam Pemerintah pusat mengumumkan kawasan Pulau Batam menjadi Kawasan Ekonomi Khusus setelah sebelumnya berstatus Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan Bebas, dalam sosialisasi pengembangan Batam bersama pemerintah.

    “Kami ingin penyelesaian yang tuntas soal Batam. Banyak negara belajar dari Batam, mereka berhasil tapi Batam malah ketinggalan,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Batam, Senin.

    Transformasi atas Batam perlu dilakukan untuk menangani permasalahan Batam yang sudah terjadi dalam waktu lama dan berkepanjangan.

    “Oleh sebab itu, penyelesaian dengan pola ‘business of usual’ tidak akan dapat meningkatkan daya saing Batam sebagai pusat perekonomian yang pernah unggul di kawasan regional,” kata Darmin.

    Menurut dia, konsep KPBPB atau Free Trade Zone (FTZ) sudah lama ditinggalkan oleh negara-negara regional Asia Timur dan Asia Tenggara.

    Seiring dengan globalisasi dan perkembangan kerja sama antarnegara di kawasan, kecenderungan regional sekarang adalah mengembangkan Special Economic Zone, atau lebih spesifik pada perdagangan mengembangkan Export Processing Zone atau Bonded Logistic Center.

    Secara internal, penurunan daya saing Batam disebabkan beberapa hal, mulai dari dualisme pengelolaan wilayah antara pemerintah kota dan Badan Pengusahaan Kawasan Batam, dualisme tanggung jawab vertikal BP Kawasan Batam ke Dewan Kawasan dan Menteri Kkeuangan, ledakan jumlah penduduk, hingga maraknya penyelundupan.

    Dualisme pengelolaan wilayah menyebabkan Batam tidak kompetitif karena perizinan menjadi lamban, tumpang tindih pengelolaan tanah, kepastian hukum bagi investor, dan penyediaan infrastruktur yang belum memenuhi standar internasional.

    Dia mengatakan perubahan Batam dari KPBPB menjadi KEK akan melalui tahap transisi.

    Transisi dilakukan antara lain mengganti pengurus BP Kawasan Batam, identifikasi aset, pengelolaan kerja sama dengan investor, perbaikan pembagian tugas dan wewenang dengan Pemkot Batam, serta melakukan persiapan untuk strategi pengembangan kawasan ke depan.

    “Proses transisi diharapkan selesai dalam waktu tiga hingga enam bulan,selama itu Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (DK-PBPB) masih akan terus melakaukan audit dan pengkajian.”Katanya

    Menurutnya, di kawasan permukiman Pemerintah tidak akan mengubah ataupun mengurangi fasilitas yang sudah ada, yang dicanangkan yaitu daerah pemukiman tidak masuk lebih luas di kawasan investasi.
    “Untuk tahap pertama ini kita menyebutnya masih sama yaitu FTZ, tetapi memang BP-nya akan kita perbaharui. Dan kedepan kita akan membentuk KEK untuk daerah investasi. Berapa lamanya tergantung auditnya nanti,” katanya.
    Lanjut dijelaskannya bahwa daerah pemukiman nantinya akan tetap dengan FTZ dan menjadi urusan Wali Kota Batam, sedangkan investasi menjadi KEK dan tetap urusan Wali Kota tetapi melalui BP Batam.
    “Kita akan selesaikan sekitar satu minggu sampai 10 hari, kita sedangkan siapkan auditor biar semuanya jelas,” katanya.

    Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Ferry Mursyidan Baldan juga mengatakan untuk Hak Pengalokasian Lahan (HPL) di Batam akan diambil dan diatur penuh oleh Dewan Kawasan Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas (DK-PBPB),semua ini bertujuan untuk menyelesaikan timpang tindih lahan yang banyak terjadi di Batam.

    “Tata ruang ruang Batam, pada saat ini tidak berjalan dengan aturannya,oleh karna itu kami ambil alih,seperti tidak ada lagi timpang tindih antara lahan investasi dan pemukiman,” kata Ferry Mursyidan Baldan di Batam saat sosilisasi pengembangan kawasan pulau Batam, Senin (14/3).
    Beliua juga menambahkan untuk lahan Kampung Tua dan lahan Di Barelang akan kamu tuntaskan,ini kami lakukan di semua lahan tampa terkecuali,semua ini akan membantu pertumbuhan ekonomi.Sedangkan lahan yang sudah dialokasikan oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam saat ini, tetapi tidak berjalan menurutnya HPL tersebut wajib dicabut dan harus dialokasikan untuk investasi.Jika kalau lahan Investasi tersebut terus berkembang maka akan didukung dan menurutnya wajib ditambah jika membantu percepatan ekonomi di Batam.
    H.M Sani yang juga termasuk dalam tim DK-PBPB juga mengatakan untuk urusan lahan Batam memeng mempunyai banyak masalah oleh karena itu harus diatur,akan tetapi semua ini bertujaan baik supaya Batam jadi maju dan rakyat saya tidak terlantar
    “Apapun yang dilakukan Pemerintah pusat adalah untuk kebaikan Batam,dan untuk Investor supaya tidak bingung terkait persoalan saat ini, intinya semua akan lebih baik.”tutur Sani (VL)

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Tak Bantu Rizieq Pulang, Anies Disebut Kacang Lupa Kulit

    Metrobatam, Jakarta - Ketua Progres 98 sekaligus pendiri Presidium Alumni (PA) 212 Faizal Assegaf menyindir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga...

    ‘Mayoritas Akun Penyebar Ujaran Kebencian Partisan Parpol’

    Metrobatam, Jakarta - Aktivis Jaringan Gusdurian, Savic Ali, mengatakan bahwa sebagain besar unggahan yang bersifat ujaran kebencian dan kabar bohong atau hoaks berasal dari...

    Guru Penyebar Hoax Soal Megawati Minta Adzan Ditiadakan Ditangkap

    Metrobatam, Jakarta - Tim Subdit I Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap penyebar berita hoax, Sandi Ferdian (34). Pelaku yang seorang guru itu menyebarkan...

    KPK Tegaskan Tak Ada Penangguhan Penahanan untuk Kampanye

    Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan tidak ada penangguhan penahanan bagi para calon kepala daerah yang tengah ditahan oleh KPK demi memberi...

    Akmal Kembali Bertelur di Toilet, Polisi Gelar Penyelidikan

    Metrobatam, Gowa - Akmal, remaja 15 tahun asal Desa Mangempang, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, ternyata mengeluarkan sebutir telur lagi pada Selasa (20/2). Ruslim,...

    Bank Muamalat Lagi Kritis? Begini Kondisi Keuangannya

    Metrobatam, Jakarta - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk saat ini sedang menghadapi masa-masa sulit. Sejumlah rasio keuangan bank syariah pertama di Indonesia ini tak...

    Orang Kaya di Indonesia Jarang Internetan Dibanding si Miskin

    Metrobatam, Jakarta - Dalam survei terbaru yang digagas Asosiasi Penyelenggara Internet Indonesia (APJII) mengungkap hanya 7,39 persen orang kaya atau kelompok ekonomi atas dari...

    Pengamat: Habib Rizieq Tak Bernyali Seperti Buya Hamka

    Metrobatam, Jakarta - Langkah Habib Rizieq Shihab kabur ke Arab Saudi untuk menghindari pemeriksaan polisi sejak April 2017 merupakan sikap tak terpuji dan melawan...

    Bareskrim Tangkap 18 Orang Penyebar Hoax dan Ujaran Kebencian

    Metrobatam, Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal (Dittipidsiber Bareskrim) menangkap sebanyak 18 orang terkait kasus dugaan ujaran kebencian dan penyebaran berita...

    Liga Champions: Sevilla-MU Berakhir Imbang Tanpa Gol

    Sevilla - Tidak ada pemenang dalam pertandingan Sevilla melawan Manchester United. Kedua tim bermain imbang tanpa gol alias 0-0. Melakoni laga leg I babak 16...

    Sempat Tertinggal, Madrid Kalahkan Leganes 3-1

    Leganes - Real Madrid naik ke peringkat ketiga di klasemen sementara La Liga. Los Blancos menang 3-1 atas Leganes meski sempat ketinggalan lebih dulu. Pertandingan...

    Ketua MK Arief Hidayat Kembali Dilaporkan ke Dewan Etik

    Metrobatam, Jakarta - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat kembali dilaporkan ke dewan etik. Kali ini Arief dilaporkan Majelis Anti Korupsi (MAK) terkait dugaan...
    BAGIKAN