DK-PBPB akan Transisi Semua Selama 3-6 Bulan

    243

    Metrobatam.com.Batam Pemerintah pusat mengumumkan kawasan Pulau Batam menjadi Kawasan Ekonomi Khusus setelah sebelumnya berstatus Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan Bebas, dalam sosialisasi pengembangan Batam bersama pemerintah.

    “Kami ingin penyelesaian yang tuntas soal Batam. Banyak negara belajar dari Batam, mereka berhasil tapi Batam malah ketinggalan,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Batam, Senin.

    Transformasi atas Batam perlu dilakukan untuk menangani permasalahan Batam yang sudah terjadi dalam waktu lama dan berkepanjangan.

    “Oleh sebab itu, penyelesaian dengan pola ‘business of usual’ tidak akan dapat meningkatkan daya saing Batam sebagai pusat perekonomian yang pernah unggul di kawasan regional,” kata Darmin.

    Menurut dia, konsep KPBPB atau Free Trade Zone (FTZ) sudah lama ditinggalkan oleh negara-negara regional Asia Timur dan Asia Tenggara.

    Seiring dengan globalisasi dan perkembangan kerja sama antarnegara di kawasan, kecenderungan regional sekarang adalah mengembangkan Special Economic Zone, atau lebih spesifik pada perdagangan mengembangkan Export Processing Zone atau Bonded Logistic Center.

    Secara internal, penurunan daya saing Batam disebabkan beberapa hal, mulai dari dualisme pengelolaan wilayah antara pemerintah kota dan Badan Pengusahaan Kawasan Batam, dualisme tanggung jawab vertikal BP Kawasan Batam ke Dewan Kawasan dan Menteri Kkeuangan, ledakan jumlah penduduk, hingga maraknya penyelundupan.

    Dualisme pengelolaan wilayah menyebabkan Batam tidak kompetitif karena perizinan menjadi lamban, tumpang tindih pengelolaan tanah, kepastian hukum bagi investor, dan penyediaan infrastruktur yang belum memenuhi standar internasional.

    Dia mengatakan perubahan Batam dari KPBPB menjadi KEK akan melalui tahap transisi.

    Transisi dilakukan antara lain mengganti pengurus BP Kawasan Batam, identifikasi aset, pengelolaan kerja sama dengan investor, perbaikan pembagian tugas dan wewenang dengan Pemkot Batam, serta melakukan persiapan untuk strategi pengembangan kawasan ke depan.

    “Proses transisi diharapkan selesai dalam waktu tiga hingga enam bulan,selama itu Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (DK-PBPB) masih akan terus melakaukan audit dan pengkajian.”Katanya

    Menurutnya, di kawasan permukiman Pemerintah tidak akan mengubah ataupun mengurangi fasilitas yang sudah ada, yang dicanangkan yaitu daerah pemukiman tidak masuk lebih luas di kawasan investasi.
    “Untuk tahap pertama ini kita menyebutnya masih sama yaitu FTZ, tetapi memang BP-nya akan kita perbaharui. Dan kedepan kita akan membentuk KEK untuk daerah investasi. Berapa lamanya tergantung auditnya nanti,” katanya.
    Lanjut dijelaskannya bahwa daerah pemukiman nantinya akan tetap dengan FTZ dan menjadi urusan Wali Kota Batam, sedangkan investasi menjadi KEK dan tetap urusan Wali Kota tetapi melalui BP Batam.
    “Kita akan selesaikan sekitar satu minggu sampai 10 hari, kita sedangkan siapkan auditor biar semuanya jelas,” katanya.

    Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Ferry Mursyidan Baldan juga mengatakan untuk Hak Pengalokasian Lahan (HPL) di Batam akan diambil dan diatur penuh oleh Dewan Kawasan Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas (DK-PBPB),semua ini bertujuan untuk menyelesaikan timpang tindih lahan yang banyak terjadi di Batam.

    “Tata ruang ruang Batam, pada saat ini tidak berjalan dengan aturannya,oleh karna itu kami ambil alih,seperti tidak ada lagi timpang tindih antara lahan investasi dan pemukiman,” kata Ferry Mursyidan Baldan di Batam saat sosilisasi pengembangan kawasan pulau Batam, Senin (14/3).
    Beliua juga menambahkan untuk lahan Kampung Tua dan lahan Di Barelang akan kamu tuntaskan,ini kami lakukan di semua lahan tampa terkecuali,semua ini akan membantu pertumbuhan ekonomi.Sedangkan lahan yang sudah dialokasikan oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam saat ini, tetapi tidak berjalan menurutnya HPL tersebut wajib dicabut dan harus dialokasikan untuk investasi.Jika kalau lahan Investasi tersebut terus berkembang maka akan didukung dan menurutnya wajib ditambah jika membantu percepatan ekonomi di Batam.
    H.M Sani yang juga termasuk dalam tim DK-PBPB juga mengatakan untuk urusan lahan Batam memeng mempunyai banyak masalah oleh karena itu harus diatur,akan tetapi semua ini bertujaan baik supaya Batam jadi maju dan rakyat saya tidak terlantar
    “Apapun yang dilakukan Pemerintah pusat adalah untuk kebaikan Batam,dan untuk Investor supaya tidak bingung terkait persoalan saat ini, intinya semua akan lebih baik.”tutur Sani (VL)

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Ini Gagasan dari Urban Nexus ke 7 untuk Pemko Tanjungpinang

    Metrobatam.com, Tanjungpinang - Berakhir sudah kegiatan Regional Workshop Ke 7 Urban nexus yang dilaksanakan di Hotel CK Tanjungpinang selama 3 hari. Oleh Deutsche Gesellschaft...

    Tim Patroli Laut KPU BC Tipe B Batam Tangkap Kapal Penyeludup Ribuaan Burung Kacer...

    Metrobatam.com, Batam - Tim Patroli Laut KPU BC Tipe B Batam gagalkan penyeludupan ribuaan Burung Kacer dari Malaysia di Pelabuhan Tikus, Tiban Mentarau, Sekupang...

    Wako Tanjungpinang Lis Darmansyah Tunggu Keputusan Menpan RB Terkait Kurangnya Tenaga Pengajar

    Metrobatam.com, Tanjungpinang - Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah menyebutkan bahwa Kota Tanjungpinang saat ini masih kekurangan 465 guru SD maupun SMP. "Setelah kita evaluasi secara total,...

    ‘Presidential Threshold’ Untungkan Parpol Rugikan Capres 2019

    Metrobatam, Jakarta - Undang-undang yang bakal mengatur Penyelenggaraan Pemilu akhirnya disahkan, Jumat (21/7) dini hari WIB. Namun, pengesahan UU Pemilu itu tak terjadi dengan lancar....

    Ada Lagi Ormas Terindikasi Anti-Pancasila, Siapa Dia?

    Metrobatam, Jakarta - Pasca-pembubaran HTI, Polri menemukan ada indikasi ormas-ormas anti-Pancasila. Ormas itu sedang diawasi. Siapa mereka? Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul...

    Diduga Perkosa Anak di Bawah Umur, Bek Sriwijaya FC Ditahan

    Metrobatam, Jakarta - Bek Sriwijaya FC, Marco Sandy Meraudje, ditahan Kepolisian Resor Kota Palembang setelah diduga menganiaya dan memperkosa anak di bawah umur, Kamis...

    Sita 1.161 Ton Beras, Kapolri: Negara Rugi Ratusan Triliun Rupiah

    Metrobatam, Bekasi - Sebanyak 1.161 ton beras milik PT Indo Beras Unggul (PT IBU) di Kabupaten Bekasi disita Satgas Pangan. Kapolri Jenderal Tito Karnavian...

    Penundaan Gaji PNS ke-13 jadi Biang Kerok Pelemahan Daya Beli

    Metrobatam, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat pelemahan daya beli masyarakat selama Juni 2017. Inilah yang menjadi salah satu bahan pertimbangan BI dalam memutuskan...

    Gunung Sinabung Terus Bergejolak, Pemerintah Daerah Tunggu Arahan BNPB

    Metrobatam, Medan - Sudah hampir 1 bulan terakhir Gunung Api Sinabung kembali bergejolak. Bahkan Pusat Vulkanologi, Mitigasi, dan Bencana Geologi (PVMBG) mencatat Sinabung setiap...

    Trump Mengklaim ISIS Jatuh Sangat Cepat

    Washington DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mulai runtuh. Klaim ini disampaikan...

    BNN Bersama GANN Kota Batam Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional

    Metrobatam.com, Batam - GANN adalah singkatan dari Generasi Anti Narkotika Nasional, yaitu sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat berbasis massa yang lahir dan berangkat dari keprihatinan...

    41 Rumah Terbakar di Medan, BPBD Dirikan Posko Pengungsian di Masjid

    Metrobatam, Medan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan mendirikan posko untuk ratusan korban kebakaran yang terjadi pada Kamis (20/7/2017) malam hingga Jumat...