4 Penumpang Ngaku Bawa Bom, Penerbangan Batik Air dan Lion Air Tertunda 3 Jam

Metrobatam, Jakarta – Empat penumpang Batik Air dan Lion Air diamankan petugas karena mengaku membawa bom. Ketiga pesawat yang ditumpangi keempat penumpang itu harus menjalani pemeriksaan ulang sehingga dinyatakan aman untuk terbang. Akibatnya, penerbangan ketiga pesawat mengalami delay hingga tiga jam

Seorang penumpang Batik Air tujuan Bandara Internasional Lombok Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (LOP) ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang (CGK), yaitu ET, mengaku membawa bom kepada petugas.

Kejadian berawal saat Mela, petugas layanan darat (ground handling), melihat bentuk barang bawaan yang mencurigakan yang dibawa oleh ET, penumpang dengan nomor kursi 23A. Namun, saat dimintai keterangan soal isi dari barang bawaan tersebut, ET mengatakan membawa bom.

“Mela melakukan klarifikasi hingga dua kali dan ET tetap mengaku isinya adalah bom. Sesuai standar dan tahapan pelayanan, Mela melaporkan kepada petugas keamanan bandar udara (aviation security/ avsec airport) untuk proses lebih lanjut,” jelas Corporate Communications Strategic of Batik Air Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan tertulisnya, Kamis (17/5).

ET langsung dibawa ke Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KPPP) atau sering disebut KP3. Berdasarkan hasil investigasi, bagasi tersebut tidak berisikan bom atau benda lain yang membahayakan.

“Namun, ET harus tetap menjalani proses penyelidikan atas tindakannya itu,” ujar Danang.

Meski demikian, lanjut Danang, operasional berjalan normal dan Batik Air ID 6659 berangkat tepat waktu (on time schedule) sesuai jadwal pada 18.58 WITA. Pesawat mendarat di Cengkareng pukul 19.43 WIB.

Oleh karena itu, Danang menghmbau kepada seluruh pelanggan dan masyarakat untuk tidak menyampaikan informasi palsu, bergurau, atau mengaku bawa bom di bandar udara dan di pesawat.

Dua Orang Wanita

Sedangkan di Makassar dua orang penumpang wanita inisial MN dan NM diamankan oleh petugas avsec airlines bersama dengan avsec Angkasa Pura I cabang Makassar dan otoritas bandara serta pihak berwenang akibat saat proses masuk ke pesawat, keduanya mengaku membawa bom dalam koper kepada salah satu awak kabin.

Akibat perbuatan mereka berdua, penerbangan Lion Air JT 778 rute Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan (UPG) tujuan Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara (MDC) yang dioperasikan dengan pesawat Boeing 737-900ER registrasi PK-LJF harus tertunda sekitar 3 jam.

Sekira 200 penumpang dewasa, lima anak-anak, empat bayi, barang bawaan dan kargo, harus kembali ke terminal keberangkatan untuk dilakukan tahapan pengecekan ulang kembali (screening).

“Dalam menjamin keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan, pilot beserta seluruh kru berkoordinasi dengan menjalankan prosedur tindakan menurut standar penanganan ancaman bom (standard security bomb threat procedures),” jelas Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan tertulisnya, Kamis (17/5).

Atas kerjasama yang baik di antara kru pesawat, petugas layanan di darat (ground handling) dan petugas keamanan (aviation security/ avsec), maka proses pemeriksaan diselesaikan secara teliti, tepat dan benar, hasilnya tidak ditemukan barang bukti berupa bom dan benda lain yang mencurigakan, yang dapat berpotensi mengancam keselamatan dan keamanan penerbangan.

“Sesuai prosedur atas sikap penumpang itu, Lion Air menurunkan MN dan NM berikut bagasi dan barang bawaannya,” ujar Danang.

Usai melewati semua prosedur yang berlaku, Lion Air JT 778 telah diberangkatkan dengan jadwal terbaru pukul 15.02 WITA dari jadwal penerbangan semula pukul 12.25 WITA dan telah mendarat di Manado pada 16.26 WITA.

Sedangkan pesawat Batik Air rute Cengkareng-Bandar Udara Sultan Babullah, Ternate, Maluku Utara (TTE) menurunkan seorang penumpang laki-laki berinisial RA lantaran menyebutkan kata ‘bom’ saat proses masuk ke pesawat. Kejadian itu berlangsung dalam penerbangan menggunakan Airbus A320-200 CEO registrasi PK-LAS, pada Rabu 16 Mei 2018.

“Ia menyebutkan kata “bom” pada barang bawaan kepada salah satu awak kabin (flight attendant/ FA), ketika dalam proses masuk ke pesawat (boarding),” ujar Danang.

Menurut Danang, tindakan menurunkan penumpang tersebut untuk menjamin keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan, kru pesawat yang bertugas menjalankan prosedur tindakan menurut standar penanganan ancaman bom (standard security bomb threat procedures). Usai dikroscek, pihaknya memastikan tak ada temuan bom sebagaimana diungkapkan RA.

“Batik Air menegaskan tidak terdapat adanya bom atau barang bukti lainnya yang mengancam keamanan dan keselamatan penerbangan dalam pesawat tersebut. Kepastian ini berdasarkan hasil pengecekan ulang (screening) 147 penumpang dewasa, satu anak anak dan tiga bayi, barang bawaan serta kargo ID 6140 di Cengkareng,” tuturnya.

RA sendiri, sambungnya, diturunkan sesuai prosedur berikut bagasi dan barang bawaannya. Kemudian, RA diserahkan ke ke avsec, otoritas bandar udara serta pihak berwenang untuk dilakukan proses penanganan lebih lanjut. (mb/okezone)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Di Asian Games 2018, Wushu Sumbang Medali Pertama untuk Indonesia

Metrobatam.com, Jakarta - Indonesia berhasil meraih medali pertama di Asian Games 2018. Xavier Edgar Marvelo menggondol perak dari wushu di nomor changquan.  Dalam final changquan di...

Anak Krakatau Berada pada Status Waspada, Setelah Erupsi

Metrobatam.com, Lampung - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan telah terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau, Lampung pada Sabtu pukul 18.09 WIB. Menurut BMKG, bersumber...

Harga Minyak Dunia Mulai Memanas

Metrobatam.com, New York - Harga minyak mentah naik pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), namun jatuh untuk periode minggu ini, karena kekhawatiran bahwa...

Kenalkan Kapal Perang, TNI AL Gelar NBOD di Tanjung Uban

Metrobatam.com, Bintan - Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-73, TNI AL dalam hal ini Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan (Fasharkan) Mentigi bersama Satuan Kapal...

BNN Tangkap Sindikat Narkoba Internasional di Riau, 2 Kg Sabu Disita

Metrobatam.com, Riau - Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap lima anggota sindikat narkotika internasional dari halaman parkir dua hotel di Pekanbaru, Riau. Dari tangan para...

HUT ke-73 Kemerdekaan RI, 1.685 Warga Binaan Kepri Dapat Remisi

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Sebanyak 1.685 warga binaan di seluruh wilayah Provinsi Kepulauan Riau menerima remisi pada peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan RI. Pemberian remisi atau pemotongan...

Danlantamal IV Pimpin AKRS di Wilayah Tanjungpinang

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno, S.E., M.M., memimpin jalannya Apel Kohormatan dan...

Hilang Selama Sepakan, Jenazah Kiatwansyah Akhirnya Ditemukan

Metrobatam.com, Manokwari - Kiatwansyah, wisatawan asal Batam yang hilang di perairan Pulau Mansinam Manokwari, Papua Barat, Jumat pekan lalu akhirnya ditemukan setelah Tim Search...

MUI Vonis Kerajaan Ubur-Ubur Sesat dan Menista Agama

Metrobatam, Serang - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang memutuskan ajaran Kerajaan Ubur-ubur sesat dan menyesatkan. Kerajaan ini dinilai dapat dikenalan pasal penistaan agama....

Spanduk PKS-HTI Dukung #2019GantiPresiden di Bandung Dibongkar

Metrobatam, Bandung - Spanduk duet Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berisi dukungan gerakan #2019GantiPresiden sempat mejeng di Kabupaten Bandung. Namun...

ABG 12 Tahun di Jambi Jadi Ibu, Pemprov Ngaku Kecolongan

Metrobatam, Jambi - ABG 12 tahun di Jambi tak seperti anak biasanya. Di usianya yang masih cilik itu, ABG tersebut sudah menjadi ibu 1...

Rotasi 14 Pegawai Berujung Polemik di Internal KPK

Metrobatam, Jakarta - Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana melakukan rotasi terhadap 14 pegawai pada awal Agustus 2018. Namun, rencana perpindahan posisi para pegawai...
BAGIKAN