5 ABK Tugboat Hendri yang Dibajak Separatis Pulang ke Indonesia

291

Metrobatam.com, Nunukan – Kapal tunda (tugboat) Henry bersama tongkang Christy yang sempat dibajak kelompok separatis diduga Abu Sayyaf pada 15 April lalu, diperbolehkan kembali ke Tarakan, Kalimantan Utara, oleh pemerintah Diraja Malaysia.

Komandan Patroli KSOP Tarakan, Saharuddin, mengatakan kapal tunda Henry dan tongkang Christy mengangkut lima anak buah kapal (ABK), yakni Sembara Oktafian, Leonard Bastian Hetharia, Rohaidi, Royke Fransy Montolalu, Yohanis Serang, dan satu nahkoda bernama Capt Amser A.M. Lantang, bertolak dari Lahad Datu Sabah, Malaysia, menuju perairan Indonesia pukul 11.30, Kamis 21 April.

Sementara satu ABK atas nama Lambas Simanungkalit, korban yang tertembak saat peristiwa penculikan, masih dirawat di Rumah Sakit Tawau Malaysia.

Penyerahan tugboat ini dikawal oleh Polisi Perairan Malaysia yang disambut dua KRI yang sudah siaga di perbatasan Indonesia dan kini tinggal menunggu kedatangannya di Tarakan.

“Belum diketahui pasti kapan kapal ini tiba di Tarakan. Diperkirakan perjalanannya memakan waktu dua hingga tiga hari dan diperkirakan tiba antara Jumat (22 April) pukul pukul 19.00 atau paling lambat Sabtu besok (23 April). Yang penting Sabtu itu kami bersiaga,” kata Saharuddin kepada Media Indonesia, Jumat (22/4/2016).

Operasi penjemputan ABK tugboat Henry dan tongkang Christy rencananya dilaksanakan di perairan perbatasan antara Indonesia dan Malaysia. Operasi ini dipimpin Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla) Koarmatim, Laksamana Pertama I.N.G. Ariawan.

Ia tiba di Bandara Nunukan sekitar pukul 12:10 WITA dengan menumpang pesawat milik TNI AL dengan nomor lambung P-850. Komandan Pangkalan TNI AL Nunukan Letkol Laut (P) Hreesang Wisanggeni tampak menjemput kedatangan Danguspurla di Bandara Nunukan. Rombongan kemudian langsung menuju Pangkalan TNI AL Nunukan.

Operasi penjemputan ABK tugboat TB Henry dan tongkang Christy diperkirakan akan menggunakan KRI A. Yani yang sudah berada di Pangkalan TNI AL Nunukan sejak Rabu, 20 April lalu. Rencananya usai penyerahan para ABK tugboat Henry dan tongkang Christy oleh pemerintah Malaysia ke TNI AL di perairan Ambalat, para ABK akan langsung dibawa ke Lantamal TNI AL Tarakan untuk dipulangkan ke keluarga masing masing.

Terkait rencana operasi penjemputan ABK TB Henry, TNI AL memperketat pengamanan di wilayah Nunukan. Sejumlah petinggi TNI AL di Nunukan pun enggan dimintai keterangan terkait operasi penyerahan para ABK tersebut. Sejumlah wartawan yang berada di Nunukan dan Tarakan pun kesulitan mendapatkan informasi pemulangan ABK tersebut.

Kapal tunda Henry dan tongkang Christy dibajak kelompok bersenjata diduga jaringan Abu Sayyaf, pada 15 April, di perairanan Malaysia-Filipina. Namun, otoritas pengamanan Malaysia berhasil menghalau. Dua kapal yang di dalamnya terdapat enam ABK bisa diselamatkan dengan satu orang terluka. Sedangkan empat ABK lain dibawa kabur kelompok bersenjata menggunakan perahu cepat ke arah utara di sekitar perairan Tawi-Tawi, Filipina.

(sumber:metrotvnews.com)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Kota Batam Tambah 1 Dapil di Pemilu 2019

Metrobatam.com, Batam - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) usulkan penambahan satu daerah pemilihan (dapil) untuk Kota Batam. Ketua KPUD Batam, Agus Setiawan mengatakan pihaknya...

Marinir Gadungan Ditangkap Unit Jatanrasla WFQR Lantamal IV

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) IV Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV melalui Unit I Jatanrasla berhasil menangkap M. Rinaldi...

Kota Batam Terima Rp24 Miliar DAK Kesehatan dari Pemerintah Pusat

Metrobatam.com, Batam - Pemerintah pusat memberi dana alokasi khusus (DAK) bidang kesehatan untuk Kota Batam sebesar Rp 24 miliar. Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam,...

Gubernur Nurdin Basirun Lantik Raja Ariza Jadi Pj Walikota Tanjungpinang

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Gubernur Kepri, Nurdin Basirun melantik Asisten I Bidang Administrasi dan Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau, Raja Ariza sebagai Penjabat (Pj) Walikota Tanjungpinang,...

FPKB: Tak Benar Ada RUU yang Akan Legalkan LGBT

Metrobatam, Jakarta - Sekretaris Fraksi PKB DPR pertanyakan pernyataan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan yang menyebut adanya lima Fraksi yang menyetujui atau melegalkan pernikahan...

Di Las Vegas, Traveler Sekarang Bisa ‘Menikah’ di Bandara

Las Vegas - Tren menikah di Las Vegas tentu bukan hal baru. Namun, kini Bandara Las Vegas bahkan menyediakan jasa menikahkan pasangan. Eh, gimana? Bukan...

Jokowi: Semua Tempat Ibadah akan Kita Sertifikatkan

Metrobatam, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagi-bagikan sertifikat tanah kepada para warga Sumatra Selatan. Kali ini dia merasa senang karena banyak lahan tempat...

Bulan Depan, WhatsApp Bisa Dipakai Bayar-bayar Tagihan

Metrobatam, Jakarta - WhatsApp kian agresif dalam menghadirkan fitur-fitur terbaru, khususnya yang berkaitan dengan bisnis. Usai mengumumkan layanan WhatsApp Business, kini perusahaan milik Facebook...

Viral, Semua Karyawan Tempat Cuci Motor Ini Penyandang Tunawicara

Metrobatam, Banjarmasin - Sebuah tempat cucian motor yang beralamat di Jalan Veteran RT 07, Nomor 19A, Kelurahan Kuripan, Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) mendadak viral...

Sultan Brunei Darussalam Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik

Metrobatam, Jakarta - Sultan Brunei Darussalam Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu'izzadin Waddaulah melaporkan dugaan pencemaran nama baik terhadap dirinya yang terjadi di media sosial...

Ini Susunan Pengurus Inti Golkar di Bawah Ketum Airlangga

Metrobatam, Jakarta - Ketum Golkar Airlangga Hartarto akan mengumumkan susunan pengurus inti Golkar siang ini. Siapa saja yang masuk jajaran inti kepengurusan Golkar hasil...

Pesan Jokowi ke Sofyan Djalil: Kalau Tidak Sampai Target Bisa Enggak Jadi Menteri Lagi

Metrobatam, Palembang - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Indonesia seharusnya bisa menerbitkan ratusan juta sertifikat. Namun, sampai tahun 2015 baru 46 juta sertifikat yang...
BAGIKAN