500 Orang Lebih Tewas, Nasib Korban Selamat Gempa Iran Memprihatinkan

669

Ankara – Korban tewas gempa bumi berkekuatan 7,3 Skala Richter (SR) yang mengguncang Iran bertambah jadi lebih dari 500 orang. Para korban selamat kondisinya memprihatinkan.

Dilansir Reuters, Rabu (15/11), para korban selamat kini kelaparan dan kedinginan karena tidak ada tempat berlindung. Mereka mengkritik pemerintah dan menyebut bantuan sangat lambat dikirim.

Iran sendiri telah menghentikan operasi penyelamatan. Mereka beralasan peluang untuk menemukan korban selamat sangat kecil karena parahnya dampak kerusakan. Gempa 7,3 SR ini menewaskan setidaknya 530 orang dan melukai ribuan orang lainnya. Gempa 7,3 SR ini adalah gempa paling mematikan di Iran selama lebih dari 1 dekade.

Korban selamat banyak yang kehilangan tempat tinggal akibat gempa yang melanda desa dan kota di Provinsi Kermanshah, di sepanjang perbatasan pegunungan dengan Irak. Mereka berjuang melalui hari-hari yang suram karena kekurangan makanan, air dan tempat tinggal.

Iran sejauh ini menolak tawaran bantuan asing. Padahal gempa dahsyat ini menurut pejabat Iran merusak 30.000 rumah dan menghancurkan 2 desa secara total.

Ribuan orang saat ini masih meringkuk di kamp darurat. Banyak juga orang lainnya memilih menghabiskan malam yang dingin di tempat terbuka karena mereka takut ada gempa susulan.

Televisi setempat menyiarkan rekaman penduduk desa yang menangis membawa mayat yang terbungkus selimut dan seprai berlumuran darah. Ada juga yang berupaya membongkar puing-puing dengan tangan kosong untuk mencari teman dan keluarga mereka yang hilang.

Salah seorang korban selamat menceritakan kondisinya saat ini. “Kami lapar Kami dingin, kami tidak punya rumah, kami sendirian di dunia ini,” ujarnya sambil menangis saat dihubungi via telepon. Dia kehilangan 10 anggota keluarganya di Kota Sarpol-e Zahab, yang terdampak paling parah.

“Rumahku sekarang penuh tumpukan lumpur dan ubin yang rusak, aku tidur di taman tadi malam, terasa dingin dan aku takut,” ucapnya. Hal yang sama juga diungkap korban selamat lainnya bernama Reza. Dia mengatakan kehilangan 34 anggota keluarganya.

“Kami menghabiskan dua malam di udara dingin, di mana bantuannya?” ujarnya.

“Dingin, anak-anak saya kedinginan Kami memiliki air dan makanan tapi tidak ada tenda, gempa tidak membunuh kita tapi cuaca dingin akan membunuh kita,” kata seorang wanita berusia 30-an di pengungsian.

Siaran televisi juga menayangkan rekaman korban selamat yang menunggu untuk diobati. Ratusan korban luka kritis dikirim ke rumah sakit di Teheran.

Bulan Sabit Merah Iran mengatakan, tempat penampungan darurat yang disediakan masih kurang. Mereka juga kekurangan listrik dan air. Selain itu, kondisi jalan yang rusak menghambat usaha pasokan bantuan.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei telah mendesak badan-badan pemerintah pada hari Selasa (14/11) untuk mempercepat upaya bantuan. Sementara Presiden Iran Hassan Rouhani telah berkunjung ke daerah yang tertimpa bencana dan berjanji akan menyelesaikan masalah ini secara singkat. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Tak Bantu Rizieq Pulang, Anies Disebut Kacang Lupa Kulit

Metrobatam, Jakarta - Ketua Progres 98 sekaligus pendiri Presidium Alumni (PA) 212 Faizal Assegaf menyindir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga...

‘Mayoritas Akun Penyebar Ujaran Kebencian Partisan Parpol’

Metrobatam, Jakarta - Aktivis Jaringan Gusdurian, Savic Ali, mengatakan bahwa sebagain besar unggahan yang bersifat ujaran kebencian dan kabar bohong atau hoaks berasal dari...

Guru Penyebar Hoax Soal Megawati Minta Adzan Ditiadakan Ditangkap

Metrobatam, Jakarta - Tim Subdit I Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap penyebar berita hoax, Sandi Ferdian (34). Pelaku yang seorang guru itu menyebarkan...

KPK Tegaskan Tak Ada Penangguhan Penahanan untuk Kampanye

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan tidak ada penangguhan penahanan bagi para calon kepala daerah yang tengah ditahan oleh KPK demi memberi...

Akmal Kembali Bertelur di Toilet, Polisi Gelar Penyelidikan

Metrobatam, Gowa - Akmal, remaja 15 tahun asal Desa Mangempang, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, ternyata mengeluarkan sebutir telur lagi pada Selasa (20/2). Ruslim,...

Bank Muamalat Lagi Kritis? Begini Kondisi Keuangannya

Metrobatam, Jakarta - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk saat ini sedang menghadapi masa-masa sulit. Sejumlah rasio keuangan bank syariah pertama di Indonesia ini tak...

Orang Kaya di Indonesia Jarang Internetan Dibanding si Miskin

Metrobatam, Jakarta - Dalam survei terbaru yang digagas Asosiasi Penyelenggara Internet Indonesia (APJII) mengungkap hanya 7,39 persen orang kaya atau kelompok ekonomi atas dari...

Pengamat: Habib Rizieq Tak Bernyali Seperti Buya Hamka

Metrobatam, Jakarta - Langkah Habib Rizieq Shihab kabur ke Arab Saudi untuk menghindari pemeriksaan polisi sejak April 2017 merupakan sikap tak terpuji dan melawan...

Bareskrim Tangkap 18 Orang Penyebar Hoax dan Ujaran Kebencian

Metrobatam, Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal (Dittipidsiber Bareskrim) menangkap sebanyak 18 orang terkait kasus dugaan ujaran kebencian dan penyebaran berita...

Liga Champions: Sevilla-MU Berakhir Imbang Tanpa Gol

Sevilla - Tidak ada pemenang dalam pertandingan Sevilla melawan Manchester United. Kedua tim bermain imbang tanpa gol alias 0-0. Melakoni laga leg I babak 16...

Sempat Tertinggal, Madrid Kalahkan Leganes 3-1

Leganes - Real Madrid naik ke peringkat ketiga di klasemen sementara La Liga. Los Blancos menang 3-1 atas Leganes meski sempat ketinggalan lebih dulu. Pertandingan...

Ketua MK Arief Hidayat Kembali Dilaporkan ke Dewan Etik

Metrobatam, Jakarta - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat kembali dilaporkan ke dewan etik. Kali ini Arief dilaporkan Majelis Anti Korupsi (MAK) terkait dugaan...
BAGIKAN