RT/RW Baloi Kolam Pertanyakan Izin Yang Mengaku Memiliki Lahan Dam Baloi

    694

    baloi kolam

    Metrobatam.com, Batam – Ketua RT/RW  Baloi Kolam mendatangi Kantor BP Batam. mereka mempertanyakan persoalan lahan yang di tempati selama berpuluh tahun.

    Persoalan terjadi setelah lahan Baloi Kolam atau disebut Dam baloi ini dialih fungsikan. Pengalihan fungsi hutan lindung di Baloi Dam didasari oleh nota kesepahaman ( MoU ) antara Pemerintah Kota dan Otorita Batam tentang pengembangan Baloi Dam. Nota kesepahaman itu No. 12/MoU/IX/2003 dan No. 15/PERJ-KA/IX/2003 tanggal 12 September 2003 yang berpedoman pada Rencana Tata Ruang dan Wilayah ( RTRW ) Batam.

    Penandatanganan nota kesepakatan tersebut disaksikan langsung oleh Menteri Kehutanan M. Prakoso ketika itu. Tetapi, ada catatan didalam nota kesepakatan : bahwa lahan Baloi Dam belum bisa diterbitkan izin prinsipnya ( IP), bila Pemko dan Otorita Batam belum menetapkan lahan pengganti atas 119,6 ha lahan yang beralih fungsi.

    Pengalih fungsian kawasan hutan lindung tersebut telah ditenggarai dengan diterbitkan beberapa Ijin Prinsip ( IP ), diantaranya tertanggal 29 Oktober 2003. IP tersebut, ditandatangani oleh Wakil Walikota Batam Asman Abnur dan Ketua Otorita Batam Ismeth Abdullah  ketika itu. Disana dituliskan, lahan tersebut diperuntukan untuk jasa berikut harga Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) sebesar Rp.51.750,- permeter persegi, dengan masa pembayaran untuk 30 tahun lunas.

    Ketua RT dan RW yang datang bersama Uba Ingan Sigalingging di sambut oleh Humas BP Batam (Suyatmono). Mereka mempertanyakan lahan yang di tempati mereka yang digarap oleh PT Arsikon sebagai Kontraktor dari PT Mega Indah Propertindo (MIP).

    “Kedatangan kami kemari mempertanyakan tentang lahan yang kami tempati berpuluh pulu tahun, Kami juga mempertanyakan Legalitas dari Pihak pihak yang mengaku memiliki Izin, kalau di bilang kami menyerobot itu salah besar, kami menempati jauh sebelum ada yang mengkleim bahwa ini tanah mereka. dan sebelum alih fungsi hutan lindung pada tahun 2001 kami juga sudah membuat surat permohonan Pemutihan lahan kepada Otorita Batam. pada saat itu bapak Mustofa Wijaya masih sebagai Direktur Lahan tapi sampai saat ini belum ada balasan”ujar Agustan Marbun Ketua RW 16 Baloi Kolam.

    Hal senada juga disampaikan oleh Ketua RT 07/RW 16 Baloi Kolam Naek Sianturi, dia mengatakan, “Kami ini seperti tidak dianggap oleh pemerintah baik Pemko Batam maupun BP Batam. KTP kami punya dan kalau mau pemilu kita di ikut sertakan dalam memilih, malah setiap mau pemilu selalu kami di cari cari dan bermanis mulut tapi kalau lagi ada masalah besar begini pada cuek cuek semua”.

    “Dan pada saat ini yang menjadi persoalan secara piskologis adalah adanya TNI yang berpakaian lengkap dan bersenjata lengkap di dekat pemukiman warga kami, dan pernah juga kami mendengarkan suara ledakan seperti bom atau granat, katanya mereka latihan di tempat itu. katanya lahan yang mau di bangun tapi kok ada tentara yang seakan akan menakuti kita, tambah Naek Sianturi”

    Humas BP Batam Suyatmo yang menemui mereka mengatakan, ” Saya akan sampaikan ke pimpinan terkait dengan izin izin atau PL yang dipertanyakan oleh  RT dan RW Baloi Kolam, termasuk juga dengan keberatan warga atas keberadaan TNI yang ada di sana, saat ini Pimpinan lagi tidak di tempat “. (Indra Dinan)

     

     

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Sah! Airlangga Ketum Golkar, Ini Harapan Dedi Mulyadi soal Pilgub Jabar

    Jakarta - Airlangga Hartarto terpilih menjadi Ketua Umum Golkar secara aklamasi. Ketua DPD Jawa Barat Dedi Mulyadi punya harapan kepada Airlangga, khususnya soal rekomendasi...

    Khilafah Bukan dari Alquran, Ada yang Terima Tantangan Mahfud MD?

    Metrobatam, Yogyakarta - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD menyatakan khilafah bukan dari Alquran dan Alhadis, tapi ciptaan ulama. Mahfud MD pun menantang...

    Alumni 212 Dinilai Ingin Merebut Kekuasaan Demi Negara Islam

    Metrobatam, Jakarta - Direktur Lembaga Pemilih Indonesia Boni Hargens menilai massa yang tergabung dalam Alumni 212 merupakan kelompok politis berkuatan radikal. Mereka dianggap ingin...

    Kapolri Sebut Densus 88 Tangkap 4 Terduga Teroris di Kalbar

    Metrobatam, Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut bahwa Tim Densus 88 telah melakukan penangkapan terhadap empat orang terduga teroris di Kalimantan Barat (Kalbar)...

    Buang-Buang Peluang, Liverpool Terima Hasil Imbang

    Liverpool - Liverpool harus puas berimbang dengan West Bromwich Albion. Manajer Liverpool Juergen Klopp menyebut timnya tak efisien di partai yang berjalan berat. Liverpool bermain...

    Menkes Tegaskan KLB Difteri Bukan Hoax

    Metrobatam, Jakarta, Menteri Kesehatan Prof Nila Moeloek, SpM(K) menepis kabar yang menyebut kejadian luar biasa (KLB) difteri yang terjadi di sejumlah provinsi di Indonesia...

    Lukaku Bawa MU Taklukkan Bournemouth 1-0

    Manchester - Manchester United memetik kemenangan saat menjamu Bournemouth di lanjutan Liga Inggris. Romelu Lukaku menjadi penentu kemenangan dengan skor 1-0 itu. Saat bertanding di...

    Nasib Praperadilan Setya Novanto, KPK: Seharusnya Sudah Gugur

    Metrobatam, Jakarta - Sidang praperadilan yang diajukan Setya Novanto masih berjalan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. KPK menilai seharusnya praperadilan Novanto itu gugur sesuai...

    Satu Pekerja Jalan Trans Papua Ditembak Mati KKB, Satu TNI Dibuang ke Jurang

    Metrobatam, Jayapura - Sebanyak 16 orang Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) diduga menembak mati Yovicko Sondak (34) operator Exavator pekerjaan jalan Trans Papua Wamena -Mumugu...

    Terobos Razia Polisi, Innova Terciduk Angkut 10 Kilogram Sabu

    Metrobatam, Pekanbaru - Kepolisian Sektor Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis, Riau berhasil menyita sekitar 10 kilogram narkotika jenis sabu-sabu dari dua orang pelaku yang mengendarai...

    Sadis! Suami Mutilasi Istrinya Sendiri, Dibakar Lalu Dibuang ke Beberapa Tempat

    Metrobatam, Karawang - N alias Nindya alias SA dibunuh oleh suami sendiri, MK. Setelah dihabisi, Nindya dimutilasi, dibakar, dan potongan tubuhnya lalu disebar di...

    Terbukti Sebarkan Kebencian, Alfian Tanjung Divonis 2 Tahun Bui

    Metrobatam, Surabaya - Terdakwa perkara ujaran kebencian Alfian Tanjung, akhirnya divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Surabaya (PN) dengan hukuman penjara 2 tahun. Alfian terbukti...
    BAGIKAN