9 Orang Tewas Usai Pesta Miras di Kuburan

1408

Metrobatam, Tangerang – Tiga warga Solear, Kabupaten Tangerang, tewas setelah menenggak minuman keras. Mereka diduga tewas karena overdosis. Sementara di Arso Kabupaten Keerom Papua sebanyak enam orang tewas setelah menenggak minuman keras jenis whisky.

“Meninggal dunia diduga karena overdosis minuman,” kata Kapolsek Cisoka Kompol Amanta Wijaya saat dimintai konfirmasi, Senin (2/4).

Ketiga korban diketahui bernama Hamjah (34), Jainudin (36), dan Irfan (40). Mereka minum minuman keras di Tempat Pemakaman Umum Cikuya, Solear, beberapa waktu lalu.

“Tiga orang korban tersebut meminum miras di TPU Kampung Cikuya RT 007 RW 002 Solear, Kabupaten Tangerang,” jelas Amanta.

Polisi mendapat laporan kejadian itu pada Minggu (1/4). Setelah dicari tahu, ketiga korban ternyata sudah meninggal sejak Sabtu (31/3) setelah meminum miras pada malam sebelumnya.

Berdasarkan pengakuan keluarga, masing-masing korban sempat mengeluh sakit dan dibawa ke puskesmas serta rumah sakit. Sayangnya, tak satu pun nyawa korban yang bisa diselamatkan.

Irfan meninggal dunia di RSUD Balaraja pada Sabtu, disusul Hamjah yang meninggal malam harinya. Korban terakhir, yakni Jaenudin, meninggal sebelum sampai di rumah sakit. “Oleh keluarga diantar berobat ke RSUD Balaraja tetapi meninggal sebelum sampai di RSUD Balaraja,” lanjut Amanta.

Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus ini. Dua botol miras bermerek Mansion House, yang ditemukan di lokasi kejadian, turut diamankan sebagai barang bukti.

Sementara di Kabupaten Keerom Papua tercatat enam orang tewas setelah meneggak minuman keras jenis wisky. Empat korban meninggal dunia sebelumnya pada hari jumat, yakni Karel Bogor (23), Elvis Borotian, Hebertus Kuamre (53), Natalius Bogor, dan seorang remaja berusia 16 tahun Herman Borotian. Hari minggu 1 April 2018 korban meninggal dunia bertambah atas nama Victor Borotian.

“Informasi dari istri korban atas nama Adreanus Seserai bahwa korban mendapatkan minuman keras jenis whisky dari seorang masyarakat. Kemudian baru minum 3 botol korban sudah berjatuhan,”kata Hotma. Senin 2 April 2018.

Diawal ungkap dia, 3 orang meninggal dunia, kritis 3 orang dan dirawat 11 orang. Kemudian dihari Sabtu 3 orang korban kritis meninggal dunia. “Korban meninggal sudah dibawa pihak keluarganya. Sementara saat ini empat orang masih dirawat intensif di RSUD Kwaingga sementara lainnya sudah diijinkan pulang,” katanya.

Ditambahkan hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait penjual minuman keras tersebut. Hotma mengaku agak kesulitan dalam mengungkap penjual minuman keras tersebut. “Pengakuan dari istri Adreanus Seserai, bahwa suaminya bersama korban Herman Borotian yang mengetahui minuman tersebut berasal. Namun keduanya telah meninggal dunia.

“Karena saksi sudah meninggal dunia, maka sampai saat ini kita masih lakukan penyelidikan, apakah minuman tersebut kedaluarsa ataupun oplosan. Dan dari mana minuman itu berasal,” ucapnya. (mb/detik/okezone)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Wali Kota Tegal Divonis 5 Tahun Penjara

Metrobatam, Jakarta - Majelis hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang menjatuhkan vonis lima tahun penjara, kepada Wali Kota nonaktif Tegal, Siti Masitha. Dia...

Dikawal 4 Pesawat Tempur, Panglima TNI ke Natuna Tinjau Pangkalan Militer

Metrobatam, Jakarta – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berkunjung ke Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau. Saat terbang ke sana, Hadi mendapat pengawalan ekstra ketat. Empat...

PKS Luruskan Hoax Kader Komentar ‘Kartini Pemuas Seks Belanda’

Metrobatam, Jakarta - Komentar seseorang bernama Ahmada Al Fatih yang menghina Kartini dikait-kaitkan dengan PKS. Foto seseorang berjas PKS digabungkan dengan komentar itu. Bagaimana...

Menkumham Setuju Hukuman Cambuk Dilakukan di Area Lapas

Metrobatam, Jakarta – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly setuju eksekusi hukuman cambuk bagi pelanggar syariat di Aceh dila‎ksanakan di...

Dokter RS Premier Ngaku Tak Pernah Beri Rekam Medis Setnov ke Fredrich Yunadi

Metrobatam, Jakarta - Dokter RS Premier Glen S Dunda mengaku, tidak pernah memberi rekam medis terdakwa kasus korupsi e-KTP Setya Novanto (Setnov) kepada pengacara...

Bos First Travel Akui Gaji Rp 1 M dan Beli Restoran di London

Metrobatam, Depok - Hakim menanyai bos First Travel, Andika Surachman soal nilai gajinya yang mencapai Rp 1 miliar tiap bulan. Menurut Andika, gaji sebesar...

Jenazah Wakapolres Labuhanbatu Dimakamkan secara Militer di Kampung Halamannya

Metrobatam, Medan – Wakapolres Labuhanbatu, Sumatera Utara, Kompol Andi Chandra, yang tewas setelah kapal yang ditumpanginya bersama 6 pejabat utama Polres Labuhanbatu tenggelam di...

Ketua DPRD Kepri Minta KPID Tangkal Penyebaran Hoax Melalui Siaran

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Ketua DPRD Provinsi provinsi Kepri Jumaga Nadeak, meminta agar Komisi Penyiaran Informasi Daerah (KPID) setempat berperan aktif menangkal penyebaran hoax melalui...

Ditpolairud Polda Kepri MoU dengan DPC INSA Batam Serta Luncurkan Aplikasi Sipopeye Kepri

Metrobatam.com, Batam - Dirpolairud Polda Kepri meluncurkan aplikasi SIPOPEYE KEPRI dan lakukan Penandatanganan (Memorandum of Understanding) MoU bersama DPC INSA Batam, Jumat (20/4/2018) pagi di...

Tiga Penari Erotis di Batam Hanya Pekerja Lepas

Metrobatam, Batam - Tiga penari erotis di Dataran Engku Putri, Batam Center, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) pada Sabtu, 14 April 2018 lalu diketahui hanya...

‘Sentilan’ SBY dan Polemik Kasus Century

Metrobatam, Jakarta - Presiden keenam Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, membuat pernyataan mengejutkan melalui akun media sosial Twitter pribadinya, @SBYudhoyono, pada Selasa (17/4). SBY menyampaikan...

Asyik Pesta Narkoba, 5 Pelajar Ditangkap di Rumah Kosong

Metrobatam, Pekanbaru - Bukannya mengisi waktu dengan hal positif, sekelompok remaja ini malah melakukan perbuatan tercela dan melanggar hukum. Para remaja yang semua masih...
BAGIKAN