9 Penyebab Wanita Menopause Dini, Yang Perlu Anda Ketahui

    212

    monopouse

    Metrobatam.com – HAMPIR semua wanita akan mengalami menopause, rata-rata memasuki usia 45 tahun. Namun, beberapa hal bisa menyebabkan wanita lebih cepat mengalami menopause.

    Tentu semua wanita tidak ingin terlalu cepat mengalami menopause. Karena itu, Anda perlu mengetahui penyebab menopause dini untuk mencegahnya.

    Berikut 9 penyebab wanita lebih cepat menopause sebagaimana dikutip Prevention, Jumat (19/2/2016).

    Terserang penyakit autoimun

    Pada penyakit autoimun, sistem kekebalan tubuh akan melemahkan dan menyerang jaringan tubuh, termasuk ovarium atau reseptor estrogen. Studi dalam National Institutes of Health pada tahun 2011 mengungkapkan, setiap gangguan autoimun berhubungan dengan risiko menopause dni.

    Epilepsi

    Wanita dengan gangguan kejang ini berisiko mengalami kegagalan ovarium prematur yang mengarah ke menopause. Sebuah penelitian Georgetown University menemukan, dalam kelompok wanita epilepsi, sekira 14 persen mengalami menopause dini.

    Kemoterapi

    Langkah ini untuk melenyapkan sel kanker, sehingga tidak mengejutkan bahwa kemoterapi mengambil folikel ovarium, terutama pada wanita di atas usia 40 tahun. Sedangkan, studi menunjukkan bahwa, di antara 0 hingga 40 persen dari wanita di bawah usia 40 tahun mengalami menopause setelah kemoterapi.

    Bedah

    Jika memiliki endometriosis, kista berpotensi kanker, penyakit radang panggul dari infeksi menular seksual, di mana ovarium terbungkus dalam jaringan fibrosa, Anda mungkin membutuhkan operasi pengangkatan ovarium. Operasi pengangkatan indung telur tersebut dapat mempercepat wanita mengalami menopause.

    Gangguan genetik

    Jika Anda mengalami menopause dini, mungkin bisa jadi membawa Sindrom Fragile X, yaitu bentuk paling umum dari keterbelakangan mental. Menurut American College of Obstetricians dan Gynecologist tahun 2006, 1 dari 250 perempuan membawa permutasi berisiko tinggi mengalami kegagalan ovarium prematur sebesar 20 persen.

    Merokok

    Sebuah studi BMJ 2015 menunjukkan bahwa, baik menjadi perokok aktif maupun pasif, atau hidup bersama perokok selama 10 tahun, kemungkinan menopause 1-2 tahun lebih awal. Mengenai hal tersebut, asisten profesor di Michigan State University College of Human Medicine, Diana L. Bitner, MD, mengatakan, ketika Anda merokok sebungkus sehari atau lebih, maka itu akan merusak sel-sel pada setiap tingkat.

    “Dan ketika merusak folikel ovarium (kantung berisi cairan dalam ovarium sebagai tempat sel telur berkembang-red), maka wanita akan kehabisan folikel ovarium lebih cepat,” ujarnya

    Minum alkohol

    “Wanita yang meminum alkohol, berarti tidak mendapatkan vitamin, serat dan protein sehat. Saya telah melihat pasien wanita peminum alkohol mengalami menopause dini,” tutur Bitner

    Sebuah studi National Institutes of Health juga menunjukkan bahwa wanita yang gemar minum alkohol dapat mengalami menstruasi tidak teratur dan menopause dini., serta menganggu hormon reproduksi dan memicu gangguan lain, seperti penyakit hati, pankreas dan kekurangan gizi.

    Terlalu stres

    Dalam temuan studi Boston University School of Public Health mengungkapkan, wanita yang mengalami kesulitan ekonomi 80 persen lebih berisiko mengalami menopasue dini. Hal ini disebabkan oleh stres akibat kesulitan keuangan.

    “Kami tahu ada hubungan antara sistem kekebalan tubuh dan stres, tetapi tidak tahu persis apa itu,” kata Bitner

    Menurutnya, kesulitan keuangan yang dialami wanita banyak dari faktor tempat kerja. Akibatnya, dampak dari stres tidak bisa dihindari oleh para wanita yang mengarah pada menopause lebih cepat.

    “Wanita-wanita ini berpotensi kelebihan berat badan, diabetes, dan tidak tidur. Ini konstelasi yang mempengaruhi usia organ tubuh, termasuk ovarium,” jelasnya.

    Karena itu, Bitner menyarankan wanita untuk menghindari stres dari kehidupan sehari-hari. “Salah satunya dengan tidur teratur. Mengonsumsi makanan penuh nutrisi juga membantu wanita terhindari dari menopause dini,” tutupnya.

    Terlalu kurus

    Profesor klinis kebidanan dan ginekologi di Yale University School of Medicine, Mary Jane Minkin, MD mengatakan, menderita anoreksia atau bulimia dapat menyebabkan masalah di ovarium. Hal ini dapat mengarah kepada menopause lebih cepat.

    “Namun, ini bukan benar-benar menopause. Pada wanita yang benar-benar ramping, hipotalamus yang membuang kotoran keluar,” ujarnya.

    Lebih lanjut, menurut seorang instruktur klinis di Harvard Medical School, Julia Schlam Edelman, MD, Jika wanita bertubuh ramping mendapat suntikan ekstrak hipotalamus atau berat badan naik, maka ovulasi dapat kembali normal. Sementara itu, menurut CDC, indeks massa tubuh yang sehat adalah antara 18,5 sampai 24,9.

    Sedangkan, indeks massa tubuh di bawah 18,5 dianggap terlalu kurus dan berpotensi mengalami menopause dini. Jadi, sebelum berkeinginan memiliki tubuh ramping, pikirkan terlebih dahulu ketentuannya. (ls)

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Bupati Bintan Pimpin Rapat Koordinasi Bersama Seluruh Satker

    Metrobatam.com, Bintan - Terkait permasalahan banjir yang sering terjadi dibeberapa titik lokasi di Kabupaten Bintan, Bupati Bintan H. Apri Sujadi, S.Sos mengajukan usulan kepada...

    Pemkab Bintan akan Hidupkan Lahan Tidur

    Metrobatam.com, Bintan - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos bersama rombongan Komisi I dan Komisi II DPRD Kabupaten Bintan meninjau Waduk Hulu Bintan, Selasa,...

    Ini Restoran Senilai Rp 15 Miliar, Milik Bos First Travel di London

    Metrobatam, Jakarta - Polisi mendalami kepemilikan aset milik bos First Travel berupa restoran di London, Inggris. Restoran tersebut disebut polisi dibeli pada 2016 dengan...

    Hore! Sukses Cegah Karlahut, Lima Desa Dapat Rp100 Juta

    Metrobatam, Pelalawan - Sebanyak lima desa mendapatkan reward (hadiah) karena berhasil mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayahnya. Lima desa tersebut berasal dari...

    Bank Sampah Solusi dari Persoalan Sampah di Bintan

    Metrobatam.com, Bintan - Masalah sampah bukanlah permasalahan yang bisa dibiarkan begitu saja, permasalahan sampah selalu menjadi masalah yang berkesinambungan di setiap kota. Dan Sistem...

    Hindari Gratifikasi, Kapolri Taruh Sepeda Jokowi di Museum Polri

    Metrobatam, Jakarta - Istri Kapolri, Tri Suswati, mendapat hadiah sepeda dari Presiden Jokowi karena dinilai memakai pakaian adat terbaik saat upacara 17 Agustus di...

    Jelang Puncak Haji, Jemaah Indonesia Cari Makanan Mandiri

    Metrobatam, Jakarta - Jelang proses puncak ibadah haji pada akhir bulan ini (9 Zulhijah) di Padang Arafah, Arab Saudi, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH)...

    Kasus Suap ‘Sapi-Kambing’, KPK akan Selidiki Peran Majelis Hakim

    Metrobatam, Jakarta - Suap bersandi 'sapi-kambing' diterima oknum Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) dari pengacara PT Aquamarine Divindo Inspection (ADI). Tujuannya...

    Pelaku Teror di Spanyol Ingin Ledakkan Katedral Ikonik Barcelona

    Barcelona - Salah satu tersangka serangan teror diBarcelona, Spanyol, pekan lalu, kepada hakim mengatakan bahwa kelompoknya sebenarnya merencanakan serangan yang jauh lebih besar. Kepada media...

    Hari ke-3, Basarnas Fokus Lakukan Pencarian 10 Tentara AS di Perairan Bintan

    Metrobatam, Batam - Hari ketiga, Badan SAR Nasional (Basarnas ) Kepri masih melakukan pencarian hilangnya 10 orang tentara Amerika Serikat (AS), pascatabrakan antara kapal...

    Aman Abdurrahman, Pengagum ISIS dan Perebut Massa Baasyir

    Metrobatam, Jakarta - Peringatan Hari Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia seharusnya menjadi lembaran baru bagi terpidana kasus terorisme Aman Abdurrahman alias Oman. Remisi atau pengurangan masa...

    JK: Pemerintah Ingin Temuan Pansus Angket Perkuat KPK

    Metrobatam, Jakarta - Pemerintah meminta kelembagaan Komisi Pemberantasan Korupsi tetap kuat meski Panitia Khusus Hak Angket telah menemukan 11 temuan sementara indikasi pelanggaran lembaga...