Agar Terhindar Dari Depresi Anak , Coba Pola Pengasuhan Ini

    275

    depresi anak

    Metrobatam.com, Jakarta – Tidak semua anak beruntung dibesarkan di tengah keluarga yang berkecukupan secara ekonomi. Sebagian anak terpaksa hidup di dalam jurang kemiskinan, karena dilahirkan di tengah keluarga yang kurang mampu.

    Ironisnya, sebuah penelitian terbaru dari Washington University School of Medicine di St. Louis mengungkapkan anak-anak yang tumbuh di tengah kemiskinan cenderung mengalami perkembangan otak tak maksimal.

    Mereka ditengarai memiliki volume otak yang lebih kecil jika dibandingkan dengan anak-anak yang dibesarkan di tengah keluarga mampu. Namun, dengan cara pengasuhan yang tepat, anak dengan masalah volume otak sebenarnya tetap dapat tumbuh secara normal.

    Menurut hasil studi psikiater anak dari Washington University School of Medicine, Joan Luby, anak-anak yang lahir di tengah kemiskinan cenderung memiliki volume hippocampusdanamygdala lebih kecil dari ukuran normal.

    Kedua areal di otak tersebut memiliki peran penting sebagai penyimpan memori dan emosi pada manusia. Secara umum, volume otak yang lebih besarselama masih berada di ambang batas normalcenderung lebih sehat ketimbang otak yang kecil, kata Joan.

    Dia menjelaskan anak dengan volume otak yang lebih kecil dari ukuran normal biasanya memiliki kondisi fisik yang kurang sehat. Hal tersebutjika ditelusuriternyata berkaitan dengan asupan yang tidak mencukupi sebagai dampak dari kemiskinan.

    Studi yang dilakukan Joan membuktikan adanya kemiripan pola kondisi perkemangan otak pada anak-anak miskin. Namun, Joan juga menemukan faktor lain yang dapat menyelamatkan tumbuh kembang anak-anak dengan volume otak kecil.

    Faktor tersebut adalah pola pengasuhan yang baik. Sebab, seorang anak berisiko memiliki otak kecil ketika mereka menjalani kehidupan yang penuh tekanan dan stress. Kondisi tersebut bisa memburuk apabila orang tua si anak melakukan kekerasan atau tidak suportif.

    Joan menggunakan 145 anak berusia antara 612 tahun di sekitar St. Louis sebagai sampel penelitiannya. Selain dianalisis pada bagian otaknya, anak-anak tersebut dipantau perkembangannya sejak masa prasekolah melalui screening tahunan.

    Screening tersebut meliputi tes tingkat stress dan apakah anak-anak tersebut telah mencapai masa puber. Pada salah satu sesi, anak-anak itu beserta orang tuanya diobservasi bersamaan. Joan dan timnya meneliti bagaimana pola pengasuhan para orang tua anak-anak tersebut.

    Dari screening tersebut ditemui fakta bahwa anak-anak dari keluarga miskin cenderung memiliki otak kecil. Hal tersebut lebih dipengaruhi oleh kurangnya dukungan pengasuhan orang tua dalam menghadapi tekanan hidup yang dialami si anak.

    Meskipun belum dapat membuktikan apakah pola pengasuhan yang baik dapat mengubah volume otak anak, studi tersebut menemukan fakta bahwa anak miskin dengan masalah otak kecil lebih dapat mengatasi permasalahannya dengan pola pengasuhan yang suportif. Walau ditekan kemiskinan dan memiliki volume otak yang lebih kecil, anak-anak tersebut mampu tumbuh normal karena didukung oleh orang tua yang peka, penuh atensi, dan selalu menyokong secara emosional.

    Profesor pediatrik dari Harvard Medical School Charles Nelson menambahkan pola pengasuhan yang kurang suportif sayangnya lebih banyak dijumpai pada orang tua dengan latar belakang ekonomi kelas bawah.

    Ada latar belakangan tekanan dan stress yang mungkin membuat para orang tua tersebut tidak bersikap sebagaimana seharusnya mereka bersikap. Inilah yang perlu diubah, paparnya, seperti dilansir Tempo.com

    Untuk itu, sambungnya, sangat penting untuk mengetahui langkah intervensi apa yang tepat untuk menyelamatkan tumbuh kembang anak yang terhimpit tekanan kemiskinan dan memiliki ukuran otak lebih kecil.

    Intervensi itu harus dilakukan sejak dini, seperti melalui program prasekolah. Biologi sedikit banyak dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Pertanyaannya adalah kapan periode yang tepat ketika otak anak paling sensitif terhadap pengaruh. (Ls)

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Belum Ditemukan Dugaan Sabu di Kapal Win Long BH2998

    Metrobatam.com, Karimun - Petugas gabungan TNI, Polri dan Bea dan Cukai hingga Sabtu petang belum menemukan narkotika jenis sabu-sabu yang diduga dibawa kapal asing,...

    Ketua Korcab IV DJAB Serahkan Bantuan Kepada Yayasan Hang Tuah Tanjungpinang

    Metrobatam.com, Tanjungpinang - Ketua Kordinator Cabang (Korcab) IV Daerah Jalasenastri Armada Barat (DJAB) Ny. Irmelda R. Eko Suyatno selaku Anggota Pengawas Yayasan Hang Tuah...

    Pelaku Penggelapan Ditangkap Polsek Batam Kota

    Metrobatam.com, Batam - Jajaran Polsek Batam Kota berhasil mengamankan 1 (Satu) Orang Tersangka pelaku Tindak Pidana Penggelapan, Batam (24/02/2018) Tersangka merupakan karyawan toko King Of...

    Hanya Tunjukan KTP, Bayi David Alfian dapat Fasilitas Berobat Gratis

    Metrobatam.com, Bintan - David Alfian (5 bulan) Warga Kampung Bangun Rejo, Km.18 , Kecamatan Bintan Timur, Kijang. saat pertama kali datang ke RSUD Kabupaten...

    Tim Gabungan Polri- Bea Cukai Kembali Tangkap Kapal Diduga Angkut 3 Ton Sabu di...

    Metrobatam.com, Batam - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan tim gabungan Polri dan Bea-Cukai kembali menangkap kapal laut di perairan Kepulauan Riau (Kepri). Kapal itu...

    Kapolri dan Menkeu Ekspos Tangkapan Sabu 1,6 Ton di Batam

    Metrobatam.com, Batam - Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Menteri Keuangan Sri Mulyani mengecek lokasi dan barang bukti 1,6 ton sabu di Pelabuhan Sekupang, Batam,...

    Terciduk, Pengemis Ini Bawa Uang Rp 43 Juta

    Metrobatam, Tasikmalaya - Aparat Satpol PP Kota Tasikmalaya kaget saat menciduk Epon (49). Pengemis tersebut yang kedapatan membawa gepokan uang dan sejumlah perhiasan emas...

    Longsor Brebes, Tim SAR Temukan Potongan Jasad Korban

    Metrobatam, Jakarta - Tim pencarian dan penyelamatan (SAR) gabungan Polri, TNI dan Basarnas menemukan tiga potongan tubuh yang diduga merupakan korban longsor Bukit Lio,...

    Terdakwa Bom Thamrin Aman Abdurrahman Tolak Baca Eksepsi

    Metrobatam, Jakarta - Oman Rochman alias Aman Abdurrahman, terdakwa kasus teror bom Thamrin tahun 2016 menolak membacakan nota keberatan atau eksepsi di depan majelis...

    Wiranto dan Tito Sepakat Batalkan Jenderal Jadi Pj Gubernur

    Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto membatalkan usulan jenderal polisi sebagai Penjabat (Pj) Gubernur setelah berkoordinasi dengan Kapolri Jenderal...

    Duet Susi-Sri Mulyani Selamatkan Bayi Lobster Rp 14,4 M

    Metrobatam, Tangerang - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan keterangan terkait penggagalan penyelundupan benih lobster yang rencananya...

    PPP Duga Ada Orang Kuat di Balik Penyerangan Tokoh Agama, Partai Rame-rame Membantah

    Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy menduga ada orang kuat yang mendesain penyerangan terhadap ulama dan tokoh agama yang...
    BAGIKAN