Agar Terhindar Dari Depresi Anak , Coba Pola Pengasuhan Ini

    269

    depresi anak

    Metrobatam.com, Jakarta – Tidak semua anak beruntung dibesarkan di tengah keluarga yang berkecukupan secara ekonomi. Sebagian anak terpaksa hidup di dalam jurang kemiskinan, karena dilahirkan di tengah keluarga yang kurang mampu.

    Ironisnya, sebuah penelitian terbaru dari Washington University School of Medicine di St. Louis mengungkapkan anak-anak yang tumbuh di tengah kemiskinan cenderung mengalami perkembangan otak tak maksimal.

    Mereka ditengarai memiliki volume otak yang lebih kecil jika dibandingkan dengan anak-anak yang dibesarkan di tengah keluarga mampu. Namun, dengan cara pengasuhan yang tepat, anak dengan masalah volume otak sebenarnya tetap dapat tumbuh secara normal.

    Menurut hasil studi psikiater anak dari Washington University School of Medicine, Joan Luby, anak-anak yang lahir di tengah kemiskinan cenderung memiliki volume hippocampusdanamygdala lebih kecil dari ukuran normal.

    Kedua areal di otak tersebut memiliki peran penting sebagai penyimpan memori dan emosi pada manusia. Secara umum, volume otak yang lebih besarselama masih berada di ambang batas normalcenderung lebih sehat ketimbang otak yang kecil, kata Joan.

    Dia menjelaskan anak dengan volume otak yang lebih kecil dari ukuran normal biasanya memiliki kondisi fisik yang kurang sehat. Hal tersebutjika ditelusuriternyata berkaitan dengan asupan yang tidak mencukupi sebagai dampak dari kemiskinan.

    Studi yang dilakukan Joan membuktikan adanya kemiripan pola kondisi perkemangan otak pada anak-anak miskin. Namun, Joan juga menemukan faktor lain yang dapat menyelamatkan tumbuh kembang anak-anak dengan volume otak kecil.

    Faktor tersebut adalah pola pengasuhan yang baik. Sebab, seorang anak berisiko memiliki otak kecil ketika mereka menjalani kehidupan yang penuh tekanan dan stress. Kondisi tersebut bisa memburuk apabila orang tua si anak melakukan kekerasan atau tidak suportif.

    Joan menggunakan 145 anak berusia antara 612 tahun di sekitar St. Louis sebagai sampel penelitiannya. Selain dianalisis pada bagian otaknya, anak-anak tersebut dipantau perkembangannya sejak masa prasekolah melalui screening tahunan.

    Screening tersebut meliputi tes tingkat stress dan apakah anak-anak tersebut telah mencapai masa puber. Pada salah satu sesi, anak-anak itu beserta orang tuanya diobservasi bersamaan. Joan dan timnya meneliti bagaimana pola pengasuhan para orang tua anak-anak tersebut.

    Dari screening tersebut ditemui fakta bahwa anak-anak dari keluarga miskin cenderung memiliki otak kecil. Hal tersebut lebih dipengaruhi oleh kurangnya dukungan pengasuhan orang tua dalam menghadapi tekanan hidup yang dialami si anak.

    Meskipun belum dapat membuktikan apakah pola pengasuhan yang baik dapat mengubah volume otak anak, studi tersebut menemukan fakta bahwa anak miskin dengan masalah otak kecil lebih dapat mengatasi permasalahannya dengan pola pengasuhan yang suportif. Walau ditekan kemiskinan dan memiliki volume otak yang lebih kecil, anak-anak tersebut mampu tumbuh normal karena didukung oleh orang tua yang peka, penuh atensi, dan selalu menyokong secara emosional.

    Profesor pediatrik dari Harvard Medical School Charles Nelson menambahkan pola pengasuhan yang kurang suportif sayangnya lebih banyak dijumpai pada orang tua dengan latar belakang ekonomi kelas bawah.

    Ada latar belakangan tekanan dan stress yang mungkin membuat para orang tua tersebut tidak bersikap sebagaimana seharusnya mereka bersikap. Inilah yang perlu diubah, paparnya, seperti dilansir Tempo.com

    Untuk itu, sambungnya, sangat penting untuk mengetahui langkah intervensi apa yang tepat untuk menyelamatkan tumbuh kembang anak yang terhimpit tekanan kemiskinan dan memiliki ukuran otak lebih kecil.

    Intervensi itu harus dilakukan sejak dini, seperti melalui program prasekolah. Biologi sedikit banyak dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Pertanyaannya adalah kapan periode yang tepat ketika otak anak paling sensitif terhadap pengaruh. (Ls)

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Ini Gagasan dari Urban Nexus ke 7 untuk Pemko Tanjungpinang

    Metrobatam.com, Tanjungpinang - Berakhir sudah kegiatan Regional Workshop Ke 7 Urban nexus yang dilaksanakan di Hotel CK Tanjungpinang selama 3 hari. Oleh Deutsche Gesellschaft...

    Tim Patroli Laut KPU BC Tipe B Batam Tangkap Kapal Penyeludup Ribuaan Burung Kacer...

    Metrobatam.com, Batam - Tim Patroli Laut KPU BC Tipe B Batam gagalkan penyeludupan ribuaan Burung Kacer dari Malaysia di Pelabuhan Tikus, Tiban Mentarau, Sekupang...

    Wako Tanjungpinang Lis Darmansyah Tunggu Keputusan Menpan RB Terkait Kurangnya Tenaga Pengajar

    Metrobatam.com, Tanjungpinang - Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah menyebutkan bahwa Kota Tanjungpinang saat ini masih kekurangan 465 guru SD maupun SMP. "Setelah kita evaluasi secara total,...

    ‘Presidential Threshold’ Untungkan Parpol Rugikan Capres 2019

    Metrobatam, Jakarta - Undang-undang yang bakal mengatur Penyelenggaraan Pemilu akhirnya disahkan, Jumat (21/7) dini hari WIB. Namun, pengesahan UU Pemilu itu tak terjadi dengan lancar....

    Ada Lagi Ormas Terindikasi Anti-Pancasila, Siapa Dia?

    Metrobatam, Jakarta - Pasca-pembubaran HTI, Polri menemukan ada indikasi ormas-ormas anti-Pancasila. Ormas itu sedang diawasi. Siapa mereka? Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul...

    Diduga Perkosa Anak di Bawah Umur, Bek Sriwijaya FC Ditahan

    Metrobatam, Jakarta - Bek Sriwijaya FC, Marco Sandy Meraudje, ditahan Kepolisian Resor Kota Palembang setelah diduga menganiaya dan memperkosa anak di bawah umur, Kamis...

    Sita 1.161 Ton Beras, Kapolri: Negara Rugi Ratusan Triliun Rupiah

    Metrobatam, Bekasi - Sebanyak 1.161 ton beras milik PT Indo Beras Unggul (PT IBU) di Kabupaten Bekasi disita Satgas Pangan. Kapolri Jenderal Tito Karnavian...

    Penundaan Gaji PNS ke-13 jadi Biang Kerok Pelemahan Daya Beli

    Metrobatam, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat pelemahan daya beli masyarakat selama Juni 2017. Inilah yang menjadi salah satu bahan pertimbangan BI dalam memutuskan...

    Gunung Sinabung Terus Bergejolak, Pemerintah Daerah Tunggu Arahan BNPB

    Metrobatam, Medan - Sudah hampir 1 bulan terakhir Gunung Api Sinabung kembali bergejolak. Bahkan Pusat Vulkanologi, Mitigasi, dan Bencana Geologi (PVMBG) mencatat Sinabung setiap...

    Trump Mengklaim ISIS Jatuh Sangat Cepat

    Washington DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mulai runtuh. Klaim ini disampaikan...

    BNN Bersama GANN Kota Batam Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional

    Metrobatam.com, Batam - GANN adalah singkatan dari Generasi Anti Narkotika Nasional, yaitu sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat berbasis massa yang lahir dan berangkat dari keprihatinan...

    41 Rumah Terbakar di Medan, BPBD Dirikan Posko Pengungsian di Masjid

    Metrobatam, Medan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan mendirikan posko untuk ratusan korban kebakaran yang terjadi pada Kamis (20/7/2017) malam hingga Jumat...