Ajaib, Guru Honorer Tak Masuk 3 Bulan Tetap Digaji dan Tidak Dipecat

2206

Metrobatam.com, Tanjungpinang – Oknum Tenaga Pendidik Non Aparatur Negeri Sipil (ASN), di Provinsi Kepulauan Riau, Fera Komarita, SPd tetap menerima gaji sebagai tenaga pendidik yang gajinya melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kepri. Dan tidak dipecat walaupun tidak masuk kerja selama 3 bulan.

Fera tercatat sebagai honorer Non ASN berdasarkan SK dari Gubernur Kepri Tenaga Non ASN Nomor 401 tahun 2017. Pengangkatannya sebagai Guru Bimbingan Konseling di SMA Negeri 3 Tanjungpinang terhitung tanggal 1 April hingga 31 Desember 2017, ditandatangani langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Arifin Nasir mewakili Gubernur Kepri, tertanggal 31 Maret 2017.

Selama ditungaskan di SMA Negeri 3 Tanjungpinang, Fera tidak juga masuk kerja atau menjalankan tugas.

Hal ini dibuktikan berdasarkan surat keterangan dari Kepala SMA Negeri 3, Dr. Darson, MSi yang menyatakan bahwa Fera Komarita terhitung tanggal 7 Juni 2017 tidak melapor dan menjalankan tugas.

Sebelum diangkat sebagai Tenaga Pendidik Non ASN, Fera memiliki latar belakang sebagai Tenaga Pendidik honorer di SMA Negeri 2 Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan.

Selama bekerja di SMA Negeri 2 Bintan Pesisir melakukan hal yang sama, tidak masuk kerja dan namanya juga tidak tercantum dalam absen.

Dari SK Komite SMA Negeri 2 dan SK Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan ini, yang bersangkutan memiliki modal persyaratan untuk mengajukan diri sebagai tenaga pendidik Non ASN Provinsi Kepri.

Berdasarkan salah satu sumber yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan bahwa Fera selama tidak masuk kerja sering berada di Kalimantan.

“Sejak tidak masuk dan ia ini sering berada di Kalimantan,” ungkap sumber.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Arifin Nasir sebelumnya berjanji akan memecat dan menarik gaji dari Oknum Tenaga Non ASN ini.

Tetapi pada hari ini, 5 Juli 2017, Fera Komarita berdasarkan pengakuan Arifin telah ditarik ke Dinas Pendidikan Kepri, ditempatkan sebagai staff.

“Berdasarkan keterangan Kepala Sekolah SMA Negeri 3, yang bersangkutan memiliki masalah keluarga hingga membuatnya tidak masuk kerja. Untuk itu dilakukan pembinaan,” ungkap Arifin

Hal ini berbanding terbalik dengan aturan SK yang ia tandatangani atas nama Gubernur Kepri. Poin ke empat menyatakan bahwa Tenaga Pendidik Non ASN tersebut dapat diberhentikan apabila tidak melaksanakan tugas dan melanggar ketentuan kepegawaian yang berlaku serta akan menuntut dengan alasan apapun untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil.

Miris, oknum Tenaga Pendidik Non ASN Provinsi Kepri tersebut tetap menerima gaji buta dan tidak dipecat, hal tersebut menjadi tanda tanya besar, ada apa ?

Budi Arifin

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Wali Kota Tegal Divonis 5 Tahun Penjara

Metrobatam, Jakarta - Majelis hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang menjatuhkan vonis lima tahun penjara, kepada Wali Kota nonaktif Tegal, Siti Masitha. Dia...

Dikawal 4 Pesawat Tempur, Panglima TNI ke Natuna Tinjau Pangkalan Militer

Metrobatam, Jakarta – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berkunjung ke Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau. Saat terbang ke sana, Hadi mendapat pengawalan ekstra ketat. Empat...

PKS Luruskan Hoax Kader Komentar ‘Kartini Pemuas Seks Belanda’

Metrobatam, Jakarta - Komentar seseorang bernama Ahmada Al Fatih yang menghina Kartini dikait-kaitkan dengan PKS. Foto seseorang berjas PKS digabungkan dengan komentar itu. Bagaimana...

Menkumham Setuju Hukuman Cambuk Dilakukan di Area Lapas

Metrobatam, Jakarta – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly setuju eksekusi hukuman cambuk bagi pelanggar syariat di Aceh dila‎ksanakan di...

Dokter RS Premier Ngaku Tak Pernah Beri Rekam Medis Setnov ke Fredrich Yunadi

Metrobatam, Jakarta - Dokter RS Premier Glen S Dunda mengaku, tidak pernah memberi rekam medis terdakwa kasus korupsi e-KTP Setya Novanto (Setnov) kepada pengacara...

Bos First Travel Akui Gaji Rp 1 M dan Beli Restoran di London

Metrobatam, Depok - Hakim menanyai bos First Travel, Andika Surachman soal nilai gajinya yang mencapai Rp 1 miliar tiap bulan. Menurut Andika, gaji sebesar...

Jenazah Wakapolres Labuhanbatu Dimakamkan secara Militer di Kampung Halamannya

Metrobatam, Medan – Wakapolres Labuhanbatu, Sumatera Utara, Kompol Andi Chandra, yang tewas setelah kapal yang ditumpanginya bersama 6 pejabat utama Polres Labuhanbatu tenggelam di...

Ketua DPRD Kepri Minta KPID Tangkal Penyebaran Hoax Melalui Siaran

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Ketua DPRD Provinsi provinsi Kepri Jumaga Nadeak, meminta agar Komisi Penyiaran Informasi Daerah (KPID) setempat berperan aktif menangkal penyebaran hoax melalui...

Ditpolairud Polda Kepri MoU dengan DPC INSA Batam Serta Luncurkan Aplikasi Sipopeye Kepri

Metrobatam.com, Batam - Dirpolairud Polda Kepri meluncurkan aplikasi SIPOPEYE KEPRI dan lakukan Penandatanganan (Memorandum of Understanding) MoU bersama DPC INSA Batam, Jumat (20/4/2018) pagi di...

Tiga Penari Erotis di Batam Hanya Pekerja Lepas

Metrobatam, Batam - Tiga penari erotis di Dataran Engku Putri, Batam Center, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) pada Sabtu, 14 April 2018 lalu diketahui hanya...

‘Sentilan’ SBY dan Polemik Kasus Century

Metrobatam, Jakarta - Presiden keenam Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, membuat pernyataan mengejutkan melalui akun media sosial Twitter pribadinya, @SBYudhoyono, pada Selasa (17/4). SBY menyampaikan...

Asyik Pesta Narkoba, 5 Pelajar Ditangkap di Rumah Kosong

Metrobatam, Pekanbaru - Bukannya mengisi waktu dengan hal positif, sekelompok remaja ini malah melakukan perbuatan tercela dan melanggar hukum. Para remaja yang semua masih...
BAGIKAN