Metrobatam, Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin tak khawatir dengan rencana Pemimpin Redaksi Tabloid Obor Rakyat Setiyardi Budiono yang berencana menerbitkan kembali tabloid tersebut bulan depan atau menjelang Pilpres 2019.

Juru Bicara TKN Jokowi-Ma’ruf, Arya Sinulingga berharap pihak-pihak yang ingin menghidupkan kembali Obor Rakyat bisa belajar dari pengalaman pada Pilpres 2014. Ketika itu, kata Arya, Obor Rakyat membuat berita bohong dan berisi kebencian.

   

“Jadi kita harapkan mereka, kawan-kawan itu dengan sadar membuat media yang baik lah bagi semua dan berguna untuk semua,” kata Arya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (9/1).

Kehadiran Obor Rakyat pada Pilpres 2014 dipermasalahkan karena dianggap telah menyebar berita bohong.

Saat itu Setiyardi dan Redaktur Pelaksana Obor Rakyat Darmawan Sepriyosa dipolisikan karena diduga menebar fitnah terhadap Jokowi. Di pengadilan, keduanya divonis bersalah dan dijatuhi hukuman delapan bulan penjara. Saat ini keduanya menjalani masa cuti bersyarat dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham.

Arya yakin Setiyardi dan Darmawan tak akan masuk ke lubang yang sama dengan menerbitkan tulisan-tulisan tak valid dan bohong. Arya berharap Obor Rakyat menjadi media yang baik bagi Indonesia.

“Kalau melakukan lagi kan berati mereka niatnya bukan lagi niat membuat sebuah media yang memang bertujuan sebagai pilar demokrasi ya,” tuturnya.

Lebih lanjut, Arya tak mempersoalkan bila Setiyardi dan Darmawan mendukung pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Hanya saja Arya menyarankan keduanya menyampaikan secara terbuka bahwa Obor Rakyat adalah media partisan terhadap pasangan nomor 02 tersebut.

“Kemudian kalau mereka melakukan fitnah itu kan sudah urusan ranah hukum. Jadi kita berbaik sangka saja terlebih dahulu kepada mereka,” ujar Arya.

Setiyardi sebelumnya menyatakan tengah berbenah dan mempersiapkan penerbitan kembali Obor Rakyat. Rencananya Obor Rakyat akan berstatus badan hukum. Tim juga sedang menentukan lokasi kantor untuk dijadikan tempat memproduksi berita.

Mantan jurnalis majalah berita mingguan Tempo ini mengklaim masih banyak masyarakat yang menunggu Obor Rakyat terbit kembali. Dia memastikan bakal meningkatkan kredibilitas berita Obor Rakyat.

“Jika kami tidak kredibel, kami ditinggalkan pembaca. Tetapi buktinya kan Obor Rakyat banyak yang nunggu,” kata dia kepada CNNIndonesia.com, Selasa (8/1).

Setiyardi mempertimbangkan perubahan format Obor Rakyat dari cetak ke media online. Namun dia belum mau mengungkap banyak soal isu yang diangkat Obor Rakyat.

Dewan Pers Beri Catatan

Dewan Pers menanggapi rencana penerbitan kembali tabloid Obor Rakyat, yang sempat memancing gaduh jelang Pilpres 2014. Ketua Dewan Pers, Yosep Stanley Adi Prasetyo mengatakan pihaknya membuka kepada siapa pun yang berniat melayani kepentingan publik atas hak informasi.

“Tapi perlu diingat atas ingatan publik terhadap apa yang terjadi dengan Obor Rakyat sebelumnya,” kata Stanley kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Kamis (10/1).

Dewan Pers, kata dia, belum dapat memberikan tanggapan apapun atas rencana tersebut. Menurut dia, Dewan Pers menilai berdasarkan produk, bukan berdasarkan niat. Namun Stanley mengingatkan, dengan catatan status cuti bersyarat kepada Setiyardi dan Darmawan Sepriyossa, harus dijadikan pertimbangan penting untuk tidak lagi mengulangi kesalahannya dengan membuat berita fitnah ataupun hoaks.

Ihwal nama Obor Rakyat pun yang akan diajukan, kata Stanley, tak menjadi persoalan. Ini lantaran pada saat pertama kali Obor Rakyat berdiri dan terbit pun, kata Stanley, tidak terdaftar di Dewan Pers.

“Dewan Pers pun menyatakan saat itu Obor Rakyat bukan produk jurnalistik,” ujarnya.

Dalam bisnis media, kata Stanley, public trust merupakan komponen penting. Menurut dia, jika tidak ada lagi kepercayaan dari masyarakat, rencana kembali pendirian media harus dipertimbangkan lagi lebih dalam.

“Kecuali ada sponsor politik di baliknya. Selebihnya, kami membuka kesempatan, asalkan segala hal terkait syarat pendirian media, seperti badan hukum, harus terpenuhi,” ujarnya.

Ketentuan bahwa perusahaan pers harus berbentuk badan hukum ini ditegaskan dalam Pasal 9 ayat (2) UU Pers bahwa setiap Perusahaan Pers harus berbentuk badan hukum Indonesia.

Di pasal 12, perusahaan pers juga wajib mengumumkan nama, alamat dan penanggung jawab secara terbuka melalui media yang bersangkutan; khusus untuk penerbitan pers ditambah nama dan alamat percetakan.

Diketahui sebelumnya, Pemimpin Redaksi Tabloid Obor Rakyat Setiyardi Budiono menyatakan pihaknya akan kembali menerbitkan Obor Rakyat menjelang Pilpres 2019.

“Saya berharap bulan depan sudah bisa terbit,” ujar Setiyardi saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (8/1) malam.

Setiyardi dan timnya saat ini tengah melakukan pembenahan untuk memperkuat Tabloid Obor Rakyat seperti pembentukan badan hukum dan penentuan kantor untuk dijadikan tempat memproduksi berita.

Mantan jurnalis Majalah Tempo ini mengklaim masih banyak masyarakat yang menunggu Obor Rakyat untuk diterbitkan kembali. Dia memastikan bakal meningkatkan kredibilitas berita yang akan diangkat Obor Rakyat. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Survei: NasDem Bakal Salip Posisi Demokrat di Pileg 2019

Metrobatam, Jakarta - Charta Politika Indonesia merilis hasil survei yang menyebutkan bahwa Partai Nasional Demokrat (Nasdem) bakal masuk di lima besar pemenang Pemilihan Legislatif...

5 Aturan Makan Tak Lazim Ini Diterapkan Untuk Keluarga Kerajaan Inggris

Metrobatam, Jakarta - Keluarga kerajaan Inggris punya aturan tak lazim terkait makanan yang dikonsumsi. Sederet peraturan itu harus dipatuhi seluruh anggota keluarga di Buckingham...

Polres Bengkalis Amankan Kapal Berisi 37 Kg Sabu, Pelaku Ternyata Mantan Sipir

Metrobatam, Pekanbaru - Sebuah pompong (kapal kayu) diamankan Polres Bengkalis di Peraian Kembung, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Riau. Kapal tersebut diamankan karena di dalamnya...

Ini Penyebab Pesawat Ethiopian Airlines Dipaksa Mendarat di Batam

Metrobatam, Batam - Proses pemeriksaan terhadap pesawat milik maskapai Ethiopian Airlines masih terus berlangsung. Dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui pesawat cargo tersebut mengangkut mesin...

Buron 8 Tahun, Terdakwa Kasus Korupsi Pembuatan Perda Diamankan di Bandung

Metrobatam, Serang – Seorang buron bernama Nandang Suryana, terdakwa kasus korupsi pembuatan perda dan non perda serta markup pembayaran pajak pengadaan barang dan jasa...

Yusril: Ma’ruf Amin akan Fokus Jawab Pertanyaan Debat soal Terorisme

Metrobatam, Jakarta - Penasihat hukum Jokowi-Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra, mengatakan sang cawapres akan berfokus menjawab pertanyaan debat soal terorisme. Apa alasannya? "Karena lebih banyak...

Kesbangpol Lingga Gelar Sarasehan Harmonisasi Antar Etnis 2019

Metrobatam.com, Lingga - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Lingga mengelar Sarasehan, di Lela Sungai Pinang, Kecamatan Lingga Timur, Rabu (16/1/2019), sekitar pukul 09.30 WIB. Wakil...

Pemkap Lingga dan IPB Perkuat Kerjasama Pertanian

Metrobatam.com, Bogor - Tekad Pemerintah Kabupaten Lingga untuk menjadikan bumi Bunda Tanah Melayu sebagai daerah yang unggul di bidang pertanian terus digesa dengan menggandeng...

Capai 2,5 Miliar Batang, Ketua KPK: Kuota Rokok di Batam Melebihi Jumlah Penduduk

Metrobatam, Batam - Berdasarkan penelitian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kuota rokok di Batam, Kepulauan Riau (Kepri) melebihi kebutuhan masyarakat. Hal ini disampaikan Ketua KPK Agus...

Profil Moderator Debat Capres Perdana 2019

Metrobatam, Jakarta - Debat capres-cawapres untuk Pilpres 2019 edisi perdana akan digelar nanti malam. Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan tema pada debat perdana mengangkat...

Legiman Pengemis yang Ngaku Punya Kekayaan Rp.1,425 Miliar, Benar atau Bohong?

Metrobatam, Pati - Seorang pengemis di Kabupaten Pati, Legiman, mengakui memiliki kekayaan sebesar Rp1,425 miliar. Kekayaannya yaitu berupa tabungan yang disimpan di salah satu...

Ini yang Bikin Sri Mulyani Khawatir di 2019

Metrobatam, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani menilai tahun ini perekonomian global masih akan mengalami gejolak. Hal itulah yang menjadi kekhawatirannya dalam menjaga ekonomi...