Akhirnya Kapal Pelni Akan Singgah di Tambelan

1164

Metrobatam.com, Tanjungpinang – Perseroan Terbatas Pelni dalam rapat dengar pendapat dengan DPRD Provinsi Kepulauan Riau menyatakan segera mengupayakan KM Lawit atau Bukit Raya berlayar dan sandar di Pulau Tambelan, Kabupaten Bintan.

“KM Bukit Raya atau Lawit akan berlayar dan sandar di Tambelan sampai KM Sabuk Nusantara 30 dan 39 selesai diperbaiki dalam waktu secepatnya sebelum Ramadhan,” kata General Manajer PT Pelni Tanjungpinang Rudy dalam rapat pendapat di Kantor DPRD Kepri, Kamis.

Dalam rapat yang dipimpin Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak, dia mengemukakan permasalahan alat transportasi laut dari Pulau Bintan (Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan) menuju Kecamatan Tambelan akan dibahas dengan Kementerian Perhubungan, besok.

“Kami akan rapat besok di Kementerian Perhubungan untuk mengalihkan kapal yang dikelola Pelni ke Tambelan,” ujarnya.

Rapat dengar pendapat tersebut sebagai realisasi dari janji DPRD Kepri untuk menuntaskan permasalahan keterisoliran Pulau Tambelan, sebagaimana yang dikeluhkan warga pulau itu baru-baru ini.

Kepala Dinas Perhubungan Kepri Muramis mengatakan Pemprov Kepri akan menyiapkan kapal ke Tambelan yang disewa dari pihak ketiga jika Pelni tidak dapat mengatasi permasalahan tersebut. “Diupayakan agar tetap ada kapal berlayar ke Tambelan,” ujarnya.

Jumaga Nadeak mengatakan DPRD Kepri mengawasi tindak lanjut langkah yang dilakukan Pelni untuk masalah transportasi.

Sementara Ketua Komisi I Sukhri Farial menyesalkan Pelni tidak melakukan koordinasi dengan Pemprov Kepri saat kapal Sabuk Nusantara rusak.

“Pelni baru melakukan koordinasi setelah kapal tidak berjalan tiga bulan. Ke depan hal tersebut jangan sampai terjadi lagi,” kata Sukhri.

Ketua Komisi II DPRD Kepri Ing Iskandarsyah mengatakan ke depan Pemprov Kepri harus menganggarkan Rp2,5 miliar untuk mensubsidi kapal ke Tambelan supaya transfortasi tidak terputus.

Sementara tokoh masyarakat Tambelan, Robby Patria mengatakan, jika kapal Bukit Raya dan Lawet menggantikan Sabuk Nusantara sementara waktu, maka rute kapal Bukit Raya harus sama dengan jadwal Sabuk Nusantara.

Kalau berangkat dari Tanjungpinang atau Bintan sampai ke Tambelan tiga hari, maka rentang kendali terlalu jauh. “Masak dari ibu kota ke kecamatan memerlukan tiga hari,” ujarnya. (mb/Antara)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Luhut Minta Masuknya Pekerja China Tak Dijadikan Isu SARA

Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan berharap, masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China tidak digulirkan sebagai isu Suku, Agama,...

Polisi Undang Ahli untuk Pelajari Pidato Pribumi Anies

Metrobatam, Jakarta - Badan Reserse Kriminal Polri masih mempelajari dugaan tindak pidana diskriminatif ras dan etnis yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Anies diduga...

MK Pupuskan Mimpi 4 Bupati Pulau Garam Bikin Provinsi Madura

Metrobatam, Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) memupuskan mimpi para kepala daerah di Madura yang menginginkan dibentuknya Provinsi Madura. MK menyatakan syarat provinsi minimal 5...

Miris! Tiga Anak Bawah Umur Ini Silih Berganti ‘Begituan’ di WC

Metrobatam, Pontianak - Kids jaman now. Kalimat gabungkan dua bahasa dengan arti 'anak-anak jaman sekarang' ini memang lagi trend. Betapa tidak, kenakalan-kenakalan anak-anak diera...

Wajah Digerogoti Kanker, Mbah Jiyem Bertahan dengan Obat Puskesmas

Metrobatam, Boyolali - Kondisi wajah Mbah Jiyem digerogoti kanker. Meski sudah pernah dioperasi, kondisinya tak semakin membaik. Mbah Jiyem tidak bisa menjalani kemoterapi karena...

Begini Cara Pantau Lokasi Teman di WhatsApp

Metrobatam, Jakarta - WhatsApp mengumumkan fitur baru yang penting, Live Location. Banyak yang penasaran, bagaimana cara menggunakan fitur yang bisa digunakan sebagai pemantau lokasi...

Realisasi Fisik Capai 70,38 Persen, Bupati Bintan Tegaskan Seluruh OPD Segera Penuhi Target

Metrobatam.com, Bintan - Diketahui saat Rakor Evaluasi Pembangunan Triwulan ke lII Tahun 2017, bahwa Laporan Realisasi Kinerja Pembangunan Fisik Kabupaten Bintan sudah mencapai angka...

Kesal Kena Tilang, Pegawai Dinas PU Ini Matikan Aliran Air ke Asrama Polisi

KAYONG UTARA, – Kesal karena ditiling polisi, seorang pegawai kontrak di UPT Air Bersih Dinas Pekerjaan Umum Kota Sukadana, Kayong Utara, Kalimantan Barat, sengaja merusak sistem...

Jakarta Masuk 10 Kota Paling Berbahaya di Dunia Bagi Perempuan

London - Jakarta berada di peringkat sembilan dalam daftar kota besar atau megacity yang paling berbahaya di dunia untuk perempuan, berdasarkan survei Yayasan Thomson...

Cerita Mengerikan Perempuan yang Lolos dari Kelompok ISIS

Baghdad - Komunitas Syiah Turkmenistan di Irak menjadi sasaran penganiayaan brutal oleh kelompok yang menamakan diri negara Islam (ISIS). Seorang perempuan, yang meminta untuk tidak...

PR PLN: Terangi 104 Desa di Kepri yang Belum Teraliri Listrik

Metrobatam, Batam - Ternyata masih cukup banyak desa terpencil Kepulauan Riau (Kepri) yang masih belum teraliri listrik. Perusahaan Listrik Negara (PLN) mencatat saat ini...

Innalillahi! Diduga Ditusuk, Ketua DPRD Kolaka Utara Meninggal Dunia

Metrobatam, Kendari - Ketua Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Musakkir Sarira meninggal dunia akibat luka tusuk, Rabu. Kasubbid Pidana Polda...
BAGIKAN