Anak Buah Fredrich Akui Diminta Cek Kamar Sebelum Novanto Tabrakan

1493

Metrobatam, Jakarta – Anak buah Fredrich Yunadi, Achmad Rudyansyah, mengaku pernah diminta mengecek kondisi kamar di RS Medika Permata Hijau pada 16 November 2017. Saat itu, ia mengaku tak diberitahu oleh Fredrich tujuan pengecekan kamar tersebut.

“Anda datang ke situ atas perintah?” kata hakim ke Achmad yang bersaksi dalam sidang lanjutan perkara perintangan penyidikan Setya Novanto dengan terdakwa dr Bimanesh Sutarjo di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (2/4).

“Kantor kami dekat dengan rumah sakit Permata Hijau, itu kira-kira pukul 15.00 WIB saya diperintahkan oleh pak Yunadi untuk mengecek fasilitas di RS Permata Hijau. Dalam rangka apa saya tidak tahu,” ucap Achmad.

Achmad mengatakan Fredrich memberi nomor salah satu dokter di RS Permata Hijau yang bernama dr Elisa. Namun, belakangan ia tahu dokter tersebut bernama dr Alia.

“Saya selalu bertanya dengan beliau, pak kira-kira kalau ke sana ada referensi tidak bertemu dengan siapa. Kalau tidak ada dia bilang ya saya langsung ke sana saja. Waktu itu dikasi nomor telepon dr Elisa. Tapi waktu ditunjukkan fotonya itu dr Alia, setahu saya perintahnya itu Elisa, setelah ditunjukkan dalam penyidikan yang saya temui ya dr Alia itu,” ucap Achmad.

Setelah bertemu dengan dr Alia, ia diajak ke ruang VIP di lantai 3. Achmad mengaku sempat mengambil foto kamar VIP dan fasilitas yang ada di dalam kamar tersebut.

Ia kemudian menyebut Fredrich datang menyusul ke RS Permata Hijau. Saat tiba, Fredrich langsung mengobrol berdua dengan dr Alia di dalam kamar VIP, sementara Achmad mengaku menunggu di luar.

Achmad sendiri mengetahui Novanto masuk ke RS Permata Hijau dari media. Ia juga mengaku tahu soal kamar yang diceknya digunakan untuk Novanto pada keesokan harinya.

Ia kemudian mengaku Fredrich meminta dirinya untuk ke rumah sakit pada 17 November 2017. Namun, Achmad mengaku tidak bisa masuk ke ruang VIP lantai 3 karena kondisi rumah sakit yang terlalu padat dan akhirnya ia kembali ke kantor karena ada klien lain yang datang.

Saat giliran jaksa bertanya, Achmad menyatakan ia tak tahu soal penyebab kecelakaan Novanto. Ia juga menyebut Fredrich juga mengaku tak tahu apa yang menjadi penyebab kecelakaan Novanto.

Selain itu, Achmad menyebut biaya perawatan Novanto diurus oleh Fredrich, namun ia tak tahu pembayaran itu menggunakan uang siapa. Pembayaran itu dilakukan saat Novanto akan dipindahkan ke RSCM.

“Kalau penyelesaian pembayaran itu pak FY (Fredrich Yunadi). Setelah SN (Setya Novanto) masuk dan akan dipindahkan ke RSCM,” ujar Achmad. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Imam Besar Masjid Raya New York Asal Sulsel Bangun Pesantren Pertama di AS

Metrobatam, Jakarta - Imam Besar Masjid Raya New York, Amerika Serikat Muhammad Shamsi Ali berencana membangun pesantren Nusantara Madani. Pesantren itu akan dibangun di...

Rizal Ramli Buka ‘Akal-akalan’ Boediono di Indover – Century

Metrobatam, Jakarta - Pengamat ekonomi Rizal Ramli membeberkan dugaan kejahatan yang dilakukan oleh mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono terkait dengan rencana penyelamatan Bank Indonesia...

Ancaman Hukuman Mati Menanti Penyelundup 1,6 Ton Sabu

Metrobatam, Jakarta - Gerombolan penyelundup 1,6 ton sabu di Batam, Kepulauan Riau, terancam hukuman maksimal. Jaksa Agung M Prasetyo memastikan langsung agar mereka mendapatkan...

Dirut Pertamina Elia Dicopot karena Minyak Tumpah dan Kelangkaan Premium

Metrobatam, Jakarta - Elia Massa Manik dicopot dari Direktur Utama PT Pertamina (Persero). Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)...

Menaker: Aturan Baru Tenaga Kerja Asing Jangan Buat Adu Domba

Metrobatam, Jakarta - Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri meminta semua pihak tidak mengadu domba pemerintah dengan masyarakat soal aturan baru tenaga kerja asing. Ia...

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan pada 17 Mei

Metrobatam, Jakarta - Pengurus Pusat Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan tahun ini jatuh pada 17 Mei mendatang. Sedangkan 1 Syawal 1439 Hijriah atau Hari Raya...

Pimpinan KPK: TPPU untuk Novanto Harus Jalan

Metrobatam, Jakarta - KPK bicara soal penerapan jeratan tindak pidana pencucian uang (TPPU) untuk Setya Novanto. Namun, kepastian soal itu masih memerlukan kajian mendalam...

Kemlu Sebut Ada 2 Ribu WNI yang Berada di Suriah

Metrobatam, Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) sebut masih ada sekitar 2 ribu warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Suriah. Mayoritas WNI di...

Ini Kata Mendag soal Dampak Positif dan Negatif Libur Lebaran Ditambah

Metrobatam, Jakarta - Cuti bersama Lebaran ditambah 3 hari. Menanggapi hal ini, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menjelaskan tambahan libur itu ada dampak positif...

Kapolri: Polisi Jadi Bandar Narkoba Tembak Mati!

Metrobatam, Pekanbaru - Anggota Polri yang tersandung masalah hukum diperintahkan untuk tetap diusut tuntas. Bagi yang terlibat narkoba hingga menjadi bandar narkoba diminta untuk...

Polisi Minta Anak Buah Big Bos Miras Maut Serahkan Diri

Metrobatam, Bandung - Polisi meminta empat anak buah Samsudin Simbolon, bos miras oplosan maut, yang masih buron menyerahkan diri. "Kita minta supaya menyerahkan diri. Karena...

Helikopter Jatuh di Morowali, 1 Orang Tewas

Metrobatam, Jakarta - Sebuah helikopter jatuh di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Morowali, Sulawesi Tengah. Satu orang tewas dalam insiden itu, tetapi...
BAGIKAN