Anak Durhaka, Jeritan Hati Seorang Ayah Ditinggal Anaknya di Malam Takbiran

778

Metrobatam.com, Surabaya – Hari Raya Idul Fitri menjadi momen bagi keluarga untuk berkumpul dan melepas kerinduan. Namun tidak bagi Samanto asal Brebeg, Nganjuk.

Pada Hari Kemenangan ini, dia justru dibuang oleh anak kandungnya sendiri di jalan. Hal itu dilakukan pada malam takbiran.

Takbiran wingi, anakku sing mbarep ngejak metu numpak mobil, aku takok ape dijak nang ndi aku, aku dikongkon meneng ae, ternyata aku didukno nang embong.” (Takbiran kemarin anak sulungku mengajak keluar aku lalu diturunkan di jalan)

Samanto sendiri lupa berapa usianya saat ini. Yang dia tahu saat ini berada di Surabaya, tepatnya di Griya Werda, kelolaan Dinas Sosial Kota Surabaya, dan itu bukan karena keinginannya.

Satu yang tak bisa lepas dari ingatannya. Saat semua orang menantikan malam kemenangan melalui gema takbir, saat itu pula ia ditelantarkan oleh anak kandungnya di jalan raya salah satu ruas sudut kota Surabaya.

Sik iling aku waktu iku, disuruh lungguh nang dalan, terus montore lungo ninggal aku dewean. Onok wong nggawe seragam (Satpol PP), aku diangkut, dideleh kene, anakku mbuak aku(seingatku waktu itu aku disuruh duduk di jalan lalu mobilnya pergi. Kemudian ada orang memakai seragam (Satpol PP),” ucapnya sambil tak terasa air mata mengalir di pipinya, Jumat (8/7/2016).

Samanto mengakui anaknya memang terbilang kejam. Selain membuang dirinya, anaknya juga sempat menyiksa ibu kandung sendiri.

Aku stroke, anakku kejem. Nang omah mak’e yo di-idek-idek, aku wis ngomong, Nduk iki wong tuwomu, ojok tego ngono (Aku stroke, anakku kejam. Di rumah ibunya juga diinjak-injak, aku sudah bilang, Nduk ini orangtuamu, jangan setega itu),” ucapnya sambil menerawang mengingat kondisi rumahnya di Brebeg, Nganjuk.

Saat ini, karena perlakuan anak sulungnya itu, Samanto tidak tahu kemana istrinya pergi. Keduanya sengaja dipisahkan.

Nang omah aku gak oleh metu, aku dikongkon nang kamar terus, de’e isin aku loro ngene. Isin karo tonggo, isin karo kancane (Di rumah aku gak boleh kelaur, aku disuruh di dalam kamar terus, dia malu aku sakit seperti ini. Malu dengan temannya),” ujarnya.

Saat tubuhnya masih segar dan kuar, Samanto bekerja sebagai salah satu penjaga keamanan di pabrik makanan ternak.

Sang anak adalah penyemangat dirinya banting tulang mencari rezeki. Ia ingat, saat anaknya masih kecil, Samanto menyisihkan uang untuk membelikan sepeda, meskipun sebenarnya kondisi keuangannya pas-pasan.

Saat anaknya rewel, dia dengan sabar menggendongnya dengan jarik (selendang) agar ia kembali tenang. Saat anaknya sakit, ia ingat betapa ia dan istrinya repot membawanya ke rumah sakit.

Soale aku wong ra nduwe dadi de’e jahat, aku gak isok ngekei mangan akhire ngomel-ngomel. Bapak njaluk sepuro Nak. Aku wis tau ngomong bolak-balik. Nak, nek bapak karo ibumu nduwe salah njaluk sepuro, omongono bojomu pisan (Soalnya aku orang tak punya jadinya dia jahat, aku tidak bisa memberi makan akhirya ngomel-ngomel. Bapak minta maaf Nak. Aku sudah berkali-kali ngomong Nak bila Bapak dan Ibumu punya salah minta maaf, istrimu kasih tahu sekalian),” kisahnya dengan kembali berdera air mata.

Tadinya, Samanto ingin berlebaran bersama keluarga dan ingin bertemu dengan cucu-cucunya yang kini sedang bertumbuh dewasa. Dia rindu momen sungkem bersama sambil menikmati makanan khas Lebaran. Namun harapan itu sirna.

Maksudku aku wingi nang omah, iso riyoyoan karo anak putu, lah kok aku dibuak. Tau tak alusno arek iku, tapi ya tetep kasar. Aku pingin pulang (Aku kemarin bermaksud di rumah bisa berlebaran bersama anak cucu, lah kok dibuang. Aku telah berusah anakku itu untuk berprilaku halus, namun tetap saja kasar),” keluhnya sambil memegang kepala.

Kendati dibuang anaknya, namun Samanto tetap memaafkannya dan berdoa agar anaknya berubah.

Aku wis ngampuni anakku, tetep ndungo ben anakku berubah(Aku sudah mengampuni anakku, tetapi aku tetap berdoa agar dia berubah), Ya Allah, ampuni. Aku kepingin pulang,” kataku lemas.

Ini adalah hari keempat Samanto bersama teman-teman sebayanya tinggal di tempat penampungan milik pemerintah. Dia berharap waktu akan cepat berlalu, hingga suatu hari keluarganya menjemputnya, dan kembali memerlukan kehadiran Samanto, semoga!

(Mb/Kompas/Suryaonline)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Sindikat Saracen Punya Ribuan Akun untuk Sebar Kebencian dan Isu SARA

Metrobatam, Jakarta - Polri mengungkap sindikat Saracen, pelaku yang kerap menyebarkan ujaran kebencian bermuatan SARA di media sosial. Mereka diketahui berbagi peran dalam melancarkan...


wp booster error:
td_api_base::mark_used_on_page : a component with the ID: thumbnail is not set.

Kemenhub: Ruangan Seorang Dirjen Disegel KPK

Metrobatam, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membenarkan ruangan yang disegel KPK adalah ruangan seorang Direktur Jenderal (Dirjen). KPK diketahui melakukan penyegelan itu terkait operasi...

Whatsapp Punya Fitur Baru, Nantikan Akhir Minggu Ini

Metrobatam, Jakarta - Whatsapp menerapkan fitur status dengan latar warna-warni ala Facebook. Dengan fitur baru ini, pengguna Whatsapp bisa memvariasikan status yang mereka poskan...

Kompolnas Minta Polisi Usut Tuntas Sindikat Penyebar Isu SARA

Metrobatam, Jakarta - Polri mengungkap sindikat Saracen, pelaku yang kerap menyebarkan ujaran kebencian bermuatan SARA di media sosial. Kompolotan ini memiliki ribuan akun. Komisi...

Bisakah RI Jadi Negara Besar? Ini Kata Sri Mulyani

Metrobatam, Yogyakarta - Menjadi negara besar dengan masyarakat adil dan makmur memang banyak tantangannya. Namun, Indonesia memiliki modal tersebut. Hal tersebut diungkapkan Menteri Keuangan, Sri...

Mendag Tegur India Soal Upaya Jegal Produk Kelapa Sawit RI

Metrobatam, Jakarta - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengaku, telah menyampaikan perhatian Pemerintah Indonesia terkait kenaikan tarif bea masuk komoditas minyak kelapa sawit (crude palm...

MA Sebut Banyak Pihak Eksternal Campur Tangan Seleksi Hakim

Metrobatam, Jakarta - Ketua Kamar Pembinaan Mahkamah Agung (MA) Takdir Rahmadi mengatakan proses seleksi calon hakim pengadilan tingkat pertama tak sepenuhnya dilakukan pihaknya. Sejak awal...

Penyebar Kebencian dan Isu SARA, Sindikat Saracen Dibayar Puluhan Juta

Metrobatam, Jakarta - Polisi menangkap sindikat Saracen, yang kerap menyebarkan isu SARA di media sosial. Sindikat Saracen kerap mengirimkan proposal kepada beberapa pihak terkait...

Mendikbud: Madrasah Berkurang karena Islamic Full Day School

Metrobatam, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, mengatakan bahwa keberadaan Islamic Full Day School berpotensi mengurangi jumlah madrasah diniyah. "Ini yang menurut saya...

OTT Pejabat Kemenhub, KPK Amankan Dolar Amerika, Singapura hingga Rupiah

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan sejumlah uang berbentuk mata uang asing dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap pejabat Kementerian Perhubungan (Kemenhub). "Ada...

Duh! Panitera yang Ditangkap KPK Punya Hubungan Keluarga dengan Hakim Agung

Metrobatam, Jakarta – Panitera pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK, Tarmizi, dikabarkan mempunyai hubungan keluarga dengan salah...

Khofifah Klaim Kantongi ‘Tiket’ Parpol untuk Pilgub Jatim

Metrobatam, Jakarta - Nama Khofifah Indar Parawansa mencuat sebagai salah satu calon kontestan yang bakal maju dalam arena Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018. Menteri...