Anak Punk, Memprihatinkan tapi Meresahkan

1055
Kehadiran anak punk kerap membuat warga menjadi tidak nyaman

Metrobatam.com, Batam – Meski sudah pernah dirajia berulangkali, keberadaan anak punk di Kota Batam, masih tetap menjamur. Hingga Jumat malam, beberapa anak punk masih terlihat berkeliaran di beberapa sudut jalan.

“Kalau sama polisi kami nda takut. Polisi tidak pernah nangkap kami. Yang suka nangkapin itu Satpol PP,” ujar Hendrik salah satu anak punk yang ngamen di perempatan lampu merah simpang Kabil, Jumat (29/4) malam.

Hendrik yang malam itu bersama dengan lima orang temannya mengaku dari hasil ngamennya dari pagi hingga malam terkadang hanya dapat Rp.14 ribu. Jumlah itu, lanjutnya, tidak cukup apa-apa, untuk makan sendiri saja tidak cukup. “Oom bisa bayangin, uang sebesar itu terkadang untuk makan kami berlima,” jelasnya.

Para anak punk yang bermarkas di daerah Batuaji ini pernah ditangkap Satpol PP beberapa kali, namun mereka mengaku tidak kapok. “Kami sudah pernah ditangkap lebih dari dua kali, cuma dua atau tiga hari setelah ditangkap, kami biasanya dilepaskan kembali,” ujarnya.

Sementara itu Yuniar salah seorang pengguna kendaraan umum rute Batuaji-Jodoh  mengatakan,  keberadaan anak punk yang berkeliaran dibeberapa ruas jalan di Kota Batam, sangat mengganggu kenyamanan para pengguna angkutan umum. Mereka itu terkadang berbuat tidak senonoh dan penampilannya menakutkan.

“Kami berharap Pemko Batam melakukan penertiban terhadap anak-anak punk ini. Pemko jangan cuma melakukan pencitraan tapi harus serius dalam menangani anak-anak punk ini,” pinta Yuniar.

Perempuan yang bekerja di kawasan Nagoya ini mengaku, terkadang suka merasa prihatin juga terhadap keberadaan anak-anak punk itu. “Beberapa waktu lalu saya pernah melihat mereka makan nasi sebungkus untuk berlima. Bahkan terkadang mereka minta-minta bekas bubuk gorengan karena lapar,” tambahnya.

Hal yang sama diungkapkan Ucok sopir rute Dapur 12 – Jodoh. Sebagai manusia, saya suka merasa kasihan melihat mereka. Tetapi di sisi lain, penampilan dan sikap mereka terkadang meresahkan warga. “Kalau di mobil sudah ada mereka, penumpang umumnya tidak mau naik. Penumpang suka pada ketakutan jika melihat anak-anak punk itu,” tambah Ucok.

Namun baik Yuniar mau pun Ucok sangat berharap kepada Pemko Batam untuk bisa memberikan pelatihan kepada mereka. Bagaimana pun, mereka adalah warga Batam yang harus dibina. “Saya rasa, kalau mereka diberi bekal pelatihan keterampilan mereka pasti mau. Sekarang hanya tinggal niat dari Pemko Batam, ada tidak solusi untuk mereka. Jadi bukan hanya asal tangkap,” tutup Yuniar (metrobatam.com)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

“Cetar” Akhir Tahun Bersama bright PLN Batam

Metrobatam.com, Batam - Melanjutkan pelaksanaan PLN Fair yang digelar pada  Oktober, bright PLN Batam kembali memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat Batam. Program bright PLN...

BI: 239 Ribu Nasabah Kuasai 55,8 Persen Simpanan Perbankan

Metrobatam, Jakarta - Bank Indonesia menyebut sekitar 55,8 persen dana di perbankan dimiliki oleh 239 nasabah besar. Nasabah tersebut memiliki simpanan di perbankan rata-rata...

Resmi Jadi Boru Siregar, Kahiyang Dinasihati dan Diberi Makan

Metrobatam, Medan - Putri Presiden Jokowi, Kahiyang Ayu, usai menjalani prosesi adat dan resmi menjadi boru Siregar. Dia dan suaminya, Bobby Nasution pun dinasihati...

Tergusur Proyek Tol, Makam Ulama Tetap Utuh Meski Sudah Puluhan Tahun Dikubur

Metrobatam, Lampung - Pembongkaran makam terdampak proyek jalan Tol Sumatera dilakukan di Desa Sidokerto, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Kabupaten Lampung Tengah. Warga pun dibuat geger...

Viral! Pengantin Pria di Bone Persembahkan 119 Cincin Emas kepada Mempelai Wanita

Metrobatam, Bone - Warga Bone, Sulawesi Selatan baru-baru ini dihebohkan dengan pernikahan pasangan pengantin di Desa Cumpiga, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone. Pasalnya, jika lazimnya pengantin...

Bebaskan Papua dari Kelompok Bersenjata, Petugas Perlu Dukungan Masyarakat Luas

Metrobatam, Timika – Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Boy Rafli Amar mengajak seluruh komponen masyarakat di sana agar benar-benar dapat mewujudkan harapan menjadikan Papua...

Turnamen Badminton Tering Raya Terus Dipenuhi Penonton

Metrobatam.com, Batam - Pelaksanaan Open Turnamen Badminton Tering Raya terus dipenuhi penonton. Memasuki pertandingan hari ke-tiga, antusias penonton makin ramai saja. "Dari jadwal pertandingan yang...


wp booster error:
td_api_base::mark_used_on_page : a component with the ID: thumbnail is not set.

BI Tegaskan Transaksi Wajib Gunakan Rupiah

Metrobatam.com, Batam - Bank Indonesia menegaskan bahwa penggunaan mata uang asing untuk transaksi di Indonesia adalah perbuatan yang melanggar hukum. Termasuk untuk transaksi di...

DPRD Kepri Sepakati KUA dan PPAS Rancangan APBD Tahun 2018

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Pemerintah Provinsi dan DPRD Kepri akhirnya menyepakati Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA dan PPAS) Rancangan Anggaran Pendapatan...

Sidang Korupsi E-KTP, Nazaruddin Sebut Mantan Mendagri Gamawan Fauzi Kecipratan US$ 4,5 Juta

Metrobatam, Jakarta - Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin meyakini keterlibatan mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) periode 2009-2014, Gamawan Fauzi dalam korupsi pengadaan...

Kolega Imbau Setnov Cerita Soal Dugaan Korupsi e-KTP ke KPK

Metrobatam, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Taufik Kurniawan mengimbau Ketua DPR Setya Novantomenceritakan informasi seputar kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP kepada...

9 Pasangan Mesum dan Lesbian Terjaring Razia di Kota Palembang

Metrobatam, Palembang - Razia gabungan TNI, Polri bersama Satpol PP Kota Palembang merazia sejumlah penginapan dan tempat hiburan. Sebanyak sembilan pasangan mesum dan pasangan...
BAGIKAN