Anak Punk, Memprihatinkan tapi Meresahkan

1043
Kehadiran anak punk kerap membuat warga menjadi tidak nyaman

Metrobatam.com, Batam – Meski sudah pernah dirajia berulangkali, keberadaan anak punk di Kota Batam, masih tetap menjamur. Hingga Jumat malam, beberapa anak punk masih terlihat berkeliaran di beberapa sudut jalan.

“Kalau sama polisi kami nda takut. Polisi tidak pernah nangkap kami. Yang suka nangkapin itu Satpol PP,” ujar Hendrik salah satu anak punk yang ngamen di perempatan lampu merah simpang Kabil, Jumat (29/4) malam.

Hendrik yang malam itu bersama dengan lima orang temannya mengaku dari hasil ngamennya dari pagi hingga malam terkadang hanya dapat Rp.14 ribu. Jumlah itu, lanjutnya, tidak cukup apa-apa, untuk makan sendiri saja tidak cukup. “Oom bisa bayangin, uang sebesar itu terkadang untuk makan kami berlima,” jelasnya.

Para anak punk yang bermarkas di daerah Batuaji ini pernah ditangkap Satpol PP beberapa kali, namun mereka mengaku tidak kapok. “Kami sudah pernah ditangkap lebih dari dua kali, cuma dua atau tiga hari setelah ditangkap, kami biasanya dilepaskan kembali,” ujarnya.

Sementara itu Yuniar salah seorang pengguna kendaraan umum rute Batuaji-Jodoh  mengatakan,  keberadaan anak punk yang berkeliaran dibeberapa ruas jalan di Kota Batam, sangat mengganggu kenyamanan para pengguna angkutan umum. Mereka itu terkadang berbuat tidak senonoh dan penampilannya menakutkan.

“Kami berharap Pemko Batam melakukan penertiban terhadap anak-anak punk ini. Pemko jangan cuma melakukan pencitraan tapi harus serius dalam menangani anak-anak punk ini,” pinta Yuniar.

Perempuan yang bekerja di kawasan Nagoya ini mengaku, terkadang suka merasa prihatin juga terhadap keberadaan anak-anak punk itu. “Beberapa waktu lalu saya pernah melihat mereka makan nasi sebungkus untuk berlima. Bahkan terkadang mereka minta-minta bekas bubuk gorengan karena lapar,” tambahnya.

Hal yang sama diungkapkan Ucok sopir rute Dapur 12 – Jodoh. Sebagai manusia, saya suka merasa kasihan melihat mereka. Tetapi di sisi lain, penampilan dan sikap mereka terkadang meresahkan warga. “Kalau di mobil sudah ada mereka, penumpang umumnya tidak mau naik. Penumpang suka pada ketakutan jika melihat anak-anak punk itu,” tambah Ucok.

Namun baik Yuniar mau pun Ucok sangat berharap kepada Pemko Batam untuk bisa memberikan pelatihan kepada mereka. Bagaimana pun, mereka adalah warga Batam yang harus dibina. “Saya rasa, kalau mereka diberi bekal pelatihan keterampilan mereka pasti mau. Sekarang hanya tinggal niat dari Pemko Batam, ada tidak solusi untuk mereka. Jadi bukan hanya asal tangkap,” tutup Yuniar (metrobatam.com)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Muhammad Yatir Pimpin PBVSI Kabupaten Bintan Masa Bakti 2017-2021

Metrobatam.com, Bintan - Irjen Pol Sam Budi Gustian, Selaku Ketua PBVSI Prov Kepri resmi mengukuhkan Muhammad Yatir, SH sebagai Ketua PBVSI Kabupaten Bintan disaksikan...

Terkait Bendera RI di SEA Games, DPR RI: Melukai Rasa Persahabatan Dua Negara

Metrobatam.com, Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafid, menilai terbaliknya bendera Indonesia dalam materi buku pertandingan SEA Games 2017 sebagai bentuk...

Menyeramkan, 10 Tanda Rumah yang Ditinggali Makhluk Halus atau Berhantu

Metrobatam.com, (Mb) - Rumah yang bisa memberikan rasa nyaman, betah, dan tenang adalah impian semua orang di dunia. Tapi, ada beberapa hal yang bisa...

Polisi Tetapkan Remaja Penghina Presiden Jokowi dan Kapolri jadi Tersangka

Metrobatam.com, Medan - Polisi menetapkan tersangka terhadap Muhammad Farhan Balatif terkait ujaran kebencian (Hate Speach) di Facebook terhadap Presiden Jokowi dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Muhammad Farhan Balatif...

Jika Menelan Rambut Yang Ada Di Makanan, Ini yang Terjadi

Metrobatam.com, (Mb) - Pernahkan kamu menemukan sehelai rambut pada makanan yang sedang disantap? Tanpa disadari kamu pasti pernah tidak sengaja menelan sehelai rambut tersebut....

Terkait Bendera Indonesia Terbalik di SEA Gemes, Presiden Jokowi Tunggu Permintaan Maaf Resmi Malaysia

Metrobatam.com, Jakarta - Perhelatan olahraga terbesar di Asia Tenggara telah dimulai. Insiden terbaliknya bendera sang Pusaka Merah Putih di buku panduan pelaksanaan Sea Games...

Husrin Hood: Pengurus HKTI Tanjungpinang Harus Mampu Bersaing dengan Daerah Lain

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Ketua Badan Pertimbangan Organisasi, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Husrin Hood melantik pengurus HKTI Kota Tanjungpinang di gedung perpustakaan...

Ini 10 Gunung Terangker di Indonesia

Kalau kamu suka naik gunung, tentunya kamu sudah terbiasa dengan kondisi gunung yang sangat berat. Karena mendaki gunung itu memerlukan fisik yang kuat dan...

Ribuan Peserta Ikuti Karnaval HUT Kemerdekaan RI ke-72 di Bintim

Metrobatam.com, Bintan - Tercatat sekitar lebih kurang 2.500 Peserta memeriahkan Pelaksanaan kirab budaya atau Karnaval di Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Sabtu pagi (19/8)....

Bakamla Selamatkan Rombongan Kemendes yang Terombang-Ambing 8 Jam di Perairan Tarakan, Ini Kronologinya

Metrobatam, Jakarta - Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) berhasil menyelamatkan sebagian rombongan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) yang...

Ini Istana Bos First Travel yang Terlilit Utang Rp 80 M dan Tipu Calon...

Metrobatam, Jakarta - Polisi telah menetapkan bos First Travel, Andika Surachman dan istrinya, Anniesa Devitasari Hasibuan, sebagai tersangka kasus penipuan perjalanan umrah. Meski diketahui...

Seperti Ini Bahagianya Warga di Perbatasan yang Akhirnya Bisa Nikmati Listrik

Metrobatam, Atambua - Sudah dua tahun ini listrik hadir di Desa Naekake, salah satu desa di wilayah perbatasan Republik Indonesia-Timur Leste di Provinsi Nusa...