Bupati Maluku Tenggara (Malra), M. Thaher Hanubun.

Metrobatam.com, Langgur – Kasus dugaan pemerkosaan kepada anak berumur dua tahun (inisial S) yang terjadi di wilayah Kecamatan Kei Besar pada hari minggu (30/12) kemarin, membuat geram Bupati Maluku Tenggara (Malra), M. Thaher Hanubun.

“Beberapa hari lalu terjadi kasus yang sangat luar biasa, ada peristiwa anak yang berumur dua tahun menjadi korban pemerkosaan dari pelaku yang berhati binatang,” kecamnya di Langgur, Kamis (3/1).

Hanubun menegaskan, perisitiwa ini harus menjadi keseriusan kita semua teristimewa pihak Eksekutif, Legislatif, Dewan Raja (tokoh-tokoh adat), TNI/Polri serta tokoh agama untuk bagaimana kita mengatasi kejahatan-kejahatan ini pada waktu mendatang dengan pendekatan-pendekatan agama, birokrasi dan penegakkan hukum.

“Kita bangga dengan Hukum Adat Larwul Ngabal, menghormati hak-haknya perempuan, siapaun dia mari sama-sama kita koreksi diri, baik itu Pemda, raja, tokoh agama, dan jangan biarkan hal ini karena Nuhu Evav (Kei) lagi menangis dengan peristiwa ini,” tukasnya.

Hanubun ungkapkan, dirinya telah berkordinasi dengan pihak kepolisian (Polres Malra) agar pelaku (terduga) ini harus mempertangungjawabkan perbuatannya.

“Saya sudah mintakan kepada Kapolres supaya jangan biarkan orang ini bernafas sedetikpun diluar dan dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Saya juga meminta kepada dewan raja (ketua dewan raja) agar berikanlah sanski adat dan kita akan buat secara terbuka,” tandasnya.

Hanubun menjelaskan, hukum positif (oleh kepolisian dan kejaksaan) biarlah prosesnya berjalan, namun Hukum Adat Kei harus diberlakukan atas masalah ini.

“Bisa saja hukum positif dia jalan dengan tuntutan seumur hidup, tetapi saya selaku bupati Malra minta kepada dewan raja untuk memutuskan sesuatu dan itu harus kita publikasikan supaya masyarakat disini tahu bahwa ada sesuatu kejahatan yang luar biasa yang tidak boleh ada di daerah ini,” ujarnya.

Menurut orang nomor satu di Malra tersebut, dalam hukum adat Kei (sasorvit), orang seperti ini diikat dengan batu lalu ditenggelamkan, kalau dalam hukum Islam maka orang/pelaku seperti ini harus dirajam (dipukul) sampai mati.

“Memang bukan dengan cara ikat batu lalu ditenggelamkan, tapi mohon untuk disita semua harta kekayaan turun-temurunnya (tanahnya yang ditinggalkan oleh nenek moyangnya) harus disita dari daerah ini supaya dia selesai dan dia harus keluar dari sini, agar tidak ada lagi orang-orang seperti ini di daerah ini,” tegasnya.

Hanubun jelaskan, bahwa harkat dan martabat orang Kei itu hanya dua hal, yakni Helat Dit (saudara perempuan) dan Wahan Soin (batas tanah), tetapi dengan peristiwa ini harkat dan martabat wanita itu diinjak-injak, maka kita semua harus bangun untuk membela ini, tegakkan keadilan dan kebenaran.

“Saya ingatkan, bahwa ini bukan hanya sekedar bahasa atau kata-kata manis saya saja, tapi dalam waktu satu atau dua hari ini saya minta kepada dewan raja untuk segera lakukan rapat sidang adat lalu menentukan sanksi adatnya, panggil keluarganya untuk bertanggung jawab,” pungkasnya.

Untuk itu, Hanubun menghimbau kepada teman-teman dan saudara-saudara yang datang dari luar dan tinggal di daerah ini, bahwa wanita-wanita Kei memang tampangnya kurang bagus tapi nilainya sangat mahal.

(Gerald Leisubun)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Wabup Lingga Buka Secara Resmi Musrenbang Kecamatan Katang Bidare

Metrobatam.com, Lingga - Kecamatan Katang Bidare, Kabupaten Lingga menggelar musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) di gedung pusat oleh - oleh Desa Benan, Jumat (15/2/2019). Berkesempatan hadir...

Polres Tanjungpinang Tangkap Pelaku Setubuhi Anak Bawah Umur

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Satuan Reserse Kriminal Polres Tanjungpinang berhasil mengamankan dua orang tersangka berinisial H (41) dan M (19) yang melakukan Tindak Pidana Persetubuhan anak dibawah...

2 Pelaku Judi Sie Jie di Kijang Kota Diciduk Polisi

Metrobatam.com, Bintan - Kepolisian Resor Bintan  melalui Kasat Reskrim Polres Bintan AKP Yudha Suryawardana, S.IP, M.Si  gelar press release terkait pengungkap kasus perjudian yang terjadi di...

Dialog dengan BP Batam, Pelaku Usaha Keluhkan Izin Ekspor dan Sertifikasi SNI

Metrobatam.com, Batam - Badan Pengusahaan Batam melaksanakan dialog dengan para pelaku usaha, Jumat (15/2/2019) siang, di ruang Balairung Sari lantai 3 gedung Bida Utama...

Polda Kepri Tangkap Pengendali Kurir Sabu Antar Provinsi dan Amankan Sabu 2.021 Gram

Metrobatam.com, Batam - Polisi daerah (Polda) Kepri laksanakan Konferensi Pers pengungkapan Tindak Pidana Narkotika jenis Sabu seberat 2.021 gram oleh Kabidhumas Polda Kepri, Kombes...

Sigap, Polsek Tanjungpinang Timur Langsung Bersihkan Pasir di Simpang Batu 8

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Sebagai bentuk resposif dalam menanggapi keluhan masyarakat Polsek Tanjungpinang Timur membersihkan pasir yang ada di Persimpangan Jalan Raja Haji Fisabilillah, Jumat(15/2)...

Ditresnarkoba Polda Kepri Musnahkan 293 Gram Sabu

Metrobatam.com, Batam - Ditresnarkoba Polda Kepri melaksanakan kegiatan Pemusnahan Barang Bukti Narkotika, Jumat (15/2/2019). Adapun barang bukti yang dimusnahkan yaitu 4 kapsul berisikan sabu...

Polda Kepri Teken MoU Bersama Non dan Lembaga Pemerintah

Metrobatam.com, Batam - Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Kepolisian Daerah Kepulauan Riau dengan Lembaga Pemerintah dan Non Lembaga Pemerintah, Kamis (14 /2/2019) di Hotel Best...

Haedar Nashir: Ambisi Politik Lunturkan Keadaban Bangsa

Metrobatam, Bengkulu - Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan belakangan ini keluhuran adab bangsa dilunturkan dengan ambisi politik. Padahal, kata dia,...

Klarifikasi Lengkap Bukalapak dan Achmad Zaky

Metrobatam, Jakarta - Bukalapak dan Achmad Zaky, selaku CEO dan founder e-commerce itu, memberikan klarifikasi resmi terkait keriuhan akibat kata-kata "presiden baru" pada sebuah...

Di Tanwir Muhammadiyah, Jokowi Singgung Jan Ethes hingga PKI

Metrobatam, Bengkulu - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memukul beduk sebagai tanda resmi membuka Tanwir Muhammadiyah, Jumat (15/2). Dalam kesempatan itu, Jokowi mengungkapkan 'kedekatannya' dengan...

Pekik ‘Prabowo Presiden’ Terdengar di Masjid Kauman Semarang

Metrobatam, Semarang - Teriakan "Prabowo presiden" sempat terdengar beberapa kali dari dalam Masjid Kauman Semarang, Jumat (15/2), usai calon presiden Prabowo Subianto menunaikan ibadah...