Anas Urbaningrum Bikin Surat Bantah Rancang Fitnah SBY

Metrobatam, Jakarta – Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum membantah kabar yang menyebutkan ada pertemuan di L‎embaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, untuk menyeret Presiden keenam Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pusaran kasus korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP).

Bantahan tersebut terungkap dari foto tulisan tangan yang diduga dibuat oleh Anas kemudian diunggah ke akun media sosial Twitter, @anasurbaningrum pada Sabtu (10/2).

Mantan Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Mirwan Amir juga membenarkan bahwa tulisan tersebut merupakan hasil buah tangan terpidana perkara korupsi dan pencucian uang proye Pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang tersebut.

“Saya juga baru lihat, kayaknya benar. Iya (tulisan Anas begitu),” kata Mirwan saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Senin (12/2).

Dalam suratnya, Anas menulis sebagai berikut:

“Awalnya saya geli dengar cerita ada tuduhan pertemuan di Sukamiskin untuk merancang fitnah kepada Pak SBY dan Mas Ibas. Tetapi karena menjadi berita luas, dagelan itu perlu diluruskan, karena bisa menyesatkan. Jelas bahwa tidak pernah ada pertemuan di Sukamiskin yang dihadiri oleh Anas Urbaningrum, Firman Wijaya, Mirwan Amir, dan Saan Mustofa. Terpikir untuk bikin pertemuan saja tidak pernah, tidak ada hujan besok tiba-tiba ada banjir hoax. Itu cerita hoax berasal dari surat hoax yang entah dibikin oleh siapa. Tapi jelas disebarkan oleh siapa saja. Mudah banget untuk membuktikan pertemuan itu fakta atau hoax. Ada CCTV, buku tamu, dan banyak warga yang bisa ditanya. Hoax kok dipercaya dan disebarkan. Lalu kemana kampanye anti hoax dan fitnah yang belum lama didelarasikan. Hoax juga disebarkan hampir bersamaan dengan narasi jihad untuk keadilan. Ada kontradiksi yang nyata diantara keduanya. Citra kekuasaan, ketenaran dan kekayaan boleh dicapai. Tapi caranya tidak mesti dengan menista orang lain dengan hoax dan tuduhan konspirasi fitnah. Keadilan mesti diperjuangkan dengan cara-cara yang sejalan dengan makna keadilan itu sendiri.”

Tak Pernah Tuduh Anas

Menyikapi surat tulisan tangan Anas itu, Kepala Divisi Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mempertanyakan sosok yang dituju Anas dalam surat tersebut.

Menurutnya, SBY tidak pernah menuduh atau menyebutkan Firman dan Mirwan bertemu Anas sebelum persidangan untuk mengatur skenario memfitnah SBY. “Kami justru sedikit tertawa atas surat tersebut karena kami juga bingung surat itu ditujukan ke siapa sebenarnya,” kata Ferdinand kepada CNNIndonesia.com, Selasa (12/2).

Menurutnya, SBY hanya mengatakan menerima kabar bahwa ada pertemuan sebelum peristiwa dugaan fitnah itu muncul. Ia pun mengaku bertanya-tanya dengan sikap Anas yang merasa dituduh.

“Anas seharusnya tak perlu berkomentar, karena nama yang bersangkutan tidak pernah disebut oleh SBY,” ujar Ferdinand.

Dia melanjutkan, surat ini menunjukkan bahwa Anas dan sejumlah pengikutnya seperti Gde Pasek dan Tridianto seperti orang yang terbawa perasaan.

Menurutnya, Anas juga tidak mendapatkan masuk yang benar dari Gde Pasek dan Tridianto sehingga mengeluarkan surat pernyataan seperti itu.

Dia menambahkan, jika ada informasi yang beredar bahwa fitnah terhadap SBY dirancang di Sukamiskin, itu pun tidak bisa diasosiasikan dengan Anas.

“Mereka ini baper dan memberikan masukan yang tidak benar kepada Anas sehingga Anas bereaksi seperti itu,” katanya. “Sukamiskin itu luas, bukan cuma Lapas Sukamiskin. Di Lapas juga banyak orang bukan cuma Anas, tapi kenapa Anas yang sewot dan baper?” tuturnya. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Warga Malaysia Diajak Menggalang Dana Menalangi Utang Negara Rp 3.570 T

Metrobatam.com, Kuala Lumpur - Warga Malaysia ramai-ramai diajak untuk menggalang dana menalangi utang negara yang sudah menembus 1 triliun RM (Ringgit Malaysia) atau sekitar...

Terkait KEK, Pengusaha Ngadu ke DPRD Kota Batam

Metrobatam.com, Batam - Nuryanto, SH,MH memimpin Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait penyampaian aspirasi dari para pengusaha dan asosiasi Kota Batam melalui Kadin yang...

Bea dan Cukai Batam : Pengawasan Barang di FTZ Lebih Sulit Dibanding KEK

Metrobatam.com, Batam - Pengawasan barang di Free Trade Zone (FTZ) lebih sulit dibandingkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Dampak lainnya juga menjadikan Batam tepat untuk...

Tangkal Terorisme, Pengajar Harus Belajar Nilai Kebangsaan

Metrobatam, Jakarta - Akademisi Muslim Azyumardi Azra mengimbau tenaga pengajar di kampus mendapat pelatihan kembali soal kebangsaan. Tuntutan Azyumardi itu terkait dengan temuan sejumlah...

Jelang Final Liga Champions: Zinedine Yazid Zidane vs Juergen Norbert Klopp

Metrobatam, Jakarta - Juergen Klopp senang hanya bertemu Zinedine Zidane setelah dia jadi pelatih. Genius sebagai peraci strategi, jalan karier keduanya memang beda jauh. "Dia...

JK Sebut Daftar Mubalig Dibuat Agar Tak Sembarangan Ceramah

Metrobatam, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mendukung langkah Kementerian Agama yang mengeluarkan daftar 200 nama mubalig. Menurut JK, daftar nama itu berguna mengatur...

Ketua KPK Sindir DPR yang Dukung Eks Koruptor Nyaleg

Metrobatam, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menyindir pihak-pihak yang membolehkan mantan narapidana korupsi menjadi calon anggota legislatif pada Pemilu 2019....

Penyidik Sebut Fredrich Minta Kerjaan: Dia Bilang KPK Kan Banyak OTT

Metrobatam, Jakarta - Fredrich Yunadi disebut pernah meminta agar dibagi kasus pada seorang penyidik senior KPK. Ambarita Damanik. Namun, permintaan Fredrich itu disampaikan sembari...

Soal Ekonomi RI Lampu Kuning, Ini Penjelasan BI

Metrobatam, Jakarta - Beberapa kalangan menyebutkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini berada dalam lampu kuning. Menguatnya dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah hingga...

UU Terorisme Beri Kompensasi Korban hingga Peristiwa Bom Bali

Metrobatam, Jakarta - Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme yang baru saja disahkan DPR mengatur tentang pemberian kompensasi bagi korban aksi...

Moeldoko Sebut Perpres Korupsi Tinggal Diteken Jokowi

Metrobatam, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan hasil revisi Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2012 tentang Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi sudah...

Kontroversi Takjil Politik #2019GantiPresiden

Metrobatam, Jakarta - Pembagian takjil gratis berstiker #2019GantiPresiden yang dibagikan Komunitas Relawan Sadar Indonesia (Korsa) menuai kontroversi. Pendukung Joko Widodo (Jokowi) mengkritik pembagian takjil...
BAGIKAN