Andi Lala Sebut Ada Utang Sabu Rp5,1 Juta, Ayah Riyanto: Merokok Saja Tidak!

Metrobatam, Medan – Pengakuan otak pelaku pembunuhan sadis satu keluarga di Medan, Andi Lala, bahwa Riyanto punya utang sabu Rp5,1 juta dibantah pihak keluarga. Ayah Riyanto, Wagiman (66) menilai pengakuan Andi Lala tersebut tak beralasan dan tak sesuai dengan kepribadian anaknya.

“Pernyataan yang mengada-ada itu. Sudah tidak ada lagi jawabannya itu, sampai tuduh anak saya yang sudah meninggal terlibat narkoba,” geramnya, Senin 17 April 2017.

Wagiman mengatakan, tak beralasan Andi Lala menyebutkan anak keduanya itu terlibat penjualan sabu dan sebagai pemakai. Hal ini dikatakannya dengan dasar kesibukan Riyanto tiap harinya. “Tidak ada itu (Riyanto terlibat narkoba). Bagaimana bisa terlibat, merokok saja dia tidak! Kesehariannya saja pun sibuk dari pagi hingga malam,” tegasnya.

Wagiman menuturkan, tiap harinya mulai pagi, Riyanto disibukkan mengantar anaknya, Syifa Fadilla Inaya (13) dan Gilang Laksono (8) ke sekolah. Setelah itu, Riyanto membantu istrinya Sri Ariyani menjemur bahan untuk buat penganan kue sumpia. Kemudian, Riyanto pergi kerja jam 09.00 WIB. Pulang kerja, bantu istrinya lagi bungkuskan sumpia dan menimbangnya.

“Tidak ada waktu yang tenang bagi dia (Riyanto). Jadi, dari mana bisa alasan Andi Lala bilang anak saya terlibat narkoba. Tiap pergi keluar rumah,selalu sama istrinya,” jelasnya.

Hal yang sama ditegaskan tetangga Riyanto, Sudarman yang telah bertetangga dengan Riyanto sejak 12 tahun lalu. Meski sebagai pendatang yang menyewa rumah milik Wagiman, dirinya tahu betul sosok Riyanto sehari-hari. “Bagaimana bisa dituduhkan menyabu atau bisnis sabu, merokok saja dia (Riyanto) tidak. Ketawa saya dengar pengakuan Andi Lala itu. Alasan yang tidak masuk akal bagi saya,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, motif pembunuhan satu keluarga di Medan Deli, Medan, Sumatera Utara, ternyata karena korban Riyanto memiliki utang sabu senilai Rp5,1 juta. “Berdasarkan pengakuan tersangka Andi Lala, pembunuhan itu dilakukan karena korban (Riyanto) memiliki utang sabu senilai Rp5,1 juta,” kata Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel kepada wartawan di Polda Sumut.

Polisi Akan Tes Kejiwaan Andi Lala
Penyidik Polda Sumatera Utara masih melakukan pemeriksaan mendalam terhadap Andi Lala, tersangka otak pelaku pembunuhan satu keluarga di Jalan Mangaan, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan pada 9 April 2017.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Rina Sari Ginting mengatakan, untuk mendalami kasus itu, penyidik akan melakukan pemeriksan kejiwaan dan uji kebohongan terhadap Andi Lala. Pemeriksaan dilakukan untuk menguji keterangan Andi Lala yang dinilai tidak sesuai dengan keterangan tersangka lain dalam kasus tersebut.

“Kemarin salah satu tersangka sudah mengaku ikut mengeksekusi korban. Tapi belakangan Andi Lala mengklaim dia eksekutor tunggal dalam pembantaian itu. Ini yang akan kita uji lewat pemeriksaan kejiwaan dan tes kebohongan itu,” ujar Kombes Rina, Selasa (18/4).

Selain untuk menguji keterangan Andi Lala, pemeriksaan kejiwaan juga dibutuhkan untuk mencari bukti-bukti yang dibutuhkan penyidik.

“Kita akan masuk lebih jauh keterangan tersangka. Sehingga kita bisa menemukan bukti-bukti yang kita butuhkan. Karena kita bekerja berdasarkan alat bukti, bukan pengakuan tersangka,” tandasnya.(mb/okezone)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Piala Dunia 2018, Senegal Taklukkan Polandia 2-1

Metrobatam.com, Rusia - Polandia gagal membuka jalan lebih positif karena ditumbangkan oleh Senegal dengan skor 1-2 dalam laga perdana Piala Dunia 2018 di Moskva,...

Jepang Kalahkan Kolombia 2-1 di Piala Dunia 2018

Metrobatam.com, Rusia - Salah satu wakil Asia di Piala Dunia 2018, Jepang, akhirnya berhasil menaklukkan perlawanan Kolombia 2-1 pada pertandingan perdana Grup H di...

Kapal Bawa Puluhan Penumpang Tenggelam di Danau Toba

Metrobatam.com, Medan - Kapal Kayu KM Sinar Bangun yang mengangkut 70 penumpang dilaporkan tenggelam di perairan Danau Toba, Senin (18/6/2018). Lokasi kejadian dilaporkan terletak...

Osaka Jepang Diguncang Gempa 6,1 SR

Metrobatam.com, Osaka - Badan Meteorologi Jepang mengatakan getaran berkekuatan 6.1 Skala Richter itu melanda sebalah utara Osaka, kota terbesar kedua di negara itu, pada...

Polisi Pastikan Kasus Rizieq Shihab Dihentikan

Metrobatam.com, Jakarta - Kepolisian Indonesia memastikan Polda Metro Jaya menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) atas dugaan kasus percakapan berkonten pornografi yang menyeret pimpinan...

Parkir di Pelabuhan Domestik Telaga Punggur Semrawut

Metrobatam.com, Batam - Parkir kendaraan di Pelabuhan Domestik Telaga Punggur, Kota Batam, Kepulauan Riau, terlihat semrawut pada H+2 Idul Fitri 1439 Hijriah, Minggu. Parkir di...

Hasil Lengkap dan Klasemen Piala Dunia 2018

Metrobatam.com, Rusia - Piala Dunia 2018 telah berlangsung selama empat hari dan sebanyak enam dari delapan grup telah memainkan pertandingan pertama, sejak dibuka pada...

Libur Lebaran, Warga Karimun Padati Pantai Pelawan

Metrobatam.com, Karimun - Pantai Pelawan di Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, dipadati pengunjung yang menghabiskan masa liburan pada hari ketiga Idul Fitri...

Pada H+2, Jalur Mudik Sumbar – Riau Macet Total

Metrobatam.com, Payakumbuh - Ratusan Ribu kendaraan pribadi terjebak macet di sepanjang jalur mudik Sumatera Barat - Riau tepatnya jalan yang menghubungkan Bukittinggi hingga Payakumbuh...

Polisi Tembak Mati Pembunuh dan Perampok Supir Taksi Online

Metrobatam.com, Palembang - Tim Reserse Kejahatan dan Kekerasan Polda Sumatera Selatan menembak mati satu dari tiga pembunuh dan perampok sopir taksi daring (Online) Grab...

Kroasia Kalahkan Nigeria 2-0 di Piala Dunia 2018

Metrobtam.com, Rusia - Pertandingan kedua di Grup D Piala Dunia 2018 antara Kroasia dan Nigeria berlangsung di Stadion Kaliningrad, Minggu (17/6) dini hari WIB. Nigeria dan Kroasia...

Rusuh, Papua Nugini Berlakukan Status Keadaan Darurat

Metrobatam.com, Sydney - Papua Nugini mengumumkan keadaan darurat, membekukan pemerintah provinsi dan mengirim pasukan ke dataran tinggi berbatu untuk memulihkan ketertiban setelah perusuh terus...
BAGIKAN