Metrobatam, Tanjungpinang – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tanjungpinang menetapkan warga berinisial E sebagai tersangka penghadangan Anggota Bawaslu Tanjungpinang, Maryamah. Penghadangan terjadi di Kampung Sungai Jari, Jalan Dompak Naga, Dompak, Bukit Bestari pekan lalu.

Penyidik menetapkan E sebagai tersangka setelah gelar perkara di Mapolres Tanjungpinang, Selasa 15 Januari 2019.

“Setelah kita melaksanakan rangkaian pemeriksaan terhadap saksi-saksi sebanyak 10 orang. Akhirnya, kita mengambil kesimpulan melalui gelar perkara berinisial E laki-laki,” kata Kasatreskrim Polres Tanjungpinang AKP Efendri Ali di Mapolres Tanjungpinang, Rabu (16/1).

Ali menjelaskan, motif tersangka bersama warga lainnya menghadang karena tidak senang dan kesal kampungnya selalu didatangi Bawaslu. Sudah lima kali Bawaslu mendatangi warga tanpa izin dan koordinasi dengan warga setempat.

Warga setempat sebelumnya sudah tahu kedatangan Bawaslu untuk mengklarifikasi terkait dugaan pelanggaran politik uang yang ditemukan Panwascam Bestari.

“Tersangka merasa punya tangggung jawab wilayah. Jadi, langsung mengadang rombongan Bawaslu saat mau masuk ke kampung,” kata dia.

Ali menambahkan, Bawaslu sebelumnya telah dua kali memanggil warga untuk diklarifikasi. Namun tidak mengindahkan pemanggilan tersebut. Selanjutnya, Bawaslu berinisiatif mendatangi warga di kampungnya, namun membuat warga risih dan resah sehingga terjadi pengahdangan.

“Untuk alat bukti penetapan tersangka ada handphone komisioner yang merekam dan sepeda motor yang duganakan warga untuk mengadang,” katanya.

Disinggung apakah tersangka sudah ditahan, kata Ali, setelah ditetapkan tersangka akan dipanggil terlebih dulu dimintai keterangan sebagai tersangka. Dalam kasus ini, tersangka akan dijerat Pasal 212 KUHP tentang barang siapa yang menghalang-halangi dengan kekerasan atau ancaman kekerasan terhadap pemerintah, lembaga pemerintah yang sedang bertugas secara resmi dengan ancaman pidana penjara selama 1 tahun 4 bulan.

“Tetap kita dalami dulu, apakah ada orang yang mengkoordinirnya. Kalau ditahan tidak karena ancamannya di bawah lima tahun, kita dalami dan lengkapi berkas perkara untuk dilimpahkan ke kejaksaan,” ujar Ali.

Ali mengimbau warga supaya tidak melakukan tindakan yang mengakibatkan berurusan dengan hukum. “Ini sebagai percontohan kepada masyarakat supaya tidak menghalang-halangi petugas pemerintahan saat menjalankan tugasnya,” ujar Ali.

Seperti diketahui, Anggota Bawaslu Tanjungpinang Maryamah melapor ke Polres Tanjungpinang setelah dihadang warga Kampung Sungai Jari, Jalan Dompak Naga, Dompak, Bukit Bestari, Tanjungpinang, Kamis 10 Januari. Maryamah tidak terima atas perlakuan warga yang mengadang di jalan saat bertugas ke kampung tersebut.

Informasi dihimpun, Maryamah mengalami kejadian itu saat hendak mendatangi warga meminta klarifikasi dugaan politik uang salah satu calon legislatif dari Partai Golkar Dapil 3 Tanjungpinang, Rabu 9 Januari sekira pukul 11.00 WIB. Saat hendak menemui warga, Maryamah yang datang bersama anggotanya tiba-tiba diadang lima orang.

Bahkan, warga meminta Maryamah pulang dan jangan pernah kembali lagi ke kampung tersebut. Merasa diintimdasi, Maryamah yang didampingi anggota Bawaslu Kepri langsung melapor ke Polres Tanjungpinang. (mb/okezone)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Debat Panas Jokowi Vs Prabowo, Ini Pemenangnya Menurut Netizen

Metrobatam, Jakarta - Debat pilpres kedua yang mempertemukan Joko Widodo (Jokowi) dengan Prabowo Subianto ramai dibahas para pengguna media sosial alias netizen. Siapa lebih...

KPU Pastikan Jokowi Tak Pakai Earpiece saat Debat Capres

Metrobatam, Jakarta - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan membantah tudingan yang menyebut calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) menggunakan alat...

SPP SMA/SMK di Jatim Gratis mulai Juli, Ini Rinciannya

Metrobatam, Surabaya - Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyebut SPP SMA/SMK Negeri di Jatim akan gratis mulai Juli 2019. Khofifah pun merinci bagaimana penggratisan tersebut. Gubernur...

Sempat Koma, Santri Korban Pengeroyokan di Pesantren Meninggal

Metrobatam, Padang - Robby Alhalim (18) santri Pondok Pesantren Nurul Ikhlas di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, yang sempat koma setelah dikeroyok oleh temannya...

1.000 Militan ISIS Kabur dari Suriah Bawa Uang Tunai Rp 2,7 T

Damaskus - Lebih dari 1.000 militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dilaporkan kabur dari Suriah ke Irak dalam enam bulan terakhir. Militan-militan...

Flu dan Tensi Tinggi, Slamet Maarif Batal Diperiksa Polisi

Metrobatam, Jakarta - Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Maarif batal diperiksa oleh tim penyidik Polresta Surakarta terkait dugaan pelanggaran kampanye. Slamet dijadwalkan diperiksa Senin...

Analisis: Kegagapan Prabowo dan Kesalahan di Debat 2014 yang Terulang

Metrobatam, Jakarta - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dinilai belum belajar dari kesalahannya dalam debat calon presiden lima tahun lalu. Hal itu...

Rumah Ketua DPR Dilalap Api hingga Sebagian Hangus Terbakar

Metrobatam, Jakarta - Rumah Ketua DPR Bambang Soesatyo yang terletak di Kelurahan Duren Sawit, Jakarta Timur dilaporkan terbakar sekitar pukul 23.40 WIB, Minggu (17/2). Petugas...

RUU Permusikan Ditarik dari Prolegnas, Ketua DPR: Ada Mekanismenya

Metrobatam, Jakarta - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo akhirnya angkat bicara mengenai Konferensi Meja Potlot yang meminta draft RUU Permusikan untuk ditarik dari Program...

Trump Minta Eropa Terima Ratusan Anggota ISIS yang Ditangkap di Suriah

Washington - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan negara-negara Eropa harus menerima dan mengadili lebih dari 800 anggota kelompok yang menamakan diri Negara Islam...

Erick Thohir: Indonesia Butuh Pemimpin yang Beri Arah Jelas

Metrobatam, Jakarta - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Erick Thohir mengatakan yang dibutuhkan bangsa ini bukan hanya pemimpin yang peduli dengan rakyat....

Diperiksa Psikiater, Pembunuh Istri dan Anak Dibawa ke RS Bhayangkara

Metrobatam, Blitar - Nardian (38), pria yang membunuh istri dan anaknya diperiksa ke psikiater di RS Bhayangkara Kediri. Pemeriksaan ini untuk mengetahui kondisi kejiwaannya. Informasi...