Anggota DPR: Bekukan Maskapai Bermasalah

185

Metrobatam.com, Jakarta – Beragam masalah terjadi di dunia penerbangan Indonesia akhir-akhir ini. Anggota Komisi V DPR Fauzih Amro mengusulkan agar rute maskapai yang bermasalah dibekukan selama sebulan.

“Sanksi itu harus memberikan efek jera, sekarang saya kira Kementerian Perhubungan sudah cukup keras, dan menyebabkan dituntut balik (oleh maskapai). Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran berharga bagi kita, saya bangga dengan teman-teman di Perhubungan,” ujar Fauzih.

Hal tersebut disampaikan Fauzih dalam diskusi ‘Ada Apa dengan Bandara Kita?’ di Gado Gado Boplo, Jalan Gereja Teresia, Jakarta Pusat, Sabtu (21/5). Komisi V DPR memang komisi yang membidangi masalah infrastruktur dan perhubungan.

Lion Air disanksi Kemenhub 6 bulan tak boleh menambah rute baru atas aksi mogok pilotnya yang menyebabkan delay di mana-mana. Sanksi tersebut ditanggapi Lion Air yang pada 16 Mei 2016 lalu mengajukan penundaan penerbangan di 93 rute domestik dan 2 rute internasional ke Kemenhub. Atas pengajuan ini, Kemenhub mengabulkannya.

Sanksi lainnya yang diterima Lion Air yakni pembekuan ground handling selama 5 hari mulai 25 Mei 2016 mendatang. Sanksi ini buntut dari peristiwa salah terminal di mana penumpang dari Singapura diantarkan ke terminal domestik.

“Bila perlu, tiketnya dikembalikan, itu (pengembalian uang) problem. Itu menjadi komitmen Lion Air. Kita berharap satu bulan lah dibekukan semua biar dia berbenah diri,” ujar Fauzih.

Kesenjangan

Di tempat yang sama mantan KSAU dan Pengamat Penerbangan Chappy Hakim menilai, secara umum akar permasalahan penerbangan di Indonesia adalah kesenjangan antara pertumbuhan penumpang dengan infrastruktur yang ada.

“Kesenjangan yang terjadi dari pertumbuhan penumpang dan manajemen pengelolaan SDM plus infrasturkutur itu lama-lama makin jauh, ini lah kemudian yang menyebabkan banyak hal,” kata Cappy.

“Kesenjangan ini menyebabkan kita menyebabkan delay, accident, pasar begitu tinggi, tiket murah, orang-orangnya itu juga, regulator itu-itu juga fasilitas air controller itu-itu juga,” lanjutnya.

Hadir dalam diskusi Anggota DPR Komisi V Fauzih Amro dan pengusaha yang selaku konsumen bandara Amir Karamoy.

Chappy menuturkan, permasalahan salah terminal yang terjadi di Bandara Soekarno Hatta seakan selesai begitu saja begitu sopir bus-nya dipecat. Chappy lantas menyindir mekanisme kerja di Indonesia yang kerap melakukan tambal sulam tanpa memperbaiki akar masalahnya.

“Harus kita ingat secara komprehensif, kita yang biasa berada dalam mekanisme kerja yang tambal sulam yang kadang-kadang kita tidak tahu mau pergi ke mana. Itu yang sering kita jumpai dan akan menimbulkan masalah di tengah jalan,” tutur Chappy.

“Lion Air dan Air Asia penerbangan internasional dibawa ke domestik, ini seakan biasa, sopir dipecat dan seolah selesai begitu saja. Meskipun ada ada penyelidikan dan sebagainya,” jelasnya. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Terkait Bendera RI di SEA Games, DPR RI: Melukai Rasa Persahabatan Dua Negara

Metrobatam.com, Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafid, menilai terbaliknya bendera Indonesia dalam materi buku pertandingan SEA Games 2017 sebagai bentuk...

Menyeramkan, 10 Tanda Rumah yang Ditinggali Makhluk Halus atau Berhantu

Metrobatam.com, (Mb) - Rumah yang bisa memberikan rasa nyaman, betah, dan tenang adalah impian semua orang di dunia. Tapi, ada beberapa hal yang bisa...

Polisi Tetapkan Remaja Penghina Presiden Jokowi dan Kapolri jadi Tersangka

Metrobatam.com, Medan - Polisi menetapkan tersangka terhadap Muhammad Farhan Balatif terkait ujaran kebencian (Hate Speach) di Facebook terhadap Presiden Jokowi dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Muhammad Farhan Balatif...

Jika Menelan Rambut Yang Ada Di Makanan, Ini yang Terjadi

Metrobatam.com, (Mb) - Pernahkan kamu menemukan sehelai rambut pada makanan yang sedang disantap? Tanpa disadari kamu pasti pernah tidak sengaja menelan sehelai rambut tersebut....

Terkait Bendera Indonesia Terbalik di SEA Gemes, Presiden Jokowi Tunggu Permintaan Maaf Resmi Malaysia

Metrobatam.com, Jakarta - Perhelatan olahraga terbesar di Asia Tenggara telah dimulai. Insiden terbaliknya bendera sang Pusaka Merah Putih di buku panduan pelaksanaan Sea Games...

Husrin Hood: Pengurus HKTI Tanjungpinang Harus Mampu Bersaing dengan Daerah Lain

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Ketua Badan Pertimbangan Organisasi, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Husrin Hood melantik pengurus HKTI Kota Tanjungpinang di gedung perpustakaan...

Ini 10 Gunung Terangker di Indonesia

Kalau kamu suka naik gunung, tentunya kamu sudah terbiasa dengan kondisi gunung yang sangat berat. Karena mendaki gunung itu memerlukan fisik yang kuat dan...

Ribuan Peserta Ikuti Karnaval HUT Kemerdekaan RI ke-72 di Bintim

Metrobatam.com, Bintan - Tercatat sekitar lebih kurang 2.500 Peserta memeriahkan Pelaksanaan kirab budaya atau Karnaval di Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Sabtu pagi (19/8)....

Bakamla Selamatkan Rombongan Kemendes yang Terombang-Ambing 8 Jam di Perairan Tarakan, Ini Kronologinya

Metrobatam, Jakarta - Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) berhasil menyelamatkan sebagian rombongan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) yang...

Ini Istana Bos First Travel yang Terlilit Utang Rp 80 M dan Tipu Calon...

Metrobatam, Jakarta - Polisi telah menetapkan bos First Travel, Andika Surachman dan istrinya, Anniesa Devitasari Hasibuan, sebagai tersangka kasus penipuan perjalanan umrah. Meski diketahui...

Seperti Ini Bahagianya Warga di Perbatasan yang Akhirnya Bisa Nikmati Listrik

Metrobatam, Atambua - Sudah dua tahun ini listrik hadir di Desa Naekake, salah satu desa di wilayah perbatasan Republik Indonesia-Timur Leste di Provinsi Nusa...

Kecewa Kontrak Kerja Tidak Diperpanjang, Mantan Pegawai Bakar Kampus Universitas Malikussaleh

Metrobatam, Aceh Utara – Pelaku pembakaran Gedung Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal), di Gampong (Desa) Kecamatan Muara Baru, Kabupaten Aceh Utara, berinisial S mengaku kecewa...