Anggota Polda Riau Ditahan Maritim Malaysia, Ini Kata Kapolda Riau

Kapolda Riau, Brigjen Pol Supriyanto

Metrobatam.com, Pekanbaru – Kepala Kepolisian Daerah Riau memastikan Brigadir RK, anggota Direktorat Polisi Perairan yang ditahan Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) masih ditahan di negeri jiran tersebut.

“Kabar terakhir dia masih di sana (Malaysia) untuk diproses. Perkara itu kini bukan lagi wewenang Polda Riau, tapi sudah ditangani Mabes Polri,” kata Kapolda Riau, Brigjen Pol Supriyanto di Pekanbaru, Jumat.

Ia menjelaskan saat ini mereka masih diproses di Malaysia, termasuk kepemilikan senjata api saat diamankan APMM di Selat Malaka. Meski masih di tahan di Malaysia, dia menjelaskan bahwa petugas setempat tidak mempersulit proses pemeriksaan tersebut.

“Mereka tidak mempersulit, karena perwakilan kita tetap berkomunikasi dengan mereka,” ujarnya.

Sebelumnya beredar kabar adanya penangkapan empat warga negara Indonesia oleh APMM atau Badan Keamanan Laut-nya Malaysia di Selat Malaka pada Kamis lalu (28/4). Brigjen Pol Supriyanto membenarkan penangkapan anggotanya tersebut.

Ia mengatakan dirinya mendapat kabar bahwa jajarannya ditahan petugas Malaysia saat melakukan patroli di wilayah perbatasan Bengkalis.

“Kemarin saya dilaporkan Ditpol Air, anggotanya melakukan patroli di wilayah perbatasan Bengkalis untuk mencari apakah ada aktivitas ilegal fishing atau penyelundupan,” ujarnya.

Menurut dia, penangkapan itu berawal saat Brigadir Rk diperintahkan Ditpol Air untuk melakukan patroli dengan Kapal Patroli (KP). Kemudian, lanjutnya, petugas yang awalnya melakukan patroli rutin dengan KP Pol Air 2005 tiba-tiba berganti kapal menggunakan kapal nelayan. Tidak diketahui jelas penyebab dan maksud pergantian kapal itu.

Namun yang jelas, petugas melanjutkan patroli dengan menggunakan kapal nelayan bersama tiga warga sipil yang diketahui berinisial Cu, SB, dan Ag itu melintas batas wilayah.

Akibatnya mereka ditahan oleh Maritim Malaysia. Penahanan itu sendiri dilakukan setelah Maritim Malaysia menemukan senjata api yang diduga milik Brigadir Rk berikut uang ringgit sebanyak 10.000 Ringgit Malaysia.

Beredar kabar bahwa oknum polisi bersama tiga warga sipil itu diamankan atas laporan nelayan Malaysia karena melakukan pemerasan. Terkait hal itu, Kapolda Riau belum dapat memastikannya, dan lebih menunggu hasil pemeriksaan.

“Terkait masalah pemerasan, kami tidak bisa memastikan, karena yang memeriksa APMM dan masih diperiksa, termasuk (kepemilikan) 10.000 Ringgit Malaysia,” jelasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi maksud pergantian kapal itu, Kapolda belum berani memastikannya. “Mungkin bisa juga masalah penyelidikan. Karena masalah di laut kita tidak tahu bagaimana,” ujarnya.

Hanya saja, ia memastikan bahwa dalam melakukan operasi tersebut, petugasnya dilengkapi dengan surat tugas.(Mb/Antara)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Grand Opening Warung’e Lara dengan Menu Sajian yang Enak

Metrobatam.com, Batam, Warung'e Lara, demikian nama rumah makan di Jalan Gatot Subroto Sidoarjo, Desa Larangan RT1, RW1, Candi Sidoarjo Jawa Timur, yang mulai beroperasi, Minggu (19/8/2018). Tempat...

Lebih Nyaman dan Aman, Capella Dinamik Nusantara Launching Honda CB150R StreetFire dan CBR250RR

Metrobatam.com, Batam - PT Capella Dinamik Nusantara kembali Launching Honda CB 150R StreetFire dan CBR 250 RR Minggu, ditempat di Auditorium Mega Mall Batam...

Jokowi Kalungkan Medali Emas untuk Lifter Eko Yuli

Metrobatam, Jakarta - Lifter Eko Uli Irawan berhasil meraih emas dalam cabang olahraga angkat besi. Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyaksikan pertandingan itu menyerahkan...

Timses Jokowi Disebut Ber-IQ 80, Golkar Peringatkan Mardani

Metrobatam, Jakarta - Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyebut timses Joko Widodo-Ma'ruf Amin ber-IQ 80 secara komunal. Partai Golkar mengingatkan Mardani untuk diam...

Ini Isi Lengkap Fatwa MUI Soal Vaksin MR yang Kontroversial

Metrobatam, Jakarta - Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia telah menetapkan vaksin Measles Rubella (MR) mengandung babi dalam proses produksinya. Namun tetap memperbolehkan penggunaan vaksin...

Susi Musnahkan 125 Kapal Maling Ikan, 40 Ditenggelamkan di Natuna

Metrobatam, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menenggelamkan kapal maling ikan sebagai kado HUT ke-73 kemerdekaan Indonesia. Menurut catatan Susi kapal maling...

LSI Denny JA: Jokowi-Ma’ruf 52,2%, Prabowo-Sandi 29,5%

Metrobatam, Jakarta - Pascapendaftaran Pilpres 2019 periode awal Agustus 2018, Lingkaran Survei Indonesia menggelar survei elektabilitas dua pasangan calon. Siapa unggul? Survei digelar pada 12...

KPK Sita Mobil Camry dari Apartemen Staf Ahli Anggota F-PAN Sukiman

Metrobatam, Jakarta - Anggota DPR dari Fraksi PAN Sukiman memenuhi panggilan KPK sebagai saksi kasus suap perimbangan dana RAPBN-P 2018. Pemanggilan ini yang kedua...

Dituduh Curi Uang Rp1,5 Juta, Eks Majikan Aniaya dan Gunduli Magfiroh

Metrobatam, Bogor - Polisi meyelidiki kasus penganiayaan dan penggulan terhadap Magfiroh (28) oleh eks majikannya, EA. Polisi melayangkan panggilan terhadap EA untuk diperiksa terkait...

Anggota Majelis Syuro PKS: Enak Aja Anies Jadi Kader Gerindra!

Metrobatam, Jakarta - Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Prabowo Soenirman mengatakan posisi Wagub DKI akan menjadi milik PKS jika Anies Baswedan bergabung ke...

Mobil Ketua Panwaslu Dibakar OTK

Metrobatam, Kolaka - Mobil pribadi milik Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Juhardin diduga dibakar oleh orang tidak dikenal (OTK) pada Minggu...

Ridwan Kamil Ditabrak Pengemudi Motor yang Hindari Razia

Metrobatam, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil ditabrak seorang pengemudi motor saat berangkat kerja. Pria yang karib disapa Emil itu ditabrak bikers yang...
BAGIKAN