Anggota Polda Riau Ditahan Maritim Malaysia, Ini Kata Kapolda Riau

989
Kapolda Riau, Brigjen Pol Supriyanto

Metrobatam.com, Pekanbaru – Kepala Kepolisian Daerah Riau memastikan Brigadir RK, anggota Direktorat Polisi Perairan yang ditahan Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) masih ditahan di negeri jiran tersebut.

“Kabar terakhir dia masih di sana (Malaysia) untuk diproses. Perkara itu kini bukan lagi wewenang Polda Riau, tapi sudah ditangani Mabes Polri,” kata Kapolda Riau, Brigjen Pol Supriyanto di Pekanbaru, Jumat.

Ia menjelaskan saat ini mereka masih diproses di Malaysia, termasuk kepemilikan senjata api saat diamankan APMM di Selat Malaka. Meski masih di tahan di Malaysia, dia menjelaskan bahwa petugas setempat tidak mempersulit proses pemeriksaan tersebut.

“Mereka tidak mempersulit, karena perwakilan kita tetap berkomunikasi dengan mereka,” ujarnya.

Sebelumnya beredar kabar adanya penangkapan empat warga negara Indonesia oleh APMM atau Badan Keamanan Laut-nya Malaysia di Selat Malaka pada Kamis lalu (28/4). Brigjen Pol Supriyanto membenarkan penangkapan anggotanya tersebut.

Ia mengatakan dirinya mendapat kabar bahwa jajarannya ditahan petugas Malaysia saat melakukan patroli di wilayah perbatasan Bengkalis.

“Kemarin saya dilaporkan Ditpol Air, anggotanya melakukan patroli di wilayah perbatasan Bengkalis untuk mencari apakah ada aktivitas ilegal fishing atau penyelundupan,” ujarnya.

Menurut dia, penangkapan itu berawal saat Brigadir Rk diperintahkan Ditpol Air untuk melakukan patroli dengan Kapal Patroli (KP). Kemudian, lanjutnya, petugas yang awalnya melakukan patroli rutin dengan KP Pol Air 2005 tiba-tiba berganti kapal menggunakan kapal nelayan. Tidak diketahui jelas penyebab dan maksud pergantian kapal itu.

Namun yang jelas, petugas melanjutkan patroli dengan menggunakan kapal nelayan bersama tiga warga sipil yang diketahui berinisial Cu, SB, dan Ag itu melintas batas wilayah.

Akibatnya mereka ditahan oleh Maritim Malaysia. Penahanan itu sendiri dilakukan setelah Maritim Malaysia menemukan senjata api yang diduga milik Brigadir Rk berikut uang ringgit sebanyak 10.000 Ringgit Malaysia.

Beredar kabar bahwa oknum polisi bersama tiga warga sipil itu diamankan atas laporan nelayan Malaysia karena melakukan pemerasan. Terkait hal itu, Kapolda Riau belum dapat memastikannya, dan lebih menunggu hasil pemeriksaan.

“Terkait masalah pemerasan, kami tidak bisa memastikan, karena yang memeriksa APMM dan masih diperiksa, termasuk (kepemilikan) 10.000 Ringgit Malaysia,” jelasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi maksud pergantian kapal itu, Kapolda belum berani memastikannya. “Mungkin bisa juga masalah penyelidikan. Karena masalah di laut kita tidak tahu bagaimana,” ujarnya.

Hanya saja, ia memastikan bahwa dalam melakukan operasi tersebut, petugasnya dilengkapi dengan surat tugas.(Mb/Antara)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

KPK Geledah Rumah Tim Sukses saat Zumi Zola Kampanye Gubernur Jambi

Metrobatam, Jambi - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus melakukan penyelidikan terhadap dugaan uang gratifikasi dari Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola. Kali ini,...

Liga Champions: Liverpool Libas Roma 5-2

Liverpool - Liverpool meraih kemenangan besar di leg pertama semifinal Liga Champions. The Reds mengalahkan AS Roma di kandang sendiri dengan skor 5-2. Menjamu Roma...

KPK Bidik Pihak Lain di Pusaran Korupsi E-KTP Pasca-Vonis Setya Novanto

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan membidik pihak lain yang terlibat dalam pusaran korupsi pengadaan e-KTP setelah dijatuhkannya vonis terhadap mantan...

Divonis 15 Tahun, Setya Novanto Syok

Metrobatam, Jakarta - Mantan Ketua DPR Setya Novanto alias Setnov mengaku kaget dengan vonis 15 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider tiga bulan...

Bertemu dengan Jokowi, PA 212: Pertemuan Berlangsung di Istana Bogor

Metrobatam, Jakarta - Foto pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Persaudaraan Alumni (PA) 212 jadi sorotan. Ketua Umum DPP PA 212 Slamet Maarif mengatakan pertemuan...

Lembaga-Lembaga PBB Puji Indonesia Jalankan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Metrobatam, Jakarta - Lembaga-lembaga di bawah naungan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) memuji komitmen Indonesia dalam menjalankan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Hal...

Gara-gara Pencurian Listrik, PLN Hilang Pendapatan Rp 10 T

Metrobatam, Jakarta - PT PLN (Persero) mengaku kehilangan potensi pendapatan Rp 10 triliun gara-gara pencurian listrik. Pencurian listrik ini dilakukan industri hingga perumahan. "Karena tahu...

Polisi Sita 142,8 kg Ganja Jaringan Aceh-Jakarta

Metrobatam, Jakarta - Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menangkap enam orang yang masuk dalam jaringan narkotika Aceh - Jakarta. Dari penangkapan tersebut didapati...

Gubernur Aceh Dipolisikan Anggota DPR Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik

Metrobatam, Banda Aceh - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, Abdullah Saleh melaporkan akun Facebook milik Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf ke polisi. Laporan itu...

Jual Perempuan Lewat Medsos, Nurafni Divonis 3 Tahun Penjara

Metrobatam, Medan – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan, menjatuhkan pidana penjara selama 3 tahun kepada Nurafni alias Nur, terdakwa dalam kasus perdagangan manusia secara...

Mulai 1 Mei 2018, Peserta Mandiri BPJS Kesehatan Wajib Autodebit

Metrobatam.com, Batam - Mulai 1 Mei 2018, peserta bukan penerima upah (PBPU) BPJS Kesehatan wajib melakukan pembayaran iuran dengan metode autodebit. Ketentuan ini berlaku...

Pencetakan KTP-elektronik di Kota Batam Rampung

Metrobatam.com, Batam - Pencetakan KTP-elektronik untuk seluruh Kecamatan Kota Batam telah rampung. Terakhir 11.000 KTP-el dicetak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Batam untuk...
BAGIKAN