Anggota Polda Riau Ditahan Maritim Malaysia, Ini Kata Kapolda Riau

979
Kapolda Riau, Brigjen Pol Supriyanto

Metrobatam.com, Pekanbaru – Kepala Kepolisian Daerah Riau memastikan Brigadir RK, anggota Direktorat Polisi Perairan yang ditahan Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) masih ditahan di negeri jiran tersebut.

“Kabar terakhir dia masih di sana (Malaysia) untuk diproses. Perkara itu kini bukan lagi wewenang Polda Riau, tapi sudah ditangani Mabes Polri,” kata Kapolda Riau, Brigjen Pol Supriyanto di Pekanbaru, Jumat.

Ia menjelaskan saat ini mereka masih diproses di Malaysia, termasuk kepemilikan senjata api saat diamankan APMM di Selat Malaka. Meski masih di tahan di Malaysia, dia menjelaskan bahwa petugas setempat tidak mempersulit proses pemeriksaan tersebut.

“Mereka tidak mempersulit, karena perwakilan kita tetap berkomunikasi dengan mereka,” ujarnya.

Sebelumnya beredar kabar adanya penangkapan empat warga negara Indonesia oleh APMM atau Badan Keamanan Laut-nya Malaysia di Selat Malaka pada Kamis lalu (28/4). Brigjen Pol Supriyanto membenarkan penangkapan anggotanya tersebut.

Ia mengatakan dirinya mendapat kabar bahwa jajarannya ditahan petugas Malaysia saat melakukan patroli di wilayah perbatasan Bengkalis.

“Kemarin saya dilaporkan Ditpol Air, anggotanya melakukan patroli di wilayah perbatasan Bengkalis untuk mencari apakah ada aktivitas ilegal fishing atau penyelundupan,” ujarnya.

Menurut dia, penangkapan itu berawal saat Brigadir Rk diperintahkan Ditpol Air untuk melakukan patroli dengan Kapal Patroli (KP). Kemudian, lanjutnya, petugas yang awalnya melakukan patroli rutin dengan KP Pol Air 2005 tiba-tiba berganti kapal menggunakan kapal nelayan. Tidak diketahui jelas penyebab dan maksud pergantian kapal itu.

Namun yang jelas, petugas melanjutkan patroli dengan menggunakan kapal nelayan bersama tiga warga sipil yang diketahui berinisial Cu, SB, dan Ag itu melintas batas wilayah.

Akibatnya mereka ditahan oleh Maritim Malaysia. Penahanan itu sendiri dilakukan setelah Maritim Malaysia menemukan senjata api yang diduga milik Brigadir Rk berikut uang ringgit sebanyak 10.000 Ringgit Malaysia.

Beredar kabar bahwa oknum polisi bersama tiga warga sipil itu diamankan atas laporan nelayan Malaysia karena melakukan pemerasan. Terkait hal itu, Kapolda Riau belum dapat memastikannya, dan lebih menunggu hasil pemeriksaan.

“Terkait masalah pemerasan, kami tidak bisa memastikan, karena yang memeriksa APMM dan masih diperiksa, termasuk (kepemilikan) 10.000 Ringgit Malaysia,” jelasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi maksud pergantian kapal itu, Kapolda belum berani memastikannya. “Mungkin bisa juga masalah penyelidikan. Karena masalah di laut kita tidak tahu bagaimana,” ujarnya.

Hanya saja, ia memastikan bahwa dalam melakukan operasi tersebut, petugasnya dilengkapi dengan surat tugas.(Mb/Antara)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Polisi Tangkap Supir Taksi Online Pengantar ‘Penumpang Tuyul’

Metrobatam, Makassar - Petugas Subdit Cyber Crime Polda Sulawesi Selatan menangkap tujuh pemuda karena memanipulasi sistem elektronik perusahaan angkutan daring, Grab, akhir pekan lalu. Tujuh...

Gunung Sinabung Kembali Erupsi, Semburkan Abu Vulkanik 3 Km

Metrobatam, Medan - Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara masih menunjukkan aktivitas vulkaniknya. Pagi ini, Gunung Sinabung kembali erupsi. Petugas Pos Pengamat Gunung Sinabung,...

HUT ke-71 Megawati, PDIP Suguhkan Teater Kebangsaan

Metrobatam, Jakarta - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menampilkan teater kebangsaan bertajuk 'Satyam Eva Jayate' untuk memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-71 sang Ketua...

Bintan akan Terima DAK Rp6,2 Miliar dari Pemerintahan Pusat untuk Pendidikan

Metrobatam.com, Bintan - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan Tamsir, M.Pd mengatakan bahwa pada tahun 2018 ini, setidaknya Dana Alokasi Khusus Pendidikan sebesar 6,2 Milyar...

Kecanduan Judi Online, Karyawan Ini Gelapkan Uang Perusahaan

Metrobatam.com, Jember - Saat ini banyak bertebaran situs judi online yang memasang deposit sangat murah, bahkan sangat tidak masuk akal. Jika tak hati-hati, akan...

Jaksa Tampilkan Percakapan Johannes Marliem dan FBI di AS, Seperti Ini Isinya

Metrobatam, Jakarta - Percakapan Johannes Marliem (bos PT Biomorf Lone Indonesia dan PT Biomorf Mauritius) dengan anggota FBI di Los Angeles, Amerika Serikat (AS),...

Usai Saling Pecat, Konflik Hanura Kini Berujung Saling Lapor Polisi

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) kubu Manhattan melaporkan tiga orang kader kubu Ambhara yakni Ari Mularis, Sudewo, dan...

WNI Diduga Ikut ISIS Ditangkap di Malaysia, Mabes Polri Tak Mau Ikut Campur

Metrobatam, Jakarta - Polri tak mau ikut campur atas tertangkapnya Warga Negara Indonesia (WNI) di Malaysia yang diduga terlibat ke dalam jaringan ISIS. "Kalau itu...

Penjual Pulau RI di Situs Online Sudah Dikontak KKP

Metrobatam, Jakarta - Website privateislandonline.com memasang iklan penjualan pulau di Indonesia. Menanggapi hal ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan telah menghubungi sang penjual. Dirjen...

Keceriaan Ibu-ibu PKK di Fisherism Tanjungriau Batam

Metrobatam.com, Batam - Ibu-ibu PKK Sei Temiang mengikuti kelas edukasi menghias cookies yang diadakan BP Batam bekerjasama dengan UMKM, bertempat di Fisherism Tanjungriau 22...

Polisi Tembak Mati Tiga Anggota Jaringan Narkoba Internasional

Metrobatam, Medan - Personel Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara, menembak mati tiga anggota sindikat narkoba internasional Malaysia-Indonesia, dalam sebuah drama penangkapan yang dilakukan...

Siap-siap, 31 Januari Gerhana Bulan Total Bakal Sapa Indonesia

Metrobatam, Jakarta - Gerhana Bulan Total diprediksi terjadi pada 31 Januari 2018. Fenomena alam tersebut bisa diamati di sejumlah negara, termasuk di Indonesia. Berdasarkan siaran...
BAGIKAN