Asosiasi Pengusaha Sebut Cacing di Ikan Makarel ‘Kecelakaan’

1141

Metrobatam, Jakarta – Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) Adhi Lukman mengatakan kasus ditemukannya cacing parasit Anisakis dalam beberapa produk ikan kaleng makerel adalah sebuah ‘kecelakaan’ yang tak diduga oleh para pelaku usaha.

“Sebenarnya semua parameter keamanan pangan dan mutu itu sudah diberlakukan dengan baik. Namun, ini menjadi accident atau kecelakaan yang tidak diharapkan,” ujar Adhi dalam jumpa pers di gedung BPOM, Jumat (6/4).

Adhi mengklaim para pelaku usaha telah dengan taat melakukan penarikan produk sesuai dengan instruksi yang diberikan oleh BPOM.

Lebih lanjut, Adhi menyebut, dalam kasus ini terlihat bahwa fungsi keamanan pangan bersama sudah berjalan dengan baik di Indonesia, karena berbagai elemen mampu bersinergi dalam mengatasi kasus.

“Tanggung jawab keamanan pangan adalah tanggung jawab bersama, baik pelaku usaha, pemerintah, masyarakat yang termasuk konsumen,” tutur Adhi.

Ia kemudian mengimbau masyarakat untuk terus menjadi konsumen yang cerdas, bersikap tenang, dan tidak menelan mentah-mentah isu-isu yang bersifat meresahkan.

“Menjadi konsumen cerdas, baca label. Baca dengan baik dan dimengerti. Terutama tadi sudah disebutkan bahwa yang terkontaminasi adalah batch tertentu saja, jadi tidak semua ikan makerel dalam kaleng itu terkontaminasi,” katanya.

Sebelumnya, BPOM mengumumkan 27 produk ikan kaleng makerel mengandung cacing parasit.

BPOM kemudian bersinergi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kementrian Perindustrian telah melakukan audit komprehensif ke sarana produksi dalam negeri yang memproduksi produk ikan kaleng makerel.

Setelah pemeriksaan tersebut, BPOM sudah menginstruksikan kepada produsen, distributor, ataupun importir untuk menyetop penjualan dan menarik produk dari bets yang terkontaminasi.

Selanjutnya pada 28 Maret, KKP dan Kementerian Kesehatan menyatakan cacing parasit Anisakis yang ditemukan BPOM ada di 27 sampel produk ikan makarel dalam kaleng aman dikonsumsi.

KKP menyatakan cacing itu hanya berbahaya andai terkonsumsi dalam keadaan masih hidup. Adapun gangguan yang bisa dialami manusia bila mengonsumsi cacing itu dalam keadaan hidup di antaranya nyeri perut, diare, muntah, reaksi alergi, dan urtikaria (gatal-gatal).

“Cacing anisakis maupun larvanya tidak tahan suhu tinggi, maka konsumsi ikan kaleng sebaiknya dilakukan dengan pengolahan dengan pemanasan yang cukup, yaitu di atas 70 derajat celsius selama minimal lima belas menit,” demikian imbau KKP dalam keterangan tertulisnya.

Dalam jumpa persnya, Kepala BPOM Penny Lukito menjamin bahwa produk ikan kaleng makerel di luar bets yang sudah ditarik dari pasaran karena terkontaminasi cacing aman untuk dikonsumsi.

“Masyarakat tidak perlu khawatir dengan produk ikan makerel dalam kaleng yang beredar, karena proses penarikan produk ikan makerel kaleng dari kode produksi tertentu tersebut telah dikawal oleh seluruh pemangku kepentingan,” kata Penny. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

DPRD Bintan akan Tinjau Pembendungan Bibir Pantai oleh Melia Resort Bintan

Metrobatam.com, Bintan - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)Kabupaten Bintan akan turun untuk melihat pembendungan bibir pantai yang dilakukan oleh Melia Resort Bintan. Hal tersebut ucapkan...

Bupati Bintan Kunker ke Tambelan

Metrobatam.com, Bintan - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos dan Wakil Bupati Bintan Drs H Dalmasri Syam, MM melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kecamatan...

Terungkap! Total Korban Abu Tours 96 Ribu Jemaah Umrah

Metrobatam, Makassar - Total jemaah yang menjadi korban Abu Tours mencapai 96.601 orang, sebelumnya disebut 86 ribu. Sedangkan uang yang dikumpulkan Abu Tours dari...

Indonesia Bakal Punya ‘Shinkansen’ Made in Madiun

Metrobatam, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia atau KAI (Persero) terus berupaya untuk mengembangkan industri perkeretaapian lokal menjadi lebih maju dan modern. Salah satu...

Ketua KPK Keluhkan Dosen Kampus Negeri Cenderung “Membela” Terdakwa Korupsi

Metrobatam, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengeluh mereka kesulitan mencari ahli dari kalangan dosen universitas negeri untuk membantu pembuktian kasus...

Jum’at Keliling, Polsek Batam Kota Lakukan Kegiatan Memakmurkan Masjid

Metrobatam.com, Batam -  Jumat (20/04/2018) pada pukul 12.15 WIB bertempat di Mesjid Al Hidayah Perum Kopkar PLN Kel Belian Kec Batam kota-Kota Batam telah...

Bos IMF: Kami Melihat Indonesia Jauh Lebih Baik Sekarang

Washington DC - Ekonomi dunia tengah dalam kondisi pemulihan dengan prospek yang cerah, meski mmiliki risiko yang tetap perlu diwaspadai. Risiko itu terkait potensi...

MA Perberat Hukuman Dua Terdakwa Korupsi e-KTP Jadi 15 Tahun

Metrobatam, Jakarta - Majelis hakim Mahkamah Agung (MA) memutuskan memperberat hukuman dua terdakwa korupsi proyek pengadaan e-KTP, Irman dan Sugiharto. Keduanya dijatuhi vonis menjadi...

Debat Jaksa KPK vs Fredrich: Dari Bakpao Hingga Sesendok Burjo

Metrobatam, Jakarta - Adu argumen kerap mewarnai persidangan Fredrich Yunadi. Mantan pengacara Setya Novanto itu hampir selalu menentang segala tudingan jaksa KPK padanya. Seringkali perdebatan...

Kisah Pilu TKW Aini yang Tak Jumpa Keluarga Sejak 20 Tahun

Metrobatam, Jakarta - Tangis TKW Nur Aini (55) pecah saat melihat wajah keluarganya lewat sambungan video call dari kantor KBRI Riyadh, Arab Saudi. Nenek...

Ini Penjelasan Lengkap Menaker soal Polemik Perpres Tenaga Kerja Asing

Metrobatam, Jakarta - Peraturan Presiden Nomor 20/2018 tentang Tenaga Kerja Asing yang diterbitkan Presiden Joko Widodo menuai polemik hingga berbuntut wacana pansus di DPR....

KPU: Tak Ada Alasan untuk Kembalikan Pilkada ke DPRD

Metrobatam,,Jakarta - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menyatakan tidak ada alasan pemilihan kepala daerah (pilkada) dilakukan melalui DPRD atau tidak dipilih secara...
BAGIKAN