Bak Film Usang, Prabowo Diminta Gerindrakan Anies dan Gatot

904

Metrobatam.com, Jakarta – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto disarankan untuk menjadi ‘king maker’ karena publik sudah jenuh dengan sosoknya. Untuk mencegah runtuhnya elektabilitas partai, ia didorong mencari sosok lain yang potensial sebagai calon Presiden dan menjadikannya kader Partai Gerindra.

Hal itu dikatakan Direktur Eksekutif Voxpol Center Research & Consulting Pangi Syarwi Chaniago, melalui pesan singkatnya, Minggu (15/4).

Menurutnya, kekhawatiran soal tenggelamnya Gerindra jika Prabowo tak maju pada Pilpres 2019 masih bisa diperdebatkan. Namun, adalah sebuah kenyataan bahwa Prabowo memiliki peluang tipis untuk menang dari Jokowi.

Pangi mendorong munculnya sosok baru yang potensial mengalahkan Jokowi. Misalnya, mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Sosok itu nantinya bisa diidentifikasikan ke Gerindra dan tetap bisa mengerek elekabiltas partai.

“Jalan tengahnya bisa saja dengan mengkaderkan atau meng-Gerindra-kan Gatot dan Anies Baswedan sebagai capres atau cawapres justru kemungkinan bisa menyelamatkan elektabilitas Gerindra menjadi lebih besar,” terangnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyebut deklarasi Prabowo sebagai capres membuat partainya mendapat berkah elektabilitas.

Kenapa harus sosok baru? Menurut Pangi, ada kecenderungan publik yang jenuh dengan sosok Prabowo dan pertarungannya dengan Jokowi. Selain itu, elektabilitasnya pun sudah mencapai puncaknya. Namun, itu belum bisa juga mengalahkan elektabilitas Jokowi.

“Ibarat film, Prabowo adalah film lama, sudah usang. Oleh karena itu, mendaur ulang pertarungan lama yaitu head to head Jokowi-Prabowo, pada capres pilpres 2019 dan ini menjadi tidak menarik lagi untuk ditonton,” papar dia.

“Padahal, masyarakat ingin pertarungan aktor baru sehingga film menjadi menarik dan seru,” tambahnya.

Terlebih, lanjut Pangi, ada ketakutan kubu Jokowi bahwa munculnya sosok baru, seperti Gatot, akan mengubah peta pertarungan Pemilu 2019.

“Ketakutan ‘geng’ Jokowi justru apabila Gatot maju dan Prabowo menjadi king maker-nya,” ucap dia.

Indikasi ketakutan itu adalah ketika kubu Jokowi bersorak saat Prabowo mendeklarasikan diri sebagai capres dari Gerindra. Asumsinya, Pilpres dimenangkan secara mudah karena hanya mengulang pertarungan lama dan posisi Jokowi saat ini adalah petahana.

Indikasi lainnya adalah pertemuan Prabowo dengan Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, beberapa waktu lalu.

Pangi pun mendorong Prabowo bertindak seperti Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang sadar setelah kalah berulang kali dalam Pilpres dan menyerahkan posisi capres pada 2014 ke Jokowi.

“Sudah saatnya Prabowo realistis [tentang] momentumnya yang sudah lewat,” ujar dia.

Pada gelaran Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas), di Hambalang, Bogor, Partai Gerindra memutuskan untuk mengusung Prabowo Subianto sebagai capres. Namun, partai lainnya belum memastikan tiket yang sama bagi mantan Danjen Kopassus itu. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Rizal Ramli Buka ‘Akal-akalan’ Boediono di Indover – Century

Metrobatam, Jakarta - Pengamat ekonomi Rizal Ramli membeberkan dugaan kejahatan yang dilakukan oleh mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono terkait dengan rencana penyelamatan Bank Indonesia...

Ancaman Hukuman Mati Menanti Penyelundup 1,6 Ton Sabu

Metrobatam, Jakarta - Gerombolan penyelundup 1,6 ton sabu di Batam, Kepulauan Riau, terancam hukuman maksimal. Jaksa Agung M Prasetyo memastikan langsung agar mereka mendapatkan...

Dirut Pertamina Elia Dicopot karena Minyak Tumpah dan Kelangkaan Premium

Metrobatam, Jakarta - Elia Massa Manik dicopot dari Direktur Utama PT Pertamina (Persero). Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)...

Menaker: Aturan Baru Tenaga Kerja Asing Jangan Buat Adu Domba

Metrobatam, Jakarta - Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri meminta semua pihak tidak mengadu domba pemerintah dengan masyarakat soal aturan baru tenaga kerja asing. Ia...

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan pada 17 Mei

Metrobatam, Jakarta - Pengurus Pusat Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan tahun ini jatuh pada 17 Mei mendatang. Sedangkan 1 Syawal 1439 Hijriah atau Hari Raya...

Pimpinan KPK: TPPU untuk Novanto Harus Jalan

Metrobatam, Jakarta - KPK bicara soal penerapan jeratan tindak pidana pencucian uang (TPPU) untuk Setya Novanto. Namun, kepastian soal itu masih memerlukan kajian mendalam...

Kemlu Sebut Ada 2 Ribu WNI yang Berada di Suriah

Metrobatam, Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) sebut masih ada sekitar 2 ribu warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Suriah. Mayoritas WNI di...

Ini Kata Mendag soal Dampak Positif dan Negatif Libur Lebaran Ditambah

Metrobatam, Jakarta - Cuti bersama Lebaran ditambah 3 hari. Menanggapi hal ini, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menjelaskan tambahan libur itu ada dampak positif...

Kapolri: Polisi Jadi Bandar Narkoba Tembak Mati!

Metrobatam, Pekanbaru - Anggota Polri yang tersandung masalah hukum diperintahkan untuk tetap diusut tuntas. Bagi yang terlibat narkoba hingga menjadi bandar narkoba diminta untuk...

Polisi Minta Anak Buah Big Bos Miras Maut Serahkan Diri

Metrobatam, Bandung - Polisi meminta empat anak buah Samsudin Simbolon, bos miras oplosan maut, yang masih buron menyerahkan diri. "Kita minta supaya menyerahkan diri. Karena...

Helikopter Jatuh di Morowali, 1 Orang Tewas

Metrobatam, Jakarta - Sebuah helikopter jatuh di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Morowali, Sulawesi Tengah. Satu orang tewas dalam insiden itu, tetapi...

Mensesneg: Perpres Tak Mudahkan TKA Masuk ke RI

Metrobatam, Jakarta - Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Tenaga Kerja Asing (TKA) menuai polemik lantaran dianggap membuka peluang tenaga kerja asing...
BAGIKAN