Bamsoet Minta Kejaksaan Eksekusi Terpidana Mati Kasus Narkoba

Metrobatam, Jakarta – Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta Komisi III DPR mendorong Kejaksaan Agung segera mengeksekusi seluruh terpidana mati kasus narkotika yang telah berkekuatan hukum tetap atau inkracht.

Hal itu menganggapi penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 1 ton melalui jalur laut yang diungkap oleh TNI AL, BNN, dan Bea Cukai.

Menurutnya, eksekusi terhadap para terpidana mati kasus narkotika untuk memberi efek jera terhadap para pelaku peredaran narkotika di Indonesia.

“Pimpinan DPR meminta Komisi III DPR mendorong Kejaksaan untuk mengeksekussi terpidana mati kasus narkoba yang berkekuatan hukum tetap,” ujar Bambang dalam keterangan tertulis, Senin (12/2).

Selain mendesak eksekusi mati, Bambang juga meminta Komisi I DPR mendorong pihak berwenang melakukan cegah tangkal masuknya narkoba ke Indonesia sebagaimana diatur dalam UU.

Ia juga meminta, kepolisian dan BNN meningkatkan upaya pencegahan terhadap penyalahgunaan narkotika di Indonesia. “Meminta Komisi III DPR mendorong pihak Kepolisian dan BNN lebih meningkatkan kinerja dalam pencegahan dan pemberantasan peredaran narkoba,” ujarnya.

Terpisah, anggota Komisi III Fraksi NasDem Ahmad Sahroni menekankan sinergitas antara instansi terkait yang berwenang terhadap palanggaran hukum di laut, seperti BNN, Polri, Bea Cukai dan TNI AL.

Sinergitas dianggap penting mengingat luasnya perbatasan Indonesia dan banyaknya jalur khusus yang dimanfaatkan penyelundup untuk memasukkan narkoba ke Indonesia.

“Penangkapan kapal Sunrise Glory ini membuktikan sinergitas penggagalan penyelundupan narkoba telah berjalan baik. Pencegahan masuknya narkoba ke Indonesia memang tak boleh dilakukan parsial karena panjang perbatasan yang memunculkan banyaknya jalur tikus,” ujar Sahroni dalam pesan tertulis.

Sahroni mendukung upaya hukuman mati terhadap para penyelundup hingga pengedar narkoba di Indonesia. Pasalnya, ia menilai tindak pidana peredaran narkotika merupakan kejahatan kemanusiaan.

Sebelumnya, Kapal Sunrise Glory berbendera Singapura yang dinakhodai Chen Chung Nan ditangkap satuan patroli TNI AL di perairan Selat Philip, Provinsi Kepulauan Riau, pada Rabu, sekitar 14.00 WIB.

Penangkapan tersebut dilakukan karena kapal memasuki perairan Indonesia dengan mengibarkan bendera Singapura dan memiliki dokumen palsu.

Saat kapal tiba di Dermaga Lanal Batam, tim gabungan TNI, Badan Narkotika Nasional dan Bea Cukai pun melakukan pengecekan lalu menemukan narkotika jenis sabu sebanyak 41 karung beras dengan berat sekitar satu ton. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Warga Malaysia Diajak Menggalang Dana Menalangi Utang Negara Rp 3.570 T

Metrobatam.com, Kuala Lumpur - Warga Malaysia ramai-ramai diajak untuk menggalang dana menalangi utang negara yang sudah menembus 1 triliun RM (Ringgit Malaysia) atau sekitar...

Terkait KEK, Pengusaha Ngadu ke DPRD Kota Batam

Metrobatam.com, Batam - Nuryanto, SH,MH memimpin Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait penyampaian aspirasi dari para pengusaha dan asosiasi Kota Batam melalui Kadin yang...

Bea dan Cukai Batam : Pengawasan Barang di FTZ Lebih Sulit Dibanding KEK

Metrobatam.com, Batam - Pengawasan barang di Free Trade Zone (FTZ) lebih sulit dibandingkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Dampak lainnya juga menjadikan Batam tepat untuk...

Tangkal Terorisme, Pengajar Harus Belajar Nilai Kebangsaan

Metrobatam, Jakarta - Akademisi Muslim Azyumardi Azra mengimbau tenaga pengajar di kampus mendapat pelatihan kembali soal kebangsaan. Tuntutan Azyumardi itu terkait dengan temuan sejumlah...

Jelang Final Liga Champions: Zinedine Yazid Zidane vs Juergen Norbert Klopp

Metrobatam, Jakarta - Juergen Klopp senang hanya bertemu Zinedine Zidane setelah dia jadi pelatih. Genius sebagai peraci strategi, jalan karier keduanya memang beda jauh. "Dia...

JK Sebut Daftar Mubalig Dibuat Agar Tak Sembarangan Ceramah

Metrobatam, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mendukung langkah Kementerian Agama yang mengeluarkan daftar 200 nama mubalig. Menurut JK, daftar nama itu berguna mengatur...

Ketua KPK Sindir DPR yang Dukung Eks Koruptor Nyaleg

Metrobatam, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menyindir pihak-pihak yang membolehkan mantan narapidana korupsi menjadi calon anggota legislatif pada Pemilu 2019....

Penyidik Sebut Fredrich Minta Kerjaan: Dia Bilang KPK Kan Banyak OTT

Metrobatam, Jakarta - Fredrich Yunadi disebut pernah meminta agar dibagi kasus pada seorang penyidik senior KPK. Ambarita Damanik. Namun, permintaan Fredrich itu disampaikan sembari...

Soal Ekonomi RI Lampu Kuning, Ini Penjelasan BI

Metrobatam, Jakarta - Beberapa kalangan menyebutkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini berada dalam lampu kuning. Menguatnya dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah hingga...

UU Terorisme Beri Kompensasi Korban hingga Peristiwa Bom Bali

Metrobatam, Jakarta - Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme yang baru saja disahkan DPR mengatur tentang pemberian kompensasi bagi korban aksi...

Moeldoko Sebut Perpres Korupsi Tinggal Diteken Jokowi

Metrobatam, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan hasil revisi Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2012 tentang Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi sudah...

Kontroversi Takjil Politik #2019GantiPresiden

Metrobatam, Jakarta - Pembagian takjil gratis berstiker #2019GantiPresiden yang dibagikan Komunitas Relawan Sadar Indonesia (Korsa) menuai kontroversi. Pendukung Joko Widodo (Jokowi) mengkritik pembagian takjil...
BAGIKAN