Bandar Ganja Antar Provinsi di Ditembak Polisi di Makassar

1154

Metrobatam, Makassar – Aparat kepolisian berhasil meringkus JB (25) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Dia merupakan pelaku bandar ganja antar provinsi.

Tim Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar, meringkus JB di rumahnya di kawasan Kecamatan Tamalanrea, pada Rabu (11/4) dini hari. Menurut Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Diari Estetika, pelaku terpaksa dilumpuhkan polisi di kakinya, lantaran berusaha melarikan diri saat tengah mencari sisa barang bukti ganja miliknya.

“Saat dilakukan pencarian barang bukti ganja yang diduga masih disembunyikannya, pelaku melarikan diri hingga terpaksa dilumpuhkan kaki nya dengan timah panas oleh Tim Hiu,” ujar Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Diari Estetika, saat ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, pada Rabu (11/4) dini hari.

Lanjut Diari, selain mengamankan pelaku, polisi juga berhasil menyita sebanyak sembilan puluh satu paket ganja, yang diterimanya dari pulau Sumatera dan hendak dijual di Makassar dan Tual, Maluku Tenggara.

“Kami sita barang bukti 90 paket kecil dan satu paket besar ganja dari satu kota di pulau Sumatera, yang hendak di edarkan di Makassar dan Tual,” lanjutnya.

Diketahui, tertangkapnya bandar ganja tersebut berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Tim Narkoba Polrestabes Makassar, yang mengetahui pengiriman barang haram ini di salah satu jasa pengiriman barang. Polisi juga meringkus dua kurir paketan ganja itu.

“Selain bandar (ganja) JB, Tim Hiu Narkoba Polrestabes Makassar juga meringkus ST dan FR, selaku kurir yang mengambil barang di salah satu jasa pengiriman barang, di Jalan Borong Raya,” kata Kompol Diari.

Hingga kini, Tim Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar, masih mengejar bandar tempat pelaku mengambil barang ini di pulau Sumatera.

Akibat ulahnya, JB kini terancam pasal 111 terkait narkotika jenis tanaman, dengan ancaman hukuman dua puluh tahun penjara.

Sabu Jaringan Malaysia di Mamuju

Sementara Polres Metro Mamuju menangkap dua tersangka sabu jaringan Malaysia di Mamuju, Sulawesi Barat. 1 kg sabu diamankan dalam penangkapan itu.

“Penangkapan ini hasil kerja Tim Python, yang melakukan penyelidikan selama 2 (dua) bulan sehingga kasus tersebut dapat dibongkar,” kata Kapolres Metro Mamuju AKBP M Rivai Arvan kepada detikcom, Selasa (10/4).

Dua tersangka tersebut berinisial DG (29) dan AL (32). Keduanya ditangkap di Jalan A Makassau, Kabupaten Mamuju, Sulbar, Sabtu (7/8).

“Narkoba berasal dari Malaysia melalui Balikpapan dan menuju ke pelabuhan di Kabupaten Mamuju, pelaku ditangkap saat turun dari kapal penyeberangan menaiki mobil avanza dan disergap,” ujarnya.

Selain 1 kg sabu, ada juga 6 butir ekstasi dan 1 handphone yang diamankan. Rivai mengatakan pihaknya masih berkoordinasi dengan Polda Sulbar untuk menangkap bandar besar jaringan ini.

“Pengungkapan kasus narkotika kali ini merupakan pengungkapan terbesar dan terbanyak di Provinsi Sulawesi Barat, jika dirupiahkan, harganya mencapai Rp 2 miliar,” ujarnya. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Wali Kota Tegal Divonis 5 Tahun Penjara

Metrobatam, Jakarta - Majelis hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang menjatuhkan vonis lima tahun penjara, kepada Wali Kota nonaktif Tegal, Siti Masitha. Dia...

Dikawal 4 Pesawat Tempur, Panglima TNI ke Natuna Tinjau Pangkalan Militer

Metrobatam, Jakarta – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berkunjung ke Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau. Saat terbang ke sana, Hadi mendapat pengawalan ekstra ketat. Empat...

PKS Luruskan Hoax Kader Komentar ‘Kartini Pemuas Seks Belanda’

Metrobatam, Jakarta - Komentar seseorang bernama Ahmada Al Fatih yang menghina Kartini dikait-kaitkan dengan PKS. Foto seseorang berjas PKS digabungkan dengan komentar itu. Bagaimana...

Menkumham Setuju Hukuman Cambuk Dilakukan di Area Lapas

Metrobatam, Jakarta – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly setuju eksekusi hukuman cambuk bagi pelanggar syariat di Aceh dila‎ksanakan di...

Dokter RS Premier Ngaku Tak Pernah Beri Rekam Medis Setnov ke Fredrich Yunadi

Metrobatam, Jakarta - Dokter RS Premier Glen S Dunda mengaku, tidak pernah memberi rekam medis terdakwa kasus korupsi e-KTP Setya Novanto (Setnov) kepada pengacara...

Bos First Travel Akui Gaji Rp 1 M dan Beli Restoran di London

Metrobatam, Depok - Hakim menanyai bos First Travel, Andika Surachman soal nilai gajinya yang mencapai Rp 1 miliar tiap bulan. Menurut Andika, gaji sebesar...

Jenazah Wakapolres Labuhanbatu Dimakamkan secara Militer di Kampung Halamannya

Metrobatam, Medan – Wakapolres Labuhanbatu, Sumatera Utara, Kompol Andi Chandra, yang tewas setelah kapal yang ditumpanginya bersama 6 pejabat utama Polres Labuhanbatu tenggelam di...

Ketua DPRD Kepri Minta KPID Tangkal Penyebaran Hoax Melalui Siaran

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Ketua DPRD Provinsi provinsi Kepri Jumaga Nadeak, meminta agar Komisi Penyiaran Informasi Daerah (KPID) setempat berperan aktif menangkal penyebaran hoax melalui...

Ditpolairud Polda Kepri MoU dengan DPC INSA Batam Serta Luncurkan Aplikasi Sipopeye Kepri

Metrobatam.com, Batam - Dirpolairud Polda Kepri meluncurkan aplikasi SIPOPEYE KEPRI dan lakukan Penandatanganan (Memorandum of Understanding) MoU bersama DPC INSA Batam, Jumat (20/4/2018) pagi di...

Tiga Penari Erotis di Batam Hanya Pekerja Lepas

Metrobatam, Batam - Tiga penari erotis di Dataran Engku Putri, Batam Center, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) pada Sabtu, 14 April 2018 lalu diketahui hanya...

‘Sentilan’ SBY dan Polemik Kasus Century

Metrobatam, Jakarta - Presiden keenam Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, membuat pernyataan mengejutkan melalui akun media sosial Twitter pribadinya, @SBYudhoyono, pada Selasa (17/4). SBY menyampaikan...

Asyik Pesta Narkoba, 5 Pelajar Ditangkap di Rumah Kosong

Metrobatam, Pekanbaru - Bukannya mengisi waktu dengan hal positif, sekelompok remaja ini malah melakukan perbuatan tercela dan melanggar hukum. Para remaja yang semua masih...
BAGIKAN