Banggakan Putin, Fadli Zon Dinilai Tak Lagi Idolakan Prabowo

    1379

    Metrobatam, Jakarta – Ketua Fraksi Hanura DPR Inas Nasrullah Zubir, menerka Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sudah tak lagi menjadi sosok pemimpin yang diidolakan wakilnya, Fadli Zon. Anggapan itu terlontar karena Fadli Zon mencuitkan karakter pemimpin Indonesia ideal menurutnya yang seperti Presiden Rusia Vladimir Putin.

    “Kenapa yang ngomong itu kelihatannya tidak lagi mengidolakan Prabowo? Kelihatannya Fadli Zon sudah menafikan Prabowo kayaknya. Ini kan kelihatannya malah mengidolakan Putin. Sepertinya Prabowo nggak masuk dalam itungan Fadli Zon,” kata Inas kepada detikcom, Sabtu (31/3).

    Terkait ungkapan Fadli Zon yang terkesan memuji Putin, Inas memandang hal itu sebagai gambaran orang yang mencintai tokoh komunis. “Itu kan gambaran orang pecinta komunis, itu gambaran seperti Vladimir Putin. Kalau orang yang memang dasarnya sudah simpati sama komunis, arahnya memang ke arah Vladimir Putin,” ujar dia.

    Inas menuturkan karakter pemimpin yang tepat bagi Indonesia ialah pemimpin yang mau bekerja untuk rakyat, yaitu Joko Widodo (Jokowi). Inas menyebut sosok Jokowi sebagai pemimpin Indonesia periode ke depan sudah sangat kuat.

    “Kalau orang Indonesia, presiden yang cocok bagi orang Indonesia adalah presiden yang bisa bekerja. Indonesia itu butuh orang yang bisa kerja. Memang ini kan ketakutannya pihak sana, Jokowi memang sudah tidak bisa dilawan sekarang. Jokowi karena sudah turun sampai ke grass root,” tutur Inas.

    Dia kemudian menyarankan Fadli Zon untuk tak banyak bicara dan menyebut Fadli sudah tak percaya diri dengan kemenangan Prabowo di Pilpres 2019. “Jadi sudahlah, yang sudah nggak punya calon sendiri, diam saja dulu. Kalau memang sudah nggak pede dengan calonnya sendiri, sudah saja diam,” tandas Inas.

    Wakil Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Roy Suryo menanggapinya, partainya telah menyiapkan pemimpin yang kelasnya di atas Putin, yaitu Ketua Kogasma PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). “Insya Allah Indonesia memiliki pemimpin yang kalibernya di atas Putin,” kata Roy kepada detikcom, Sabtu (31/3).

    Roy mengatakan penduduk Indonesia berjumlah 264 jiwa. Dia memastikan banyak sosok berkarakter Putin versi Fadli Zon. “Penduduk kita saja 264 Juta jiwa, pasti banyak itu,” ujar dia.

    Untuk Demokrat sendiri, si sulung pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Ani Yudhoyono, AHY, yang dinilai memiliki integritas sebagai pemimpin. “Insya Allah (Demokrat) ada (pemimpin yang kelasnya di atas Putin, red). Mas AHY,” klaim Roy.

    Sementara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengecam isi Twitter Waketum Gerindra Fadli Zon soal Indonesia membutuhkan pemimpin seperti Vladimir Putin, bukan yang banyak ngutang dan planga-plongo. PSI merasa Joko Widodo diseret dalam cuitan Fadli.

    “Walau tidak secara jelas menyebut nama, tweet tersebut secara jelas diarahkan untuk melecehkan Presiden Jokowi,” kata Ketua DPP PSI Tsamara Amany kepada wartawan, Jumat (30/3).

    PSI menganggap tweet tersebut melukai hati rakyat Indonesia yang mendukung Jokowi. Sebagai catatan, survei sejumlah lembaga penelitian terpercaya menunjukkan mayoritas rakyat Indonesia saat ini menyatakan puas dengan kinerja Presiden Jokowi.

    “Menggambarkan Presiden yang didukung mayoritas rakyat sebagai ‘panga plongo’ pada dasarnya adalah penghinaan yang sama sekali tidak pantas,” protes Tsamara.

    Sedangkan PKB berpendapat, masyarakat Indonesia hanya ingin pemimpin yang bisa dicintai sepenuh hati. “Kita butuh pemimpin yang dicintai rakyat karena dia memiliki ketegasan, baik dalam sikap maupun kebijakan yang memang berpihak kepada rakyat, bukannya beda antara ucapan dan tindakan,” ujar Wasekjen PKB Daniel Johan kepada wartawan, Jumat (30/3).

    Meski demikian, Daniel mengamini kalau faktor ketegasan memang diperlukan seorang pemimpin guna membawa Indonesia lebih maju. Menurutnya, kebutuhan soal pemimpin tegas sepertinya bukan sesuatu yang baru.

    “Semua orang juga akan katakan hal yang sama, he..he…. Masa kita dipimpin sama yang letoy,” ucapnya. “Jadi, yang dibutuhkan ketegasan dalam visi dan kebijakan, bukan fisik,” tegas wakil ketua Komisi IV DPR itu.

    Sebaliknya PKS malah membanggakan Presiden Turki Erdogan. “Kita juga punya figur Erdogan, Presiden Turki. Mampu menghadirkan infrastruktur kelas dunia dengan dana sendiri,” ujar Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera kepada wartawan, Jumat (30/3).

    Bagi Mardani, sosok Erdogan terbukti mampu mengelola bangsanya. Dia lanjut memberi contoh keberhasilan Erdogan sebagai Presiden Turki.

    “Membangun industri dalam negeri dan memperkuat industri pertahanan. Perhatian pada kondisi umat di seluruh dunia. Dan saat yang sama, mampu menaikkan pendapatan per kapita masyarakat secara signifikan. Syaratnya; integritas, kapasitas dan berpihak pada anak bangsa sendiri,” urai Mardani. (mb/detik)

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Imam Besar Masjid Raya New York Asal Sulsel Bangun Pesantren Pertama di AS

    Metrobatam, Jakarta - Imam Besar Masjid Raya New York, Amerika Serikat Muhammad Shamsi Ali berencana membangun pesantren Nusantara Madani. Pesantren itu akan dibangun di...

    Rizal Ramli Buka ‘Akal-akalan’ Boediono di Indover – Century

    Metrobatam, Jakarta - Pengamat ekonomi Rizal Ramli membeberkan dugaan kejahatan yang dilakukan oleh mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono terkait dengan rencana penyelamatan Bank Indonesia...

    Ancaman Hukuman Mati Menanti Penyelundup 1,6 Ton Sabu

    Metrobatam, Jakarta - Gerombolan penyelundup 1,6 ton sabu di Batam, Kepulauan Riau, terancam hukuman maksimal. Jaksa Agung M Prasetyo memastikan langsung agar mereka mendapatkan...

    Dirut Pertamina Elia Dicopot karena Minyak Tumpah dan Kelangkaan Premium

    Metrobatam, Jakarta - Elia Massa Manik dicopot dari Direktur Utama PT Pertamina (Persero). Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)...

    Menaker: Aturan Baru Tenaga Kerja Asing Jangan Buat Adu Domba

    Metrobatam, Jakarta - Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri meminta semua pihak tidak mengadu domba pemerintah dengan masyarakat soal aturan baru tenaga kerja asing. Ia...

    Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan pada 17 Mei

    Metrobatam, Jakarta - Pengurus Pusat Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan tahun ini jatuh pada 17 Mei mendatang. Sedangkan 1 Syawal 1439 Hijriah atau Hari Raya...

    Pimpinan KPK: TPPU untuk Novanto Harus Jalan

    Metrobatam, Jakarta - KPK bicara soal penerapan jeratan tindak pidana pencucian uang (TPPU) untuk Setya Novanto. Namun, kepastian soal itu masih memerlukan kajian mendalam...

    Kemlu Sebut Ada 2 Ribu WNI yang Berada di Suriah

    Metrobatam, Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) sebut masih ada sekitar 2 ribu warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Suriah. Mayoritas WNI di...

    Ini Kata Mendag soal Dampak Positif dan Negatif Libur Lebaran Ditambah

    Metrobatam, Jakarta - Cuti bersama Lebaran ditambah 3 hari. Menanggapi hal ini, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menjelaskan tambahan libur itu ada dampak positif...

    Kapolri: Polisi Jadi Bandar Narkoba Tembak Mati!

    Metrobatam, Pekanbaru - Anggota Polri yang tersandung masalah hukum diperintahkan untuk tetap diusut tuntas. Bagi yang terlibat narkoba hingga menjadi bandar narkoba diminta untuk...

    Polisi Minta Anak Buah Big Bos Miras Maut Serahkan Diri

    Metrobatam, Bandung - Polisi meminta empat anak buah Samsudin Simbolon, bos miras oplosan maut, yang masih buron menyerahkan diri. "Kita minta supaya menyerahkan diri. Karena...

    Helikopter Jatuh di Morowali, 1 Orang Tewas

    Metrobatam, Jakarta - Sebuah helikopter jatuh di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Morowali, Sulawesi Tengah. Satu orang tewas dalam insiden itu, tetapi...
    BAGIKAN