Banggakan Putin, Fadli Zon Dinilai Tak Lagi Idolakan Prabowo

    Metrobatam, Jakarta – Ketua Fraksi Hanura DPR Inas Nasrullah Zubir, menerka Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sudah tak lagi menjadi sosok pemimpin yang diidolakan wakilnya, Fadli Zon. Anggapan itu terlontar karena Fadli Zon mencuitkan karakter pemimpin Indonesia ideal menurutnya yang seperti Presiden Rusia Vladimir Putin.

    “Kenapa yang ngomong itu kelihatannya tidak lagi mengidolakan Prabowo? Kelihatannya Fadli Zon sudah menafikan Prabowo kayaknya. Ini kan kelihatannya malah mengidolakan Putin. Sepertinya Prabowo nggak masuk dalam itungan Fadli Zon,” kata Inas kepada detikcom, Sabtu (31/3).

    Terkait ungkapan Fadli Zon yang terkesan memuji Putin, Inas memandang hal itu sebagai gambaran orang yang mencintai tokoh komunis. “Itu kan gambaran orang pecinta komunis, itu gambaran seperti Vladimir Putin. Kalau orang yang memang dasarnya sudah simpati sama komunis, arahnya memang ke arah Vladimir Putin,” ujar dia.

    Inas menuturkan karakter pemimpin yang tepat bagi Indonesia ialah pemimpin yang mau bekerja untuk rakyat, yaitu Joko Widodo (Jokowi). Inas menyebut sosok Jokowi sebagai pemimpin Indonesia periode ke depan sudah sangat kuat.

    “Kalau orang Indonesia, presiden yang cocok bagi orang Indonesia adalah presiden yang bisa bekerja. Indonesia itu butuh orang yang bisa kerja. Memang ini kan ketakutannya pihak sana, Jokowi memang sudah tidak bisa dilawan sekarang. Jokowi karena sudah turun sampai ke grass root,” tutur Inas.

    Dia kemudian menyarankan Fadli Zon untuk tak banyak bicara dan menyebut Fadli sudah tak percaya diri dengan kemenangan Prabowo di Pilpres 2019. “Jadi sudahlah, yang sudah nggak punya calon sendiri, diam saja dulu. Kalau memang sudah nggak pede dengan calonnya sendiri, sudah saja diam,” tandas Inas.

    Wakil Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Roy Suryo menanggapinya, partainya telah menyiapkan pemimpin yang kelasnya di atas Putin, yaitu Ketua Kogasma PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). “Insya Allah Indonesia memiliki pemimpin yang kalibernya di atas Putin,” kata Roy kepada detikcom, Sabtu (31/3).

    Roy mengatakan penduduk Indonesia berjumlah 264 jiwa. Dia memastikan banyak sosok berkarakter Putin versi Fadli Zon. “Penduduk kita saja 264 Juta jiwa, pasti banyak itu,” ujar dia.

    Untuk Demokrat sendiri, si sulung pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Ani Yudhoyono, AHY, yang dinilai memiliki integritas sebagai pemimpin. “Insya Allah (Demokrat) ada (pemimpin yang kelasnya di atas Putin, red). Mas AHY,” klaim Roy.

    Sementara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengecam isi Twitter Waketum Gerindra Fadli Zon soal Indonesia membutuhkan pemimpin seperti Vladimir Putin, bukan yang banyak ngutang dan planga-plongo. PSI merasa Joko Widodo diseret dalam cuitan Fadli.

    “Walau tidak secara jelas menyebut nama, tweet tersebut secara jelas diarahkan untuk melecehkan Presiden Jokowi,” kata Ketua DPP PSI Tsamara Amany kepada wartawan, Jumat (30/3).

    PSI menganggap tweet tersebut melukai hati rakyat Indonesia yang mendukung Jokowi. Sebagai catatan, survei sejumlah lembaga penelitian terpercaya menunjukkan mayoritas rakyat Indonesia saat ini menyatakan puas dengan kinerja Presiden Jokowi.

    “Menggambarkan Presiden yang didukung mayoritas rakyat sebagai ‘panga plongo’ pada dasarnya adalah penghinaan yang sama sekali tidak pantas,” protes Tsamara.

    Sedangkan PKB berpendapat, masyarakat Indonesia hanya ingin pemimpin yang bisa dicintai sepenuh hati. “Kita butuh pemimpin yang dicintai rakyat karena dia memiliki ketegasan, baik dalam sikap maupun kebijakan yang memang berpihak kepada rakyat, bukannya beda antara ucapan dan tindakan,” ujar Wasekjen PKB Daniel Johan kepada wartawan, Jumat (30/3).

    Meski demikian, Daniel mengamini kalau faktor ketegasan memang diperlukan seorang pemimpin guna membawa Indonesia lebih maju. Menurutnya, kebutuhan soal pemimpin tegas sepertinya bukan sesuatu yang baru.

    “Semua orang juga akan katakan hal yang sama, he..he…. Masa kita dipimpin sama yang letoy,” ucapnya. “Jadi, yang dibutuhkan ketegasan dalam visi dan kebijakan, bukan fisik,” tegas wakil ketua Komisi IV DPR itu.

    Sebaliknya PKS malah membanggakan Presiden Turki Erdogan. “Kita juga punya figur Erdogan, Presiden Turki. Mampu menghadirkan infrastruktur kelas dunia dengan dana sendiri,” ujar Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera kepada wartawan, Jumat (30/3).

    Bagi Mardani, sosok Erdogan terbukti mampu mengelola bangsanya. Dia lanjut memberi contoh keberhasilan Erdogan sebagai Presiden Turki.

    “Membangun industri dalam negeri dan memperkuat industri pertahanan. Perhatian pada kondisi umat di seluruh dunia. Dan saat yang sama, mampu menaikkan pendapatan per kapita masyarakat secara signifikan. Syaratnya; integritas, kapasitas dan berpihak pada anak bangsa sendiri,” urai Mardani. (mb/detik)

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Bangun Tol di Lampung dan Sumsel, Bank Mandiri Kucurkan Rp 2,041 T

    Metrobatam, Jakarta - Bank Mandiri terus memperkuat dukungan pada percepatan pembangunan proyek infrastruktur untuk meningkatkan konektivitas dan memangkas biaya pergerakan barang dan jasa. Salah satu...

    Kontroversi Prabowo Teriak Pemerintah Ugal-ugalan

    Metrobatam, Jakarta - Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto kembali mengeluarkan pernyataan kontroversial dengan menyebut pemerintahan Kabinet Kerja ugal-ugalan dalam mengelola negara. Kabinet Kerja...

    Polisi Tegaskan Peluru Nyasar di DPR Bukan Dilepaskan Sniper

    Metrobatam, Jakarta - Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto menegaskan peluru yang menyasar ke ruang kerja dua anggota DPR...

    Demokrat Bela Andi Arief soal Cuitan ke Prabowo

    Metrobatam, Jakarta - Partai Demokrat membela kadernya yang juga Wakil Sekretaris Jenderal Andi Arief terkait kicauannya di Twitter beberapa waktu lalu. Dalam kicaunya Andi...

    Surabaya Punya Sesar Aktif, Risma Siapkan Antisipasi Gempa

    Metrobatam, Jakarta - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini buka suara menanggapi adanya dua sesar aktif di yang berada di Kota Surabaya. Risma mengaku dirinya...

    Anies Bongkar 4 Poin Perda Tibum untuk Legalkan Becak di Jakarta

    Metrobatam, Jakarta - Salah satu janji Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan adalah kembali membolehkan becak beroperasi di kawasan tertentu. Buat memuluskan niatnya, dia mengajukan...

    Prabowo Sebut Negara Ugal-ugalan, Djarot: Maklum Belum Ada Pengalaman

    Metrobatam, Jakarta - Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto mengatakan mimpi Indonesia jaya luntur akibat negara dikelola secara ugal-ugalan. Anggota Tim Kampanye Daerah Joko...

    Tahun 2019, Kepala Daerah yang Tidak Menaikkan UMP Bakal Dipecat

    Metrobatam, Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menetapkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2019 sebesar 8,03%. Peningkatan nilai UMP tersebut berdasarkan formula penambahan dari pertumbuhan...

    Timses Jokowi Pilih Kampanye Kreatif Ketimbang Negatif

    Metrobatam, Jakarta - Direktur Informasi dan Komunikasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Dwi Badarmanto menyatakan tim sukses (Timses) Joko Widodo-Ma'ruf Amin enggan mengikuti...

    Karena Miskin, Satu Keluarga di Pelalawan Riau Tinggal di Hutan

    Metrobatam, Pekanbaru - Satu keluarga dikabarkan tinggal di sebuah hutan di Desa Muda Setia, Kecamatan Bandar Seikijang, Kabupaten Pelalawan, Riau. Mereka terpaksa tinggal di...

    Prabowo Tuding Pemerintahan Jokowi Ugal-ugalan Kelola Negara

    Metrobatam, Jakarta - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyatakan bahwa mimpi mengembalikan kejayaan Indonesia di masa silam menjadi luntur karena negara dikelola...

    JK: Kampanye Negatif Kadang Tak Bisa Dihindari

    Metrobatam, Jakarta - Presiden PKS Sohibul Iman mempersilakan kader-kadernya melakukan kampanye negatif. Menurut Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), kampanye negatif memang kadang-kadang tak bisa...
    SHARE