Bangun Taman Diatas Tratoar, DKPP Tanjungpinang Didemo Anak Melayu

338

Metrobatam.com, Tanjungpinang – Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Tanjungpinang akan didemo oleh Gerakan Anak Melayu karena mengerjakan proyek tidak tepat guna yakni membuat taman diatas tratoar jalan sehingga mengganggu pejalan kaki. Langkah ini dilakukan oleh Gerakan Anak Melayu lantaran banyaknya warga yang resah akibat rencana pembangunan taman di tratoar jalan Diponegoro, tepatnya didepan TK Santa Bernadeth Kota Tanjungpinang.

“Kita akan menggelar unjuk rasa pagi ini terkait hal tersebut,kita sudah layangkan surat pemberitahuan ke Kasat Intelkam Polres Tanjungpinang,”ujar Samsidar selaku Koordinator aksi.

Menurut Samsidar, taman permanen yang dibangun oleh dinas pertamanan tersebut telah menyalahi perundang-undangan dan merupakan bentuk penyerobotan hak pejalan kaki, pengguna sepeda dan penyandang disabilitas. Maka dari itu, Gerakan Anak Melayu akan melakukan aksi demo untuk mengkritik penyelewengan hak-hak pejalan kaki tersebut.

Hal senada juga diungkapkan pejalan kaki yang setiap hari menggunakan fasilitas tratoar tersebut. “Terpaksa harus jalan ke tepi jalan raya, karena trotoarnya sudah penuh dengan taman. Kita sebagai jalan kaki punya hak untuk berjalan di trotoar, tapi apa boleh buat kami harus jalan ke jalan yang membahayakan jiwa kami,”ujar salah seorang pengguna tratoar ketika dimintai tanggapannya.
Menanggapi masalah tersebut, Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Tanjungpinang, Almazuar Amal yang di konfirmasi melalui media telepon terkait hal ini enggan menjawab perihal masalah tersebut.”Coba Tanya saja kepada kabid pertamanan, saya tidak tahu soal itu,”katanya.

Sementara itu Kabid pertamanan DKPP Tanjungpinang, Wanbok Walili yang di konfirmasi melalui telepon seluler tidak meresponnya, dia tidak mengangkat telpon maupun membalas pesan singkat yang dikirimkan kepadanya.

Seperti diketahui fungsi ketersediaan fasilitas trotoar merupakan hak pejalan kaki yang telah disebut dalam Pasal 131 ayat (1) UU LLAJ. Ini artinya, trotoar diperuntukkan untuk pejalan kaki, bukan untuk orang pribadi. Untuk itu, tratoar harus sesuai sesuai peruntukannya agar pejalan kaki tidak terenggut haknya ketika hendak melewati trotoar tersebut. (Budi Arifin)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Luhut Minta Masuknya Pekerja China Tak Dijadikan Isu SARA

Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan berharap, masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China tidak digulirkan sebagai isu Suku, Agama,...

Polisi Undang Ahli untuk Pelajari Pidato Pribumi Anies

Metrobatam, Jakarta - Badan Reserse Kriminal Polri masih mempelajari dugaan tindak pidana diskriminatif ras dan etnis yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Anies diduga...

MK Pupuskan Mimpi 4 Bupati Pulau Garam Bikin Provinsi Madura

Metrobatam, Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) memupuskan mimpi para kepala daerah di Madura yang menginginkan dibentuknya Provinsi Madura. MK menyatakan syarat provinsi minimal 5...

Miris! Tiga Anak Bawah Umur Ini Silih Berganti ‘Begituan’ di WC

Metrobatam, Pontianak - Kids jaman now. Kalimat gabungkan dua bahasa dengan arti 'anak-anak jaman sekarang' ini memang lagi trend. Betapa tidak, kenakalan-kenakalan anak-anak diera...

Wajah Digerogoti Kanker, Mbah Jiyem Bertahan dengan Obat Puskesmas

Metrobatam, Boyolali - Kondisi wajah Mbah Jiyem digerogoti kanker. Meski sudah pernah dioperasi, kondisinya tak semakin membaik. Mbah Jiyem tidak bisa menjalani kemoterapi karena...

Begini Cara Pantau Lokasi Teman di WhatsApp

Metrobatam, Jakarta - WhatsApp mengumumkan fitur baru yang penting, Live Location. Banyak yang penasaran, bagaimana cara menggunakan fitur yang bisa digunakan sebagai pemantau lokasi...

Realisasi Fisik Capai 70,38 Persen, Bupati Bintan Tegaskan Seluruh OPD Segera Penuhi Target

Metrobatam.com, Bintan - Diketahui saat Rakor Evaluasi Pembangunan Triwulan ke lII Tahun 2017, bahwa Laporan Realisasi Kinerja Pembangunan Fisik Kabupaten Bintan sudah mencapai angka...

Kesal Kena Tilang, Pegawai Dinas PU Ini Matikan Aliran Air ke Asrama Polisi

KAYONG UTARA, – Kesal karena ditiling polisi, seorang pegawai kontrak di UPT Air Bersih Dinas Pekerjaan Umum Kota Sukadana, Kayong Utara, Kalimantan Barat, sengaja merusak sistem...

Jakarta Masuk 10 Kota Paling Berbahaya di Dunia Bagi Perempuan

London - Jakarta berada di peringkat sembilan dalam daftar kota besar atau megacity yang paling berbahaya di dunia untuk perempuan, berdasarkan survei Yayasan Thomson...

Cerita Mengerikan Perempuan yang Lolos dari Kelompok ISIS

Baghdad - Komunitas Syiah Turkmenistan di Irak menjadi sasaran penganiayaan brutal oleh kelompok yang menamakan diri negara Islam (ISIS). Seorang perempuan, yang meminta untuk tidak...

PR PLN: Terangi 104 Desa di Kepri yang Belum Teraliri Listrik

Metrobatam, Batam - Ternyata masih cukup banyak desa terpencil Kepulauan Riau (Kepri) yang masih belum teraliri listrik. Perusahaan Listrik Negara (PLN) mencatat saat ini...

Innalillahi! Diduga Ditusuk, Ketua DPRD Kolaka Utara Meninggal Dunia

Metrobatam, Kendari - Ketua Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Musakkir Sarira meninggal dunia akibat luka tusuk, Rabu. Kasubbid Pidana Polda...
BAGIKAN