Banjir Terjang 9 Kecamatan di Mandailing Natal, 1 Desa Hanyut

oleh

Metrobatam, Madina – Banjir dan longsor melanda Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, usai hujan deras yang melanda wilayah itu, Kamis (8/11). Sejumlah rumah hanyut akibat banjir. Warga terpaksa mengungsi ke tempat lebih aman.

“Ini hujan deras terus mulai dari semalam. Banyak rumah yang terendam banjir dan ada juga yang hanyut. Jadi banyak kecamatan yang belum bisa kita dapat datanya,” kata Kasi Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madina, Sulpardi.

Dari data yang diperoleh, sedikitnya sembilan kecamatan yang paling parah terdampak banjir dan longsor yakni Lingga Bayu, Panyabungan, Kotanopan, Tambangan, Hutabargot, Panyabungan Selatan, Batang Natal, Kecamatan Naga Juang dan Panyabungan Timur.

“Di Kecamatan Kotanopan bahkan jalan lintas Sumatera anjlok. Di Kecamatan Panyabungan Selatan terjadi tanah longsor hingga menutup akses jalan provinsi. Sedangkan di Kecamatan Batang Batal terjadi longsor dan banjir,” ujarnya.

Tim BPBD saat ini, kata Sulpardi, masih melakukan pendataan lebih lanjut. Namun, dari data sementara di Kecamatan Lingga Bayu ada puluhan rumah yang hanyut. Meluapnya Sungai Batang Gadis juga memperparah tingginya banjir.

“Sungai Batang Gadis ampun kali tadi malam. Baru ini paling parah meluapnya. Jembatan di sana juga terendam banjir. Ada kami dapat laporan 1 desa itu hanyut. Tapi warga bisa diselamatkan,” ucapnya.

Tak hanya itu, menurut Sulpardi, ada 18 titik longsor yang terjadi di Kabupaten Madina mulai dari Panyabungan hingga ke Batang Natal. Hingga kini, tim BPBD masih melakukan pendataan lebih lanjut. Masyarakat juga diungsikan salah satunya ke Gedung Serba Guna Jalan Mandailing.

“Informasi yang kami terima ada 18 titik longsor. Sejumlah sekolah juga diliburkan karena terendam banjir. Korban jiwa sementara belum ada laporan. Masyarakat telah diarahkan mengungsi ke tempat yang lebih aman,” ucapnya. (mb/cnn indonesia)