Banyak PSK dari Tiongkok Serbu Singapura, Begini Modus dan Tarifnya…

1262

Metrobatam.com, Singapura – Singapura kini juga dihadapkan pada masalah prostitusi terselubung. Belakangan ini, semakin banyak pekerja seks komersial (PSK) asal Tiongkok yang masuk ke negeri pulau itu.

Selama ini rumah bordil atau pun PSK jalanan di kawasan Geylang secara terang-terangan menyediakan jasa esek-esek. Namun, kini justru ada perkembangan baru tentang prostitusi yang menyebar ke area-area yang kurang terlihat karena para PSK menawarkan diri melalui layanan online atau pun iklan di internet.

Investigasi Sunday Times menemukan adanya 60 PSK asal Tiongkok yang mengiklankan layanan mereka secara online. Mereka beroperasi di kondominium serta apartemen di wilayah Geylang.

Alih-alih memanfaatkan muncikari atau pun pemilik rumah bordil, para PSK asal Tiongkok itu justru mengiklankan diri di sejumlah website dengan memajang foto dan nomor telepon seluler mereka sendiri. Calon pelanggan yang tertarik pun bisa berkomunikasi langsung tanpa perantara.

Setidaknya ada belasan website yang menyediakan iklan prostitusi di Singapura. Laman-laman pengiklan jasa prostitusi itu menggunakan hosting luar negeri.

Para PSK itu memang leluasa memasuki Singapura karena masuk dengan visa kunjungan wisata atau turis.  Sunday Times mencoba menghubungi nomor kontak salah satu PSK yang dipajang di setidaknya 15 website.

PSK yang dikontak pun langsung mengirim pesan singkat (SMS) untuk memberi informasi tentang lokasinya. “Aku di sebuah kondominium di Lorong 39, sayang. Jam berapa kamu datang?” ujar sang PSK melalui pesan singkat.

Seorang PSK lain yang mengaku berusia 25 tahun juga melakukan cara serupa. Ketika sang calon pengguna jasa sudah sampai di lobi apartemen, maka sang PSK akan memberi tahu nomor kamarnya.

Seorang sumber yang familier dengan para PSK mengatakan bahwa apartemen-apartemen untuk prostitusi itu tergolong kelas atas. Para PSK itu menyewa sebuah ruang apartemen yang tarifnya antara SGD 100 hingga SGD 120 per hari.

“Sebagian besar adalah apartemen tipe studio atau satu kamar tidur. Bahkan ada satu di antara mereka yang memiliki lift pribadi yang berhenti tepat di depan pintu apartemen,” tuturnya.

Ia menambahkan, tidak ada penjaga keamanan yang mengawal para PSK itu. Sedangkan setiap penghuni memiliki kartu akses sebagai kunci.

“Dan para pelanggan perlu memencet nomor apartemen di interkom dan melihat ke kamera sehingga wanita-wanita itu bisa mengonfirmasi identitas (calon pelanggan) sebelum diizinkan masuk,” sambung sumber itu.

Lantas, berapa tarif para PSK itu? Kisarannya adalah SGD 80 atau kurang lebih Rp 750 ribu per jam.

Tapi, keberadaan para PSK aal Tiongkok itu kini sudah membuat resah para penghuni apartemen di Geylang. Berdasarkan catatan Urban Redevelopment Authority (URA), ada sekitar 1000 penghuni di kawasan lampu merah Geylang. Di sekitarnya juga ada sekitar 7500 rumah pribadi.

Padahal untuk menyewa apartemen di kawasan Geylang bukanlah hal mudah. Sebab, ada aturan yang melarang penyewaan apartemen dalam jangka pendek atau kurang dari enam bulan.

Alan Fing, ketua paguyuban penghuni kondominiuam Central Meadows in Lorong 34, Geylang menjamin tidak ada unit kamar di lingkungannya yang dijadikan tempat prostitusi. “Itu tidak terjadi di kondominium kami. Beberapa tahun lalu memang ada sejumlah PSK Malaysia yang menyewa di sini, tapi mereka sudah pindah,” katanya.

Tapi memang tidak semua warga di kawasan Geylang mengetahui ada PSK yang beroperasi di apartamen. Namun, kabar adanya PSK yang melayani pelanggan di apartemen-apartemen itu tentu membuat warga resah.

“Tentu saja saya merasa tidak aman,” kata Jenny Wuu, penghuni apartemen Smart Suites. “Ada banyak keluarga dengan anak-anak kecil di sini sehingga keamanan dan privasi bisa jadi persoalan ketika pekerja seks menggunakan unit apartemen,” katanya.

Sedangkan pihak Kementerian Urusan Dalam Negeri Singapura (MHA) mengatakan, ada peningkatan jumlah wanita yang ditangkap karena terkait  aktivitas prostitusi di Geylang. “Polisi akan terus melakukan langkah tegas untuk memberantas kelompok terorganisir dan para pemilik apartemen yang mengizinkan apartemen mereka digunakan untuk bisnis prostitusi,” ujar juru bicara MHA.

Mb/jpnn/straittimes

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Bakamla Selamatkan Rombongan Kemendes yang Terombang-Ambing 8 Jam di Perairan Tarakan, Ini Kronologinya

Metrobatam, Jakarta - Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) berhasil menyelamatkan sebagian rombongan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) yang...

Ini Istana Bos First Travel yang Terlilit Utang Rp 80 M dan Tipu Calon...

Metrobatam, Jakarta - Polisi telah menetapkan bos First Travel, Andika Surachman dan istrinya, Anniesa Devitasari Hasibuan, sebagai tersangka kasus penipuan perjalanan umrah. Meski diketahui...

Seperti Ini Bahagianya Warga di Perbatasan yang Akhirnya Bisa Nikmati Listrik

Metrobatam, Atambua - Sudah dua tahun ini listrik hadir di Desa Naekake, salah satu desa di wilayah perbatasan Republik Indonesia-Timur Leste di Provinsi Nusa...

Kecewa Kontrak Kerja Tidak Diperpanjang, Mantan Pegawai Bakar Kampus Universitas Malikussaleh

Metrobatam, Aceh Utara – Pelaku pembakaran Gedung Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal), di Gampong (Desa) Kecamatan Muara Baru, Kabupaten Aceh Utara, berinisial S mengaku kecewa...

Bekuk 5 Bandar Narkoba di Aceh Utara, BNN Sita 40 Kg Sabu

Metrobatam, Lhokseumawe - Badan Narkotika Nasional (BNN) membekuk 5 bandar narkoba di Aceh. Sebanyak 40 kilogram sabu disita dalam penangkapan tersebut. Awalnya, penangkapan dilakukan terhadap...

FPI Doakan Musuh Rizieq Shihab Dihancurkan, Anis Doakan Rizieq Panjang Umur

Metrobatam, Jakarta - Massa Front Pembela Islam (FPI) mendoakan semua musuh dan orang yang memfitnah Rizieq Shihab dalam perayaan hari ulang tahun ke-19 FPI. Berdasarkan...

Korban First Travel Minta Pemerintah Bantu Kembalikan Uang Jemaah

Metrobatam, Jakarta - Jemaah korban dugaan penipuan perjalanan umrah First Travel meminta pemerintah turun tangan membantu pengembalian dana jemaah yang sudah disetorkan. Hingga saat...

Zaskia Gotik Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-72 di Bintan

Metrobatam.com, Bintan - Malam Ramah Tamah dan Hiburan Rakyat Kabupaten Bintan 2017 sempena HUT Kemerdekaan RI ke 72 berlangsung sangat meriah. Hal itu terlihat,...

DPRD Kepri Sahkan Ranperda Keuangan dan Administrasi DPRD

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Riau akhirnya mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Hak-Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota...

Dibandingkan Batam, Turis Singapura Pilih Liburan ke Johor Baru Malaysia

Metrobatam.com, Batam - Masyarakat Singapura ternyata masih memilih Johor Baru, Malaysia sebagai destinasi akhir pekan mereka. Hal ini terlihat dari banyaknya wisatawan Singapura yang...

Curhat Jemaah First Travel di DPR: Uang Habis hingga Ibu Meninggal

Metrobatam, Jakarta - Korban jemaah umrah First Travel mengadu ke Komisi VIII DPR. Korban mengadu dengan kerugian yang bervariasi bahkan ada keluarganya yang meninggal...

Ketua MUI: Indonesia Bukan Darul Islam

Metrobatam, Jakarta - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'aruf Amin menyata0kan bahwa Indonesia adalah negara kesepakatan dari berbagai golongan masyarakat, hingga akhirnya merdeka...