Metrobatam, Jakarta – Penenggelaman kapal asing pencuri ikan di wilayah perairan Indonesia dirasa menjadi cara yang paling efektif bagi Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, menjaga keberlanjutan sumber daya laut Indonesia. Masuknya kapal-kapal asing menurutnya menjadi pintu gerbang dari kejahatan-kejahatan lainnya yang bisa saja terjadi di tengah laut sana.

Susi mengaku sampai dibilang gila dan super nekat, lantaran kebijakan yang dibuatnya ini. Ratusan kapal yang telah ditenggelamkannya bagaikan buah simalakama baginya. Selain menerima pujian, hal tersebut juga membuatnya banyak dibenci oleh para pengusaha perikanan.

“Saya mencoba dengan kekuasaan, kewenangan, kekuasaan dari Presiden, dengan segala cara. Saya exercise sampai ujung, boleh tidak, Menteri perintah apa saya kerjakan. Dibilang orang gila, dibilang orang nekat, tidak apa-apa. Demi apa? Demi menunjukkan ternyata bisa,” kata Susi saat bertemu dengan para stakeholder di SKPT Selat Lampa, Natuna, Senin (7/8).

Menurutnya, negara tak perlu takut untuk melakukan hal tersebut, karena Indonesia merupakan bangsa yang besar. Bahkan Indonesia lebih baik dari Amerika Serikat, lantaran menenggelamkan lebih banyak kapal dari yang dilakukan oleh negara adidaya tersebut.

“Ini adalah bukti bahwa kalau kita bisa, mau, ya bisa, kita buktikan. Kita tidak perlu kapal induk sehebat Amerika kok ngusir kapal. Kita menenggelamkan kapal lebih banyak dari pada pasukan Amerika. Karena apa? Komitmen. Komitmen ini keberanian untuk mengkomitmenkan, mengkonsistensikan diri kita dengan idealisme kita. Ini yang membuat kita ditakuti,” ungkap Susi.

Ia menuturkan, penenggelaman kapal asing sendiri bukan semata-mata menjadi gagah-gagahan atau semacam display politik, tapi ini sudah masuk soal prinsip dalam wilayah kedaulatan Republik. Pasalnya, ada banyak kegiatan ilegal lainnya yang terjadi di tengah laut.

“Kita ini kemasukan narkoba setiap minggu tidak kurang dari 5 ton. Penemuan 1 ton kecil saja dan dulu banyak lewat kapal ikan. Saya tuh bukan merangi pencuri ikan sebetulnya, tapi banyak di balik pencurian ikan ini kegiatan ilegal lainnya. Penyelundupan, menghindari pembayaran bea masuk, narkoba. Narkoba akan membunuh angkatan muda kita. Mau jadi apa,” tutur Susi.

Pengelolaan yang selama ini salah harus segera diperbaiki dan tak lagi bisa ditunda-tunda. Karena Indonesia telah banyak mengalami ketertinggalan dengan tidak memaksimalkan potensi sumber daya kelautannya yang kaya.

“Kita harus kejar ketertinggalan kita dengan perubahan yang ekstrem. Kalau tidak, ya tidak bisa maju negeri kita,” ujarnya.

Susi sendiri mengaku sempat tak percaya hal ini pada akhirnya bisa dilakukan oleh Indonesia. Ia bercerita bagaimana ia mencubit tangannya sendiri untuk membuktikan bahwa ini benar terjadi.

“Berhentinya puluhan ribu kapal, lebih dari 10 ribu kapal asing yang menangkap ikan di laut kita berhenti total. Jadi sering kali kalau tidur sendiri, saya cubit tangan saya, rasanya sakit. Ternyata bisa,” tukas Susi. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Kapolda Kepri Tinjau Langsung Pengamanan Penghitungan Surat Suara di PPK

Metrobatam.com, Batam - Kapolda Kepri mengunjungi lokasi penghitungan suara di PPK Batam Kota, PPK Sagulung dan PPK Sekupang dalam rangka meninjau langsung pengamanan penghitungan...

40 WNA Asal Tiongkok dan Taiwan Sindikat Penipuan Ditangkap di Semarang

Metrobatam.com, Semarang - Sebanyak 40 warga negara asing asal Tiongkok dan Taiwan yang merupakan anggota sindikat penipuan internasional ditangkap petugas keimigrasian di sebuah rumah...

Babinsa Kelurahan Tanjungpinang Barat Ikut Antarkan Jenasah Wak Tole ke TPU

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Dandim 0315/Bintan Letkol Inf I Gusti Bagus Putu Wijangsa melalui Babinsa Kelurahan Tanjungpinang Barat Serda Marsiin ikut mengantarkan Jenasah Musran. Pria...

Ini Daftar Makanan yang Sebaiknya Tidak Dimasukan di Ruangan Pembeku di Kulkas

Metrobatam.com, (Mb) - Freezer membuat bahan makanan jadi awet lebih lama sehingga bisa dikonsumsi kapan pun Anda inginkan. Makanan yang dimasak bisa disimpan untuk...

Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Rumahnya di Kelurahan Tanjungpinang Barat

Metrobtam.com, Tanjungpinang - Musran (64) Seorang pria paruh baya ditemukan tewas di Kediaman adik ipar di Jalan Usman Harun plantar Hasan Awang, RT 3...

Dapil Tanjungpinang Timur dari Partai Demokrat, Rina Febriani Raih Kursi DPRD Kota Tanjungpinang

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Rina Febriani, Calon Anggota Legislatif Caleg nomor urut 9 dari Partai Demokrat, dipastikan duduk sebagai Anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Daerah Pemilhan...

Jusri Sabri Berpeluang dapat Kursi DPRD Kota Tanjungpinang

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Calon Legislatif (Caleg) DPRD Kota Tanjungpinang, dari PDIP, Jusri Sabri, berpeluang mendapatkan kursi dewan kota. Hasil penghitungan suara sementara, pria penggiat...

Konsumsi BBM dan LPG Sumbagut Meningkat Selama Periode Pemilu

Metrobatam.com, Batam - Masih dalam rangka semangat pelaksanaan Pemilu 2019, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I melaksanakan pengamanan pasokan BBM dan LPG melalui Satuan...

Pemko Batam Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Selam

Metrobatam.com, Batam - Delapan warga Pulau Abang terlihat mendengarkan penjelasan instruktur selam dari Max’s Dive Centre (MDC) saat berlatih di kolam renang Hotel Vista,...

Bayar Klaim Faskes, Kesehatan Batam Gelontorkan Rp 91 Miliar

Metrobatam.com, Batam - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Batam telah menyelesaikan pembayaran klaim yang jatuh tempo terhitung 8 April. Jumlah klaim yang...

KPU : 2.249 TPS akan Melaksanakan Pemungutan Suara Susulan

Metrobatam.com, Jakarta - KPU menyebutkan sebanyak 2.249 TPS di sejumlah daerah di Indonesia akan melaksanakan pemungutan suara susulan karena keterlambatan distribusi logistik dan terkendala...

Bupati dan FKPD Bintan Tinjau Pelaksanaan Pemilu 2019

Metrobatam.com, Bintan - Usai menyalurkan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 60, Jalan Alumina, Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan, Rabu (17/4) pagi, Bupati...