Basarnas Pastikan Bantu KNKT Cari CVR Lion Air

oleh

Metrobatam, Jakarta – Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsdya TNI Muhammad Syaugi memastikan pihaknya akan membantu Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mencari cockpit voice recorder (CVR) pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, pada Senin (29/10).

Salah satu bagian dari black box itu sangat penting bagi KNKT untuk kepentingan investigasi penyebab jatuh pesawat dengan register PK-LQP tersebut.

“Kita dalam rangka pencarian CVR mendukung (dengan) penyelam-penyelam,” kata Syaugi dalam konferensi pers di JCIT II, Tanjung Priok, Rabu (7/11).

Sejauh ini, penyelam-penyelam dari tim gabungan telah membantu penemuan flight data recorder (FDR), bagian lain dari black box Lion Air JT-610. Meski, pencarian black box sejatinya ia sebut bukan tanggung jawab dan tugas Basarnas.

“Kemarin kenapa kita ikut di situ, sering saya sampaikan, karena kita sudah di situ. Kapal sudah dijangkar, penyelam sudah di situ semua, masa enggak kita angkat sekalian?” ujar dia.

Pencarian CVR merupakan kewenangan KNKT dan BPPT. Oleh karena itu, ROV milik dua pihak itu akan tetap diterjunkan untuk membantu penyelaman tim Basarnas. “Mereka memang meminta bantuan tim penyelam, kami dukung,” ujar Syaugi.

Sebelumnya, Basarnas mengumumkan bahwa pihaknya memperpanjang operasi evakuasi korban kecelakaan pesawat Lion Air JT610. Ini merupakan masa perpanjangan kedua setelah perpanjangan pertama berakhir pada Rabu (7/11) ini.

Namun dalam masa perpanjangan untuk tiga hari ke depan ini, tim dari institusi lain tak akan diturunkan lagi.

Untuk kelanjutan operasi selama tiga hari ke depan, Basarnas memiliki kekuatan 220 orang dan 60 orang penyelam. Sebanyak 40 orang, kata dia, berada di lautan untuk melakukan operasi sementara 20 lainnya berjaga dan siap sedia di posko.

Basarnas akan melanjutkan pencarian di titik lokasi di mana serpihan dan puing pesawat ditemukan, dekat Kapal Victory milik Pertamina, dengan radius 250 meter. Basarnas juga masih akan membuka posko di Tanjung Priok dan Tanjung Pakis, Karawang. (mb/cnn indonesia)