Bayar Rp 33 Juta, Masih Gagal Jadi Satpol PP Batam

    278
    Ilustrasi Pol PP
    Ilustrasi Pol PP

    Metrobatam.com, Batam – Dugaan adanya pungutan untuk masuk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Batam mencuat lagi. Elida (38) melapor hal tersebut ke Polresta Barelang atas dugaan penipuan yang dialaminya.

    Awalnya, atas saran suami, Elida mendaftar Satpol PP Batam melalui perantara seorang guru sebuah SMP di Batam bernama Jalius. Ia kemudian dimintai uang administrasi Rp 33 juta.

    Namun, sudah tujuh bulan lamanya ia menunggu, tidak ada juga panggilan.

    Akhirnya, Elida dan Hasrat, sang suami, melaporkan kasus ini ke polisi. Hasrat merasa dibohongi oleh Jalius.

    Hasrat melaporkan Jalius ke Polresta Barelang, Rabu 17 Februari 2016 dengan Nomor LP-B/239/II/2016/Kepri/SPK-Polresta Barelang yang ditandatangani oleh Brigadir Polisi Harianto.

    “Saya tertipu. Saya kira Pak Jalius seorang guru baik. Ternyata melenceng. Makanya saya nggak senang. Makanya saya lapor ke polisi. Saya merasa ditipu,” ujar Hasrat dengan suara lirih, Rabu (24/2) pagi.

    Hasrat mengutarakan, bukan hanya sejumlah duit itu yang mengganjal pikiraanya saat ini.

    Tapi uang yang deserahkan kepada Jalius itu berasal dari pinjaman sebuah bank dengan cara mgngadaikan sertifikat rumah milik mereka.

    Harapannya, setelah istrinya bekerja dan dapat gaji, maka pinjaman bank itu bisa dicicilnya.

    “Makanya saya pusing sekarang ini. Saya harus pikir bayar cicilan bank Rp 3 jutaan per bulan. Saya gadaikan sertifikat rumah saya hanya uang untuk administrasi memasukkan istri saya kerja,” ucap Hasrat.

    Bahkan lelaki ini mengatakan, yang tertipu bukan hanya dirinya, tetapi banyak orang lain.

    Jalius sendiri membenarkan jika dia menjembatani memasukkan Elida menjadi personel Satpol PP Kota Batam. Ia tidak melakukan penipuan, tetapi menyerahkan biaya administrasi itu kepada Satpol PP melalui seorang pria bernama Samsudin.

    Pria ini, menurut Jalius, adalah seorang ASN di kantor tersebut. Bahkan, penyetoran uang itu dilengkapi dengan bukti kuitansi bermaterai.

    Ketika dikonfirmasi, Kepala Kantor Satpol PP Kota Batam Hendri, mengaku tak tahu-menahu soal masalah itu. Lagi pula, versi Hendri, tidak ada pungutan di instansinya ketika perekrutan menjadi anggota Satpol PP.

    Di dalam kuitansi bermeterai Rp 6.000 itu, nilai uangnya bervariasi, termasuk penerimaan dari Hasrat yang tercatat Rp 33 juta yang diserahkan Jalius.

    Bahkan, di tangan Jalius sendiri ada beberapa kuitansi pembayaran. Salah satunya tertanggal 28 Maret 2015. Di dalam isi kuitansi yang diterima dari Jalius berisikan tulisan “uang sejumlah lima belas juta rupiah” untuk pengurusan surat-surat kerja Satpol PP atas nama MIS. Ada lagi yang nilainya Rp 10 juta.

    Namun Hendri membantah semua itu. Katanya, untuk masuk instansinya tak butuh uang. “Saya nggak tahu-menahu soal itu. lagian kan bukan tanda tangan saya di kuitansi itu,” bantah Hendri.

    Menurut sumber, korban rekrutmen Satpol PP ini ini juga terkait dengan masalah penggajian 800 orang pegawai honorer Satpol PP yang gagal dikucurkan, tahun lalu, karena tidak dalam mata anggaran.

    Akhirnya, sebagian besar mereka dirumahkan. Namun, hingga sejauh ini, hanya Hasrat dan istrinya yang melapor.

    Masalah semakin runyam karena Menteri Dalam Negeri mengeluarkan edaran bahwa Satpol PP harus pegawai negeri sipil (PNS) dan tidak ada pegawai honorer. Tenaga honorer hanya boleh untuk Hansip dan Linmas.

    (sumber Tribun)

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Golkar Tak Nyaman dengan Manuver PAN di Paripurna UU Pemilu

    Metrobatam, Jakarta - Golkar mengaku tak nyaman dengan manuver PAN saat paripurna pengesahan UU Pemilu, yang pada akhirnya walk out dari ruang sidang. Namun...

    Mafia Beras Kuasai Penggilingan Padi Hingga Pasar

    Metrobatam, Jakarta - Satgas Pangan Polri menggerebek gudang beras milik PT Indo Beras Unggul (IBU) di Bekasi, Kamis (20/7). Dari penggerebekan ini polisi menyita...

    Pretty Asmara Teriak Dijebak, Artis Lain yang Ikut Dicokok: No Comment

    Metrobatam, Jakarta - Tujuh artis teman perempuan yang juga diamankan bersama Pretty Asmara kini sudah bebas. Setelah urine mereka dinyatakan negatif oleh BNNK Jakarta...

    Jokowi: Tak hanya Matematika, Jenguk Teman juga Bisa Jadi PR Siswa

    Metrobatam, Jakarta - Para siswa masih akrab dengan pekerjaan rumah (PR) yang diberikan oleh guru. Namun, selama ini siswa masih diberikan PR berupa materi...

    Menristekdikti akan Kumpulkan Seluruh Rektor Bahas Dosen Gabung HTI

    Metrobatam, Sleman - Menristekdikti, M Nasir, berencana mengumpulkan rektor seluruh Indonesia. Salah satu agenda yang akan dibahas adalah soal tentang dosen yang bergabung dengan...

    Flakka ‘Zombie’ dan Indonesia Darurat Narkoba

    Metrobatam, Jakarta - Presiden Joko Widodo kembali menunjukkan ketegasannya dalam memberantas peredaran narkoba di Indonesia. Dia meminta Polri dan BNN bertindak tegas kepada para...

    Eks Menteri SBY dan Pakar Kuliner Berada di Balik Beras Premium Palsu

    Metrobatam, Jakarta - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menggerebek sebuah gudang beras milik PT Indo Beras Unggul di Jalan Rengas, Karangsambung, Kedungwaringin, Kota Bekasi,...

    UU Pemilu, ‘Karpet Merah’ Jokowi untuk Pilpres 2019

    Metrobatam, Jakarta - Satu per satu anggota DPR dari empat fraksi, Gerindra, PKS, Demokrat dan PAN walk out dari rapat paripurna yang membahas soal...

    Toyota Avanza Masih Gunakan Penggerak Roda Belakang, Ini Alasannya

    Metrobatam.com, Batam -  Toyota Avanza hingga saat ini tetap menggunakan sistem penggerak roda belakang kendati sejumlah kompetitornya dari segmen kendaraan low multi purpose vehicle (LMPV) telah menggunakan...

    Pemerintah Indonesia Kutuk Serangan Israel ke Masjid Al Aqsa

    Metrobatam.com, Jakarta - Pemerintah Indonesia mengutuk serangan yang dilakukan pihak keamanan Isreal di Kompleks Masjid Al-Aqsa, Jerusalem. Serangan tersebut telah menyebabkan tiga orang jemaah tewas...

    Awas, Narkoba Zombie, BNN : Sudah Masuk ke Indonesia

    Metrobatam.com, Jakarta - Kepala Badan Narkotika Nasional Komisaris Jenderal Polisi Budi Waseso atau Buwas menyatakan narkoba jenis baru, Flakka ternyata peredarannya sudah masuk Indonesia. Video...

    bright PLN Batam Siap Berekspansi ke Provinsi Papua Barat

    Metrobatam,com, Batam - Bright Perusahaan Listrik Nasional (PLN) Batam menyatakan kesiapannya berekspansi membantu peningkatan produksi listrik di wilayah Provinsi Papua Barat. Sekretaris Umum Bright PLN...