Bayar Rp 33 Juta, Masih Gagal Jadi Satpol PP Batam

    251
    Ilustrasi Pol PP
    Ilustrasi Pol PP

    Metrobatam.com, Batam – Dugaan adanya pungutan untuk masuk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Batam mencuat lagi. Elida (38) melapor hal tersebut ke Polresta Barelang atas dugaan penipuan yang dialaminya.

    Awalnya, atas saran suami, Elida mendaftar Satpol PP Batam melalui perantara seorang guru sebuah SMP di Batam bernama Jalius. Ia kemudian dimintai uang administrasi Rp 33 juta.

    Namun, sudah tujuh bulan lamanya ia menunggu, tidak ada juga panggilan.

    Akhirnya, Elida dan Hasrat, sang suami, melaporkan kasus ini ke polisi. Hasrat merasa dibohongi oleh Jalius.

    Hasrat melaporkan Jalius ke Polresta Barelang, Rabu 17 Februari 2016 dengan Nomor LP-B/239/II/2016/Kepri/SPK-Polresta Barelang yang ditandatangani oleh Brigadir Polisi Harianto.

    “Saya tertipu. Saya kira Pak Jalius seorang guru baik. Ternyata melenceng. Makanya saya nggak senang. Makanya saya lapor ke polisi. Saya merasa ditipu,” ujar Hasrat dengan suara lirih, Rabu (24/2) pagi.

    Hasrat mengutarakan, bukan hanya sejumlah duit itu yang mengganjal pikiraanya saat ini.

    Tapi uang yang deserahkan kepada Jalius itu berasal dari pinjaman sebuah bank dengan cara mgngadaikan sertifikat rumah milik mereka.

    Harapannya, setelah istrinya bekerja dan dapat gaji, maka pinjaman bank itu bisa dicicilnya.

    “Makanya saya pusing sekarang ini. Saya harus pikir bayar cicilan bank Rp 3 jutaan per bulan. Saya gadaikan sertifikat rumah saya hanya uang untuk administrasi memasukkan istri saya kerja,” ucap Hasrat.

    Bahkan lelaki ini mengatakan, yang tertipu bukan hanya dirinya, tetapi banyak orang lain.

    Jalius sendiri membenarkan jika dia menjembatani memasukkan Elida menjadi personel Satpol PP Kota Batam. Ia tidak melakukan penipuan, tetapi menyerahkan biaya administrasi itu kepada Satpol PP melalui seorang pria bernama Samsudin.

    Pria ini, menurut Jalius, adalah seorang ASN di kantor tersebut. Bahkan, penyetoran uang itu dilengkapi dengan bukti kuitansi bermaterai.

    Ketika dikonfirmasi, Kepala Kantor Satpol PP Kota Batam Hendri, mengaku tak tahu-menahu soal masalah itu. Lagi pula, versi Hendri, tidak ada pungutan di instansinya ketika perekrutan menjadi anggota Satpol PP.

    Di dalam kuitansi bermeterai Rp 6.000 itu, nilai uangnya bervariasi, termasuk penerimaan dari Hasrat yang tercatat Rp 33 juta yang diserahkan Jalius.

    Bahkan, di tangan Jalius sendiri ada beberapa kuitansi pembayaran. Salah satunya tertanggal 28 Maret 2015. Di dalam isi kuitansi yang diterima dari Jalius berisikan tulisan “uang sejumlah lima belas juta rupiah” untuk pengurusan surat-surat kerja Satpol PP atas nama MIS. Ada lagi yang nilainya Rp 10 juta.

    Namun Hendri membantah semua itu. Katanya, untuk masuk instansinya tak butuh uang. “Saya nggak tahu-menahu soal itu. lagian kan bukan tanda tangan saya di kuitansi itu,” bantah Hendri.

    Menurut sumber, korban rekrutmen Satpol PP ini ini juga terkait dengan masalah penggajian 800 orang pegawai honorer Satpol PP yang gagal dikucurkan, tahun lalu, karena tidak dalam mata anggaran.

    Akhirnya, sebagian besar mereka dirumahkan. Namun, hingga sejauh ini, hanya Hasrat dan istrinya yang melapor.

    Masalah semakin runyam karena Menteri Dalam Negeri mengeluarkan edaran bahwa Satpol PP harus pegawai negeri sipil (PNS) dan tidak ada pegawai honorer. Tenaga honorer hanya boleh untuk Hansip dan Linmas.

    (sumber Tribun)

    BERITA TERKINI

    Murid TPQ Baitut Taqwa Batam dapat Pengajaran Tentang Kedisiplinan Petugas Bea dan Cukai Batam

    Metrobatam.com, Batam - Acara Kindergarten Visit to Customs Peserta 24 siswa siswi TPQ Baitut Taqwa Baloi, 24 orang tua murid dan 2 orang guru...

    Dispotmar Lantamal IV Laksanakan Karya Bhakti dan Berikan Paket Sembako Untuk Desa Pangudang di...

    Metrobatam.com, Tanjungpinang - Sebagai wujud kepedulian TNI Angkatan Laut Dispotmar Dinas Potensi Maritim Lantamal IV Tanjungpinang dalam ikut serta membantu pemerintah daerah Kabupaten Bintan...

    Kasus Heli AW 101, Panglima: Potensi Kerugian Negara Rp 220 Miliar

    Metrobatam, Jakarta - Penyidik Polisi Militer (POM) TNI menetapkan tiga orang tersangka terkait kasus pengadaan helikopter Agusta Westland (AW) 101. Akibat penyimpangan, potensi kerugian...

    Polisi Jamin Rizieq Shihab Selamat Jika Pulang ke Indonesia

    Metrobatam, Jakarta - Polda Metro Jaya tak mempersoalkan pemintaan Presidium Alumni 212 kepada Presiden Joko Widodo soal jaminan keselamatan kepada Rizieq Shihab apabila kembali...

    Pemerintah Cari Kontraktor Bangun 9 Bendungan Baru Tahun Ini

    Metrobatam, Jakarta - Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki target membangun 65 bendungan terhitung sejak 2015 hingga 2019. Adapun 49 di antaranya merupakan bendungan...

    IPW: Bom Kampung Melayu Serangan Terbesar terhadap Polri

    Metrobatam, Jakarta - Indonesia Police Watch menyebut teror bom di Kampung Melayu, Jakarta Timur sebagai serangan teroris paling besar terhadap Kepolisian. Serangan itu juga...

    Jaksa Belum Putuskan Cabut Banding Ahok

    Metrobatam, Jakarta - Jaksa Agung M Prasetyo menegaskan tim jaksa perkara Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) masih mengkaji dilanjutkan-tidaknya banding Ahok. Namun saat ini berkas...

    KPU Minta Rekam Data e-KTP di 171 Daerah Segera Diselesaikan

    Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum meminta Kementerian Dalam Negeri mendorong percepatan perekaman data e-KTP di 171 daerah penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah 2018. Desakan diberikan...

    Bom Kampung Melayu Berkaitan dengan Teroris Malaysia

    Metrobatam, Jakarta - Wakil Perdana Menteri Malaysia Dr Ahmad Zahid Hamidi mengungkapkan bahwa serangan teror di Mindanao, Bangkok dan Jakarta pekan ini, ada kaitannya...

    Kemlu Pantau Sidang Tuntutan Siti Aisyah di Malaysia

    Metrobatam, Jakarta - Persidangan kasus pembunuhan Kim Jong-Nam, kakak tiri pemimpin Korut akan kembali dilanjutkan pada 30 Mei di Sepang, Malaysia dengan agenda pembacaan...

    Militan Indonesia Diduga Tewas dalam Bentrokan di Filipina

    Metrobatam, Jakarta - Sejumlah militan asal Indonesia diduga turut tewas dalam bentrokan antara militer Filipina dan kelompok pemberontak Maute di Marawi yang sudah berlangsung...

    KPK Tak Pernah Terima Laporan Kasus Korupsi dari Aparat Pemda

    Metrobatam, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengeluhkan kinerja aparat pengawas internal pemerintah daerah yang tak pernah melaporkan sejumlah kasus korupsi....