Bayar Rp 33 Juta, Masih Gagal Jadi Satpol PP Batam

    281
    Ilustrasi Pol PP
    Ilustrasi Pol PP

    Metrobatam.com, Batam – Dugaan adanya pungutan untuk masuk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Batam mencuat lagi. Elida (38) melapor hal tersebut ke Polresta Barelang atas dugaan penipuan yang dialaminya.

    Awalnya, atas saran suami, Elida mendaftar Satpol PP Batam melalui perantara seorang guru sebuah SMP di Batam bernama Jalius. Ia kemudian dimintai uang administrasi Rp 33 juta.

    Namun, sudah tujuh bulan lamanya ia menunggu, tidak ada juga panggilan.

    Akhirnya, Elida dan Hasrat, sang suami, melaporkan kasus ini ke polisi. Hasrat merasa dibohongi oleh Jalius.

    Hasrat melaporkan Jalius ke Polresta Barelang, Rabu 17 Februari 2016 dengan Nomor LP-B/239/II/2016/Kepri/SPK-Polresta Barelang yang ditandatangani oleh Brigadir Polisi Harianto.

    “Saya tertipu. Saya kira Pak Jalius seorang guru baik. Ternyata melenceng. Makanya saya nggak senang. Makanya saya lapor ke polisi. Saya merasa ditipu,” ujar Hasrat dengan suara lirih, Rabu (24/2) pagi.

    Hasrat mengutarakan, bukan hanya sejumlah duit itu yang mengganjal pikiraanya saat ini.

    Tapi uang yang deserahkan kepada Jalius itu berasal dari pinjaman sebuah bank dengan cara mgngadaikan sertifikat rumah milik mereka.

    Harapannya, setelah istrinya bekerja dan dapat gaji, maka pinjaman bank itu bisa dicicilnya.

    “Makanya saya pusing sekarang ini. Saya harus pikir bayar cicilan bank Rp 3 jutaan per bulan. Saya gadaikan sertifikat rumah saya hanya uang untuk administrasi memasukkan istri saya kerja,” ucap Hasrat.

    Bahkan lelaki ini mengatakan, yang tertipu bukan hanya dirinya, tetapi banyak orang lain.

    Jalius sendiri membenarkan jika dia menjembatani memasukkan Elida menjadi personel Satpol PP Kota Batam. Ia tidak melakukan penipuan, tetapi menyerahkan biaya administrasi itu kepada Satpol PP melalui seorang pria bernama Samsudin.

    Pria ini, menurut Jalius, adalah seorang ASN di kantor tersebut. Bahkan, penyetoran uang itu dilengkapi dengan bukti kuitansi bermaterai.

    Ketika dikonfirmasi, Kepala Kantor Satpol PP Kota Batam Hendri, mengaku tak tahu-menahu soal masalah itu. Lagi pula, versi Hendri, tidak ada pungutan di instansinya ketika perekrutan menjadi anggota Satpol PP.

    Di dalam kuitansi bermeterai Rp 6.000 itu, nilai uangnya bervariasi, termasuk penerimaan dari Hasrat yang tercatat Rp 33 juta yang diserahkan Jalius.

    Bahkan, di tangan Jalius sendiri ada beberapa kuitansi pembayaran. Salah satunya tertanggal 28 Maret 2015. Di dalam isi kuitansi yang diterima dari Jalius berisikan tulisan “uang sejumlah lima belas juta rupiah” untuk pengurusan surat-surat kerja Satpol PP atas nama MIS. Ada lagi yang nilainya Rp 10 juta.

    Namun Hendri membantah semua itu. Katanya, untuk masuk instansinya tak butuh uang. “Saya nggak tahu-menahu soal itu. lagian kan bukan tanda tangan saya di kuitansi itu,” bantah Hendri.

    Menurut sumber, korban rekrutmen Satpol PP ini ini juga terkait dengan masalah penggajian 800 orang pegawai honorer Satpol PP yang gagal dikucurkan, tahun lalu, karena tidak dalam mata anggaran.

    Akhirnya, sebagian besar mereka dirumahkan. Namun, hingga sejauh ini, hanya Hasrat dan istrinya yang melapor.

    Masalah semakin runyam karena Menteri Dalam Negeri mengeluarkan edaran bahwa Satpol PP harus pegawai negeri sipil (PNS) dan tidak ada pegawai honorer. Tenaga honorer hanya boleh untuk Hansip dan Linmas.

    (sumber Tribun)

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Masyarakat Propinsi Kepri Paling Bahagia se-Sumatera

    Metrobatam.com, Batam - Masyarakat Provinsi Kepulauan Riau dinilai paling bahagia se-Sumatera. Hal ini ditunjukkan dengan Indeks Kebahagiaan Kepri yang tertinggi di Pulau Sumatera. Bahkan...

    1,1 Juta Pelamar Rebutan 17.928 Lowongan CPNS

    Metrobatam, Jakarta - Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) gelombang dua akan ditutup pada pukul 24.00 WIB nanti. Jumlah pelamar hingga 24 September 2017...

    Polisi Tembak Mati Pelaku yang Begal Driver Ojek Online di Medan

    Metrobatam, Medan - Polisi menembak mati pelaku yang membegal driver ojek online hingga tewas di Medan, Sumatera Utara. Pelaku ditembak mati karena melawan petugas. "Pelaku...

    Bankir Ramal Kredit Macet akan Melandai

    Metrobatam.com, Jakarta - Banyak jalan menekan kredit macet. Kali ini, industri perbankan memilih jalan memanfaatkan Aset Manajemen Unit (AMU) untuk mengelola kredit bermasalah atau...

    Jalan Santai Kecamatan Gunung Kijang Berlangsung Semarak

    Metrobtam.com, Bintan - Kegiatan Jalan Santai Kec Gunung Kijang yang melibatkan siswa sekolah dan masyarakat umum berlangsung semarak, puluhan hadiah dan door prize menambah...

    Menhub: Terminal Khusus di Batam yang Tidak Produktif akan Dimerger

    Metrobatam.com, Batam - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam lawatannya ke Batam, Minggu (24/9) mengatakan guna membuat Batam makin kompetitif, pihaknya akan menginventarisir terminal...

    Penangkapan Pemilik Situs Lelang Perawan Nikahsirri.com Merupakan Langkah Tepat

    Metrobatam, Jakarta - Langkah jajaran Subdit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menangkap Aris dinilai merupakan respons cepat agar tak membuat...

    Polisi Tangkap Tersangka Penyelundup 84 Ribu Botol Miras di Karimun dan Batam

    Metrobatab, Jakarta - Polisi menangkap penyelundup minuman keras berbagai merek yang tidak dilengkapi dokumen resmi. Penangkapan dilakukan setelah polisi menggeledah 4 gudang milik tersangka...

    Pernyataan Lengkap Wiranto Soal G30SPKI dan Pembelian Senjata oleh BIN

    Metrobatam, Jakarta - Pada Minggu petang ini, Menkopolhukam Wiranto menggelar jumpa pers. Menanggapi dua isu politik terkini. Berikut pernyataan lengkap Wiranto dalam konferensi pers itu: Seperti...

    Wiranto Heran, Pembelian Senjata Saat Ini Begitu Dipolemikkan

    Metrobatam, Jakarta - Menkopolhukam Wiranto mengatakan pembelian senjata oleh BIN untuk pendidikan intelijen merupakan hal yang lumrah. Dia heran di masa saat ini pembelian...

    Pemerintah Dituding Bangkitkan PKI, NasDem: Itu Tidak Berdasar

    Metrobatam, Jakarta - Politikus senior PAN Amien Rais mengatakan pemerintahan Jokowi memberi angin segar kebangkitan PKI. Partai NasDem memandang pernyataan Amien Rais itu tendensius...

    Ngeri! 3 Dokter Ahli Jiwa RS Polri Tangani Pimpinan Saracen

    Metrobatam, Jakarta - Pimpinan sindikat Saracen, Jasriadi menjalani pemeriksaan kejiwaan di Rumah Sakit (RS) Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Hal itu dilakukan lantaran Jasriadi...
    BAGIKAN