BBPOM Padang Sinyalir Ada 4,2 Ton Mi Instan Kedaluwarsa Diperjualbelikan

Metrobatam, Padang – Sebanyak 4,2 ton mi instan kedaluwarsa disinyalir diperjualbelikan ke luar Kota Padang. Mi instan kedaluwarsa itu berawal dari temuan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Padang dan Ditresnarkoba Polda Sumbar dalam sebuah Gudang PT PDR di Jalan By Pass, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar)

Dari jumlah yang diamankan itu terdiri dari 134 dus mi instan dan 385 bungkus mi instan. Selain itu, petugas mengamankan 213 karung mi instan kapasitas 20 kilogram kemarin.

“Saat ini, kita sudah mengamankan dan menyita produk tersebut agar tidak beredar di kalangan masyarakat,” kata Kepala BBPOM Padang, Suhendri, Selasa (5/12).

Menurut Suhendri, masih dilakukan penyidikan apakah akan menjadi tindak pidana atau tidak diputuskan setelah gelar perkara serta investigasi tambahan ke lapangan berupa pengumpulan keterangan saksi, bukti mengedarkan, bukti mengemas ulang dan lainnya.

“Kami akan melakukan pengembangan investigasi lanjut bersama dengan teman-teman dari kepolisian apakah itu Ditresnarkoba atau Ditreskrimsus Polda Sumbar,” ujarnya.

Penyitaan yang dilakukan kemarin itu, sambungnya, tidak menyegel gudangnya tapi mengamankan produknya supaya tidak beredar lagi kepada masyarakat.

“Modus yang dilakukan, mi instan ini dilakukan penghancuran dan membuka kemasan yang sudah rusak memasukkan ke dalam karung kemudian disinyalir dijual ke luar dari informasi yang dapat katanya itu untuk hewan, tapi kita akan melakukan pendalaman kasus ini karena sesuai UU Pangan, barang yang sudah kedaluwarsa tidak boleh dikemas dan diperjualkan,” ujarnya.

BBPOM Padang juga sedang melakukan koordinasi dengan instansi lain karena dicurigai ada perusahan lain yang melakukan hal yang sama baik itu makanan maupun obat-obatan, termasuk pihak kepolisian.

“Ini untuk mengantisipasi apakah barang tersebut dilempar ke Mentawai atau daerah terpencil lainnya,” ujarnya.

Meski sudah ada penyitaan pihak BBPOM Padang tidak melakukan penangkapan kepada pelaku diduga mengedarkan barang kedaluwarsa. BBPOM Padang hanya menyita produk kedaluwarsa agar tidak beredar di tengah masyarakat yang rata-rata sudah sejak 2016 kedaluwarsa.

“Makanya, kita kerjasama dengan pihak kepolisian kalau ini jelas ada jelas unsur pidana yang kita lalui pasti akan kita proses yang jelas tapi yang penting Balai Besar POM Padang melakukan pembatasan gerakan peredaran mi instan kedaluwarsa, saya tidak mau masyarakat Sumbar dirugikan,” pungkasnya. (mb/okezone)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Anggota DPR RI Dwi Ria Latifa Apresiasi Halal Bi Halal Warga Punggowo

Metrobatam.com , Batam - Anggota DPR RI Fraksi Partai PDIP, Dwi Ria Latifa mengapresiasi atas pelaksanaan halal bi halal Keluarga besar Punggowo Kota Batam...

Ocarina Batam Fasilitas Segala Permainan dan Hiburan Nyaman Sambil Mengadakan Gebyar Undian Hadiah Pemenang

Metrobatam.com - Batam Agus supryanto general manager ocarina menerangkan "dengan adanya memumumkan gebyar mega wisata new ocarina sudah ada pemenang nya, pemenang hasil undian...

Lantamal IV Gagalkan Penyeludupan TKI Ilegal ke Malaysia

Metrobatam.com - Tanjungpinang, 14 Juli 2018,…. Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Pangkalan Utama Angakatan Laut (Lantamal) IV Tanjungpinang kembali menangkap 12 Tenaga Kerja...

Penindakan Satwa Dan Tumbuhan Kpu Bea Dan Cukai Tipe B Batam

Metrobatam.com - Batam Batam, KPU BC Batam konferensi pers kepada awak media mengenai hasil tindakan satwa dan tumbuhan, Jumat (13/07). Susila Brata Kepala Kantor KPU BC...

Hanura: Yang Sering Komporin Masyarakat Amien Rais

Metrobatam, Jakarta - Presiden Jokowi menilai ada 'politikus kompor' yang memanas-manasi suasana politik jelang pemilu 2019. Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir menyebutkan...

Geledah 5 Lokasi, KPK Sita Dokumen Keuangan Proyek PLTU Riau

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) total menggeledah lima tempat terkait kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 yang menjerat Wakil Ketua DPR Komisi...

Polisi Periksa Sejumlah Saksi Terkait Pembantaian Ratusan Buaya di Sorong

Metrobatam, Jakarta - Polisi akan memeriksa sejumlah saksi terkait pembantaian terhadap 292 ekor buaya di penangkaran milik CV. Mitra Lestari Abadi, Provinsi Papua Barat....

Bagikan Bahan Pakaian untuk Menangkan Cagub Riau, Timses Ini Dibui

Metrobatam, Pekanbaru - Pihak Sentra Gakkumdu (Penegagakan Hukum Terpadu) Provinsi Riau memutuskan untuk melakukan penahanan terhadap warga berinisial DS. Pria tersebut ditahan karena diduga...

Modric: Tak Ada Penyesalan, Kroasia Lebih Baik dari Prancis

Moskow - Luka Modric berpendapat bahwa Kroasia bisa bangga sekalipun dikalahkan Prancis di final Piala Dunia 2018. Kroasia bermain lebih baik sekalipun gagal juara. Kroasia...

Wakapolri Klaim Punya Alat Canggih Tangkal Terorisme

Metrobatam, Jakarta - Wakapolri Komjen Syafruddin mengatakan saat ini Polri telah memiliki alat canggih guna menangkal aksi terorisme di Indonesia. Menurutnya, saat ini Polri...

Keluarga Lalu Zohri Tak Pernah Menolak Renovasi Rumah

Metrobatam, Jakarta - Kakak kandung Lalu Muhammad Zohri, Baiq Fazila, menyangkal jika keluarganya menolak bantuan renovasi rumah mereka di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pihaknya...

Pertimbangan PD Merapat ke Jokowi, Cawapres Harus Bersahabat

Metrobatam, Jakarta - Partai Demokrat (PD) menanti pengumuman dari Presiden Joko Widodo untuk menentukan siapa sosok cawapresnya di Pilpres 2019. Sosok cawapres Jokowi akan...
BAGIKAN