BBPOM Padang Sinyalir Ada 4,2 Ton Mi Instan Kedaluwarsa Diperjualbelikan

2125

Metrobatam, Padang – Sebanyak 4,2 ton mi instan kedaluwarsa disinyalir diperjualbelikan ke luar Kota Padang. Mi instan kedaluwarsa itu berawal dari temuan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Padang dan Ditresnarkoba Polda Sumbar dalam sebuah Gudang PT PDR di Jalan By Pass, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar)

Dari jumlah yang diamankan itu terdiri dari 134 dus mi instan dan 385 bungkus mi instan. Selain itu, petugas mengamankan 213 karung mi instan kapasitas 20 kilogram kemarin.

“Saat ini, kita sudah mengamankan dan menyita produk tersebut agar tidak beredar di kalangan masyarakat,” kata Kepala BBPOM Padang, Suhendri, Selasa (5/12).

Menurut Suhendri, masih dilakukan penyidikan apakah akan menjadi tindak pidana atau tidak diputuskan setelah gelar perkara serta investigasi tambahan ke lapangan berupa pengumpulan keterangan saksi, bukti mengedarkan, bukti mengemas ulang dan lainnya.

“Kami akan melakukan pengembangan investigasi lanjut bersama dengan teman-teman dari kepolisian apakah itu Ditresnarkoba atau Ditreskrimsus Polda Sumbar,” ujarnya.

Penyitaan yang dilakukan kemarin itu, sambungnya, tidak menyegel gudangnya tapi mengamankan produknya supaya tidak beredar lagi kepada masyarakat.

“Modus yang dilakukan, mi instan ini dilakukan penghancuran dan membuka kemasan yang sudah rusak memasukkan ke dalam karung kemudian disinyalir dijual ke luar dari informasi yang dapat katanya itu untuk hewan, tapi kita akan melakukan pendalaman kasus ini karena sesuai UU Pangan, barang yang sudah kedaluwarsa tidak boleh dikemas dan diperjualkan,” ujarnya.

BBPOM Padang juga sedang melakukan koordinasi dengan instansi lain karena dicurigai ada perusahan lain yang melakukan hal yang sama baik itu makanan maupun obat-obatan, termasuk pihak kepolisian.

“Ini untuk mengantisipasi apakah barang tersebut dilempar ke Mentawai atau daerah terpencil lainnya,” ujarnya.

Meski sudah ada penyitaan pihak BBPOM Padang tidak melakukan penangkapan kepada pelaku diduga mengedarkan barang kedaluwarsa. BBPOM Padang hanya menyita produk kedaluwarsa agar tidak beredar di tengah masyarakat yang rata-rata sudah sejak 2016 kedaluwarsa.

“Makanya, kita kerjasama dengan pihak kepolisian kalau ini jelas ada jelas unsur pidana yang kita lalui pasti akan kita proses yang jelas tapi yang penting Balai Besar POM Padang melakukan pembatasan gerakan peredaran mi instan kedaluwarsa, saya tidak mau masyarakat Sumbar dirugikan,” pungkasnya. (mb/okezone)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

BMKG : Gempa Jabar akibat tumbukan Lempeng Indo Australia-Eurasia

Metrobatam.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mengatakan gempa bumi dengan magnitudo 7,3 pada Jumat (15/12) pukul 23.47 WIB disebabkan aktivitas zona subduksi...

Bupati Bintan Serahkan Bantuan Kapal dan Asuransi Nelayan

Metrobatam.com, Batam - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos didampingi Wakil Bupati Bintan Drs Dalmasri Syam, Sekda Kabupaten Bintan Drs Adi Prihantara menyerahkan bantuan...

Dukun Pengganda Uang Kubur 2 Korbannya, 1 Dikubur Dalam Keadaan Masih Hidup

Metrobatam, Batang - Seorang pria di Batang, Jawa Tengah yang mengaku bisa menggandakan uang mengubur dua korbannya. Salah seorang korban terungkap dikubur dalam keadaan...

Dubes Saudi Harapkan Moratorium Pengiriman TKI Dicabut

Metrobatam, Jakarta - Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al-Shuaibi mengharapkan moratorium pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) yang berlaku sejak...

Biadab, Pembunuh Sadis Ini Masih Perkosa Korbannya yang Sudah Mati

Metrobatam, Serang - Empat pelaku pembunuhan sadis di Serang ditangkap polisi. Jejak mereka terungkap usai jenazah korban, S, ditemukan warga di Sungai Cibongor, Cikeusal...

Soal Kumpul Kebo Tak Bisa Dipidana, Ketua MK: Despiritualisasi Hukum

Metrobatam, Jakarta - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat menyatakan KUHP harus disesuaikan dengan semangat kebangsaan Indonesia. KUHP yang diimpor dari Belanda dinilai sangat...

Dedi Mulyadi: Golkar Terbuka Evaluasi Dukungan Pilkada Jabar

Metrobatam, Jakarta - Golkar tidak menutup kemungkinan menarik dukungannya terhadap Ridwan Kamil pada Pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat (Pilkada Jabar) 2018. Hal itu disampaikan...

Bawa Ribuan Butir Ekstasi dan Sabu, Oknum TNI Ditangkap Polisi

Metrobatam, Jambi - Tim Opsnal Subdit II Ditresnarkoba Polda Jambi berhasil mengamankan tiga orang laki-laki yang diduga membawa ribuan butir pil ekstasi dan sabu-sabu. Informasi...

Konflik Belum Usai, PKS Ajukan Kasasi Pemecatan Fahri Hamzah

Metrobatam, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tetap tenang menyikapi keputusan Pengadilan Tinggi Jakarta yang menolak banding mereka terkait pemecatan terhadap Fahri Hamzah. Partai...

Partai Tommy Soeharto Tak Lolos Administrasi

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum tidak meloloskan Partai Berkarya dan Partai Garuda dalam tahapan penelitian administrasi perbaikan partai politik calon peserta pemilu tahun...

Danlantamal IV Jalin Sinergitas dengan Kapolda Kepri

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno, S.E., M.M., menjalin sinergitas dengan Kepala Kepolisian...

Bea Cukai-Kepolisian Tetapkan Tersangka 50 Ribu Botol Miras Ilegal Via Batam dari Singapura

Metrobatam.com, Jakarta - Penyidik Direktorat Jenderal Bea-Cukai menetapkan tersangka dalam kasus penyelundupan 50 ribu botol minuman keras ilegal dari Singapura. Tersangka berinisial BT (43)...
BAGIKAN