Bea Cukai Soroti Kurir Uang untuk Kejahatan Lintas Negara

421
Ilustrasi

Metrobatam.com, Batam – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan mitranya di Singapura serta Malaysia mulai membahas secara khusus soal kurir uang lintas negara.

Kurir itu diduga menjadi salah satu penopang kejahatan terorganisasi dan kejahatan lintas negara.

Direktur Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Harry Mulya mengatakan, kejahatan lintas negara yang terorganisasi semakin berkembang. Perlu kerja sama lintas negara pula untuk mengatasinya.

“Salah satu yang menjadi perhatian soal para pembawa uang,” ujarnya di sela pertemuan DJBC dengan mitranya dari Singapura dan Malaysia, Selasa (31/5) di Batam, Kepulauan Riau.

Kurir pembawa uang diduga menjadi salah satu penopang kejahatan terorganisasi itu. Mereka memindahkan uang tunai dari satu negara ke negara lain.

“Uang hasil kejahatan di negara A dibelikan aset atau diantarkan ke negara B. Peran kurir dalam lalu lintas itu penting,” ujarnya.

Salah satu peran menonjol kurir uang adalah dalam kasus La Nyalla Mattalitti yang baru tertangkap. Kejaksaan Agung mensinyalir ada kurir yang rutin mengirim uang ke Ketua Kadin Jawa Timur itu selama ia berada di Singapura.

Untuk menekan pergerakan para kurir itu, perlu kerja sama lembaga lintas negara. Kerja sama itu tidak mudah karena aturan setiap negara aturan berbeda tentang membawa uang tunai. Perbedaan itu yang coba diatasi dengan serangkaian pertemuan antara DJBC dengan mitra-mitra mereka dari negara lain.

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antarlembaga DJBC Robert Leonard M mengatakan, Indonesia dengan Malaysia dan Singapura perlu terus mengeratkan kerja sama. Para penyelundup tahu ada hambatan kerja para penegak hukum karena perbedaan aturan tiap negara. “Mereka memanfaatkan celah itu,” ujarnya.

Kerja sama antarnegara memungkinkan celah itu ditekan. DJBC dan mitranya dari Singapura dan Malaysia sepakat untuk terus saling bertukar informasi.

“Penangkapan-penangkapan (oleh DJBC) hasil dari pertukaran informasi itu,” ujarnya.

DJBC dan para mitra juga menyepakati patroli dan investigasi terorganisasi. Investasi terorganisasi perlu dilakukan karena organisasi kejahatan melibatkan orang di beberapa negara. Untuk mengejar mereka, perlu penindakan terkoordinasi di negara-negara berbeda. “Fokusnya pada perdagangan ilegal dan penyelundupan narkotika,” ujarnya.(mb/kompas)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

bright PLN Batam Jamin Tak Ada Pemadaman Jelang Natal dan Tahun Baru

Metrobatam.com, Batam -bright PLN Batam Provinsi Kepulauan Riau menjamin tidak akan melakukan pemadaman jelang natal dan tahun baru, mulai Selasa (19/12) mendatang hingga perayaan...

Hakim Kusno Gugurkan Praperadilan Setnov, Kuasa Hukum: Kami Hormati

Metrobatam, Jakarta - Hakim Tunggal Kusno menetapkan praperadilan mantan ketua DPR Setya Novanto (Setnov) sebagai tersangka korupsi pengadaan e-KTP gugur dan tidak dilanjutkan. Pernyataan itu...

Diduga Palsukan Dokumen Munaslub, Petinggi Golkar Dipolisikan

Metrobatam, Jakarta - Gerakan Muda Partai Golkar melaporkan tiga orang yang diduga petinggi Partai Golkar ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Ketiga orang tersebut...

Mau Bawa Sabu ke Surabaya, 2 Calon Penumpang Ditangkap di Bandara Hang Nadim Batam

Metrobatam.com, Batam - Sat Res Narkoba Polresta Barelang telah mengamankan 2 orang penumpang pria yang didapati membawa Narkoba jenis Sabu, Rabu (13/12/2017) malam. Sebelumnya, Petugas...

Liem Swie King dan Eddy Hartono Terharu dengan Perhatian Pemerintah

Metrobatam, Jakarta - Sejumlah atlet legendaris Indonesia menerima penghargaan dari pemerintah. Perhatian ini bikin pahlawan bulutangkis, Liem Swie King dan Eddy Hartono, terharu. Liem merupakan...

Usai Terpilih, Airlangga Pastikan Golkar Tetap Dukung Jokowi

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar terpilih Airlangga Hartarto memastikan partainya bakal mendukung pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla hingga 2019. Airlangga juga menegaskan Golkar...

Menristek Copot Wakil Rektor Universitas Trisakti

Metrobatam, Jakarta - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir mencopot jabatan Yuswar Zainul Basri sebagai Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Trisakti....

Pemkab Rohil Nunggak Rp 12 Miliar, Lampu Jalan Dimatikan PLN

Metrobatam, Pekanbaru - PLN Wilayah Riau-Kepri terpaksa memadamkan listrik Penerangan Jalam Umum (PJU) di Bagansiapiapi, ibu kota Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Sebab, pemkab nunggak...

Inilah Kisah Praperadilan Novanto yang Gugur Sehari Jelang Putusan

Metrobatam, Jakarta - Jaksa KPK membacakan dakwaan untuk Setya Novanto dalam perkara korupsi proyek e-KTP, Rabu (13/12). Dengan dimulainya sidang pokok perkara, upaya gugatan...

4 Fakta Inilah yang Bikin Setya Novanto Jadi Pesakitan e-KTP

Metrobatam, Jakarta - Peran Setya Novanto dibeberkan jaksa pada KPK dalam surat dakwaan yang dibacakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Mulai dari...

Ngaku Sakit Hingga Jalan Bungkuk, Seperti Ini Kronologis Jalannya Sidang Novanto

Metrobatam, Jakarta - Terdakwa kasus korupsi e-KTP, Setya Novanto, menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (13/12). Sepanjang sidang, Novanto terlihat sering menunduk. Di waktu...

Airlangga Jadi Ketum, Aziz Syamsuddin Pasrahkan

Metrobatam, Jakarta - Ketua DPP Partai Golkar Aziz Syamsuddin mengklaim dirinya sudah legowo karena tidak menjadi salah satu calon pengganti Setya Novanto sebagai ketua...
BAGIKAN