Begini Cara Mengatur Konten Youtube untuk Anak-Anak?

888

Metrobatam.com – Ladies, 10-15 tahun lalu, sepulang sekolah anak-anak generasi kita menghabiskan waktunya dengan nonton acara anak-anak di televisi. Sebut saja, Tralala-tralili atau telenovela anak seperti Amigos, jadi penghibur yang menyenangkan setelah seharian lelah belajar.

Berbeda dengan zaman kita dulu, anak-anak zaman sekarang berbeda. Kini dengan begitu gesitnya mereka mengakses Youtube dari gadget ataupun PC. Mulai dari video unboxing mainan, aneka tutorial hingga menonton vlog dari artis-artis Youtube favoritnya.

Well, perlu diakui bahwa Youtube sangat menarik. Selain memberikan aneka pengetahuan, sebaliknya, Youtube bagaikan dua sisi mata pedang. Sisi kelam Youtube tak bisa kita abaikan. Apa saja kita bisa temukan di sana, mulai dari pornografi, hate speech, kekerasan hingga tayangan radikal menyangkut kebencian terhadap orang lain. Mengerikan? Ya, lebih-lebih lagi anak-anak juga punya kesempatan untuk membuat dan membagikan video sama seperti saat mereka punya kesempatan mengaksesnya dari para Youtubers lain.

Anak-anak masa kini adalah anak-anak generasi Z. Mereka sangat cepat beradaptasi dengan kecanggihan teknologi baru, tanpa perlu bertanya kepada orang lain bagaimana caranya. Buku manual? Mereka sudah tak memerlukannya lagi. Tetapi, kecepatan mereka memahami suatu teknologi secara teknis, belum diimbangi dengan bagaimana mereka memahami dunia maya secara etis. Tugas orang tualah yang menjadi penyaring informasi yang masuk, misalnya tayangan Youtube. Bagaimana caranya?

Buat akun keluarga
1. Buatlah akun Gmail yang dapat diakses oleh seluruh anggota keluarga. Melalui akun ini orang tua dapat melihat history tayangan yang ditonton dan mengatur penyaringan tontonan.

2. Nyalakan mode ‘Safety Mode’
Youtube memiliki fitur Safety Mode untuk mengatur tayangan apa yang boleh ditonton anak-anak ataupun tayangan yang secara acak muncul di kolom rekomendasi atau autoplay.

3.Buatlah playlist khusus
Terkadang saat kita menonton video di Youtube, secara acak akan muncul tayangan lain yang tak sesuai dengan video sebelumnya. Ini akan berbahaya jika tayangan acak tersebut menampilkan video yang tak seharusnya ditonton anak-anak. Maka, buatlah playlist khusus untuk anak Anda. Daftarkan akun ke channel yang family-friendly misalnya Disney Channel, Sesame Street atau Pixar. Maka video akan dimainkan secara otomatis, sesuai usia dan pilihan orangtua.

4. Alternatif Lain Selain Youtube
Anda bisa mencoba alternatif lain selain situs Youtube yang resmi, misalnya SprogTube atau apps Youtube Kids. SprogTube dan Youtube Kids dikurasi berdasarkan konten yang ramah ditonton anak-anak.

Yang terpenting adalah jangan membiarkan anak mengeksplorasi keingintahuannya di dunia maya sendirian. Temani mereka dan berikan pemahaman bahwa internet punya dua sisi baik dan buruk. Bantulah anak-anak untuk berkreasi dengan cara yang tepat, sesuai dengan usianya. Bagaimana, Mom, apakah Mom punya saran atau pengalaman terkait tontonan anak-anak Anda? Bagi yuk di kolom komentar di bawah ini. (mb/merdeka)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Waspada! Beredar Lagi Surat Palsu Pengangkatan CPNS

Metrobatam, Jakarta - Badan Kepegawaian Negara (BKN) kembali menerima konfirmasi surat perihal pengangkatan calon pegawai negeri sipil (CPNS). Surat tersebut menjelaskan adanya pengangkatan calon...

Pengguna Internet di Indonesia Capai 143 Juta Orang

Metrobatam, Jakarta - Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) hari ini (19/2) mengumumkan data survei penetrasi dan perilaku pengguna internet Indonesia sepanjang 2017. Data...

Nelayan di Belawan Mengamuk Bakar 8 Unit Kapal Pukat

Metrobatam, Medan - Nelayan mengamuk dan membakar 8 unit kapal pukat teri bermesin GT 5 di perairan Belawan, Kota Medan pada Senin (19/2). Mengamuknya para...

Demokrasi Defisit, Radikalisme Jadi Alternatif

Metrobatam, Jakarta - Kepala Pusat Penelitian Politik di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Adriana Elisabeth menyatakan bahwa Indonesia mengalami kemunduran dalam berdemokrasi, dalam diskusi...

Dokter Nyatakan Penyerang Kiai Lamongan Idap Gangguan Psikis

Metrobatam, Surabaya - Anggota Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM dan Keamanan, Adies Kadir didampingi Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin dan beberapa...

Terduga Teroris Diklaim Lempar Bom Molotov ke Polsek Bontoala

Metrobatam, Jakarta - Salah satu terduga teroris yang diamankan Tim Detasemen Khusus 88/Antiteror Polri di Indramayu, beberapa waktu lalu, mengaku sebagai pelaku pelemparan bom...

Sindikat Pencuri 2.640 Botol Infus Dibekuk Polisi di Aceh

Metrobatam, Banda Aceh - Kepolisian Resor (Polres) Lhokseumawe berhasil mengungkapkan jaringan sindikat pencurian sebanyak 2.640 botol cairan infus di Rumah Sakti Kasih Ibu, Kota...

BNN Tes Urine Prajurit TNI AD dan Polisi Militer

Metrobatam, Jakarta - Seluruh prajurit dan PNS Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad) dinyatakan bersih dari narkoba melalui pemeriksaan urine. Hal ini dilakukan dalam...

Golkar Bakal Cabut Dukungan Bagi Kader yang Terlibat Korupsi

Metrobatam, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat Golkar menggelar rapat konsultasi dengan seluruh pengurus Golkar, termasuk mereka yang menjabat sebagai kepala dan wakil kepala daerah....

Sebut KPU Ketakutan PBB Jadi Partai Radikal, Yusril akan Pidanakan Komisioner

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Izha Mahendra menduga Komisi Pemilihan Umum (KPU) takut untuk meloloskan partainya ke Pemilu 2019...

KPK Tahan Bupati Kebumen

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan Bupati Kebumen Muhammad Yahya Fuad usai diperiksa selaku tersangka suap. Yahya diduga menerima jatah dari...

Abu Vulkanik Sinabung Meluas ke Aceh, Warga Diimbau Waspada

Metrobatam, Lhokseumawe - Semburan abu vulkanik berasal dari letusan Gunung Sinabung, Sumut, terus meluas ke sejumlah daerah di Aceh. Abu vulkanik meluas ke Aceh...
BAGIKAN