Bejat! Ayah Setubuhi Anak Kandungnya Selama 3 Tahun

2095

Metrobatam.com, Meulaboh – Aparat kepolisian menangkap seorang pria berinisial I (46) karena melakukan pencabulan terhadap anak kandungnya berinisial L (16) di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh.

Kapolres Aceh Barat AKBP Teguh Priyambodo Nugroho mengatakan, dari pengakuan tersangka tindak pidana itu telah dilakukan berulang kali sejak tahun 2014, namun hasil pemeriksaan tim dokter ahli bahwa korban tidak dalam kondisi hamil.

“Berawal dari laporan orangtua korban, tadi malam Rabu kemarin sekitar 00.30 WIB dilakukan penangkapan terhadap I. Setelah kita interogasi memang yang bersangkutan sudah melakukan pencabulan terhadap anak kandungnya sendiri sejak 2014,” katanya, Kamis (9/3).

Tersangka dilaporkan oleh istrinya sendiri berinisial R (43), pria bejat ini melakukan pencabulan terhadap anak kandungnya yang saat ini masih berstatus pelajar.

Orangtua korban sering memergoki pria tersebut tidur di dekat anaknya dalam rumah mereka, akan tetapi tidak diketahui adanya perlakukan bejat sang ayah, setelah ada pengakuan dari L kepada ibunya, barulah dilaporkan pada polisi.

Kapolres AKBP Teguh menyampaikan, pihaknya juga akan memeriksa kejiwaan korban, saat ini pihaknya masih berfokus pada pemeriksaan tersangka, mengumpulkan keterangan saksi korban, orangtua korban termasuk saksi ahli dari tim dokter.

“Ancaman kepada tersangka sesuai dengan hukum pidana 16 tahun penjara, kalau berdasarkan Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014, itu 500 kali cambuk. Kita masih akan memeriksa kejiwaan anak, saksi korban dan saksi ahli,” tegasnya.

Lantaran kejadian tersebut telah dilakukan lama dan berulang kali, maka pihak kepolisian masih mendalami apakah selama ini ada pengancaman serius ataupun semacam intimidasi sehingga tindak pidana pencabulan itu baru dilaporkan tahun ini.

Kapolres juga h menyampaikan, sepanjang 2017 pihak Kepolisian Aceh Barat telah menanggani sebanyak empat kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur, kasus tersebut telah merambah hingga ke wilayah kecamatan pedalaman.

Sementara itu tersangka I saat diinterogasi dan wawancara pers di ruang Resmob, Satreskrim Aceh Barat mengakui akan perbuatan bejatnya itu. “Namun dia berdalih bahwa yang disetubuhi itu dipikir istrinya, bukan anaknya yang jelas-jelas masih remaja,” tutup Teguh.(mb/okezone)

Predator Seksual
Di tempat terpisah, seorang pemuda asal Sumatera Utara berinisial SBH (35) yang diduga mencabuli 17 orang anak ternyata sempat mengakui perbuatannya sebelum melarikan diri. Salah satu orangtua korban asusila, NH mengatakan, keseharian SBH di lingkungannya tidak menunjukkan gerak gerik yang mencurigakan.

Bahkan NH sempat merasa jika SBH yang masih berstatus lajang tua (belum menikah) tersebut sangat dekat, penyayang dan suka bermain dengan anak-anak di lingkungan tempat tinggalnya.

“Pas anak saya (RAH usia 5 tahun) bilang digituin sama si SBH, saya sempat terkejut dan mencoba tanya baik-baik. Enggak pernah nampak gayanya yang aneh-aneh, heran juga. Saat kami sama Pak Kades jumpai dia, ngaku dia lakui perbuatannya (pencabulan),” ucap NH, Kamis (9/3).

Mendengar pengakuan RAH yang dicabuli di salah satu gubuk, warga merasa cemas. Para warga yang mendengar, langsung menanyakan kepada para anaknya hingga akhirnya diketahui SBH telah melakukan perbuatan kejinya tersebut kepada 17 orang anak.

“Kami langsung melaporkannya ke Polsek Batang Angkola, kemudian kami disarankan melapor ke Polres Tapsel karena di Polsek Batang Angkola tidak memiliki Unit Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA),” ungkapnya.

Menanggapi itu, Camat Batang Angkola, Taufik R Lubis mengimbau kepada para warga untuk tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang dapat merugikan karena pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan untuk memproses secara hukum atas perbuatan yang dilakukan SBH.

“Saya sangat mengutuk tindakan ini. Saya sudah imbau ke warga untuk menahan diri, jangan bertindak yang tidak-tidak. Persoalan ini sedang diproses pihak Polres Tapsel, serahkan ke mereka. Saat ini kita juga sedang mendata kembali jumlah korban, kemudian diperiksa lagi,” bebernya.

Kasat Reskrim Polres Tapsel AKP Jama K Purba membenarkan pelaku SBH telah kabur dari rumahnya. Pihaknya saat ini tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku, sedangkan para korban masih terus dilakukan pemeriksaan. “Pelakunya melarikan diri, kita terus mengejar pelakunya,” ujar AKP Jama.

Sebelumnya, kasus asusila itu terungkap setelah salah satu orang tua korban menanyai anaknya pada Senin, 6 Maret 2017.

Menurut NH, kejadian itu terjadi satu pekan lalu, tepatnya Senin, 27 Februari 2017. Saat itu korban RAH (5) dibawa jalan-jalan oleh tetangganya, SBH Di sebuah gubuk, Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Di lokasi itu, SBH diduga mencabuli RAH. Setelah itu diketahui korban atas kasus tersebut sebanyak 17 bocah. (mb/okezone)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Antisipasi Gejala DBD, Bupati Bintan Himbau Masyarakat Jaga Lingkungan Bersih

Metrobatam.com, Bintan - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk waspada terkait munculnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Pasalnya, disaat...

Terkait Praperadilan Setnov, KPK Tunggu Hasil Pemeriksaan Bawas MA Terhadap Hakim Cepi

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunggu hasil pemeriksaan Badan Pengawas (Bawas) Mahkamah Agung (MA) terhadap hakim Cepi Iskandar, yang menangani praperadilan Ketua...

Dituntut 8 Tahun Penjara, Miryam Haryani Kecewa

Metrobatam, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum menuntut politikus Hanura Miryam S Haryani delapan tahun penjara dan denda Rp300 juta subsidier enam bulan kurungan. Miryam...

Kebakaran Hutan Landa 4 Kecamatan di Aceh Barat

Metrobatam, Aceh Barat - Kebakaran hutan dan lahan di Aceh Barat, Aceh, terus menyebar. Hingga saat ini, ada empat kecamatan yang mengalami kebakaran terparah,...

Setelah 20 Tahun, Penyelundupan Miras dari Malaysia dan Singapura ke Batam Akhirnya Terungkap

Metrobatam, Jakarta - Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Badan Reserse Kriminal Polri, Brigadir Jenderal Agung Setya mengatakan KWK, F, dan S telah menyelundupkan...

Pimpinan KPK Rembukan Nasib Aris Budiman dan Novel Baswedan

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi masih menggodok hasil pemeriksaan pendahuluan yang dilakukan Dewan Pertimbangan Pegawai (DPP) KPK soal dugaan pelanggaran etik Direktur Penyidikan...

Berikan Arahan, Hari Ini Jokowi Kumpulkan Kepala Daerah Seluruh Indonesia

Metrobatam, Jakarta - Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Sumarsono mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengumpulkan seluruh gubernur, bupati dan wali kota di...

Kisah Polisi Fiji yang Jabat Posisi Penting Berkat Pendidikan Kepolisian di Indonesia

Metrobatam, Bandung - Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tak hanya sukses mencetak pimpinan lembaga kepolisian dalam negeri, namun juga berhasil...

AS Beri Lampu Hijau, Panglima TNI Tunggu Instruksi Jokowi

Metrobatam, Jakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo masih belum memutuskan untuk kembali berangkat ke Amerika Serikat setelah insiden penolakan sesaat sebelum bertolak, Sabtu...

Ini Rapor Kualitas Transportasi RI di Tingkat Dunia, Memuaskan?

Metrobatam, Jakarta - Sustainable Mobility for All (SuM4All) sebuah lembaga yang dibentuk atas inisiasi Bank Dunia (The World Bank) baru saja merilis publikasi 'Global...

Laporkan KPU ke Bawaslu, Rhoma Singgung Partainya Tommy dan PSI

Metrobatam, Jakarta - Ketum Partai Idaman Rhoma Irama melaporkan KPU ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) gara-gara pendaftaran partainya sebagai peserta Pemilu 2019 ditolak. Rhoma...

Kagetkan Warga, 3 Tornado Waterspout Muncul di Kepulauan Seribu

Metrobatam, Jakarta - Kemunculan angin tornado waterspout mengagetkan warga Kepulauan Seribu. Hal ini dialami oleh warga Pulau Tidung, Hilmansyah, yang tengah menuju Pulau Kelapa. "Tadi...
BAGIKAN