Biksu Gadungan WN China Ditangkap Petugas Imigrasi

Pejabat Imigrasi saat memberi keterangan pers terkait penangkapan 2 WN China yang mengaku biksu (Lina/Okezone)

Metrobatam.com, Jakarta – Tim Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim) Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Barat menangkap dua warga negara China yang berpakaian ala biksu. Keduanya dinilai menyalahgunakan izin tinggal di Indonesia.

Keduanya yakni Yao Xianhua (51) dan Hu Qiyan (57) megaku sebagai biksu dari Vihara Ekayana, Tanjung Duren, Jakarta Barat. Namun, setelah dicek keduanya diragukan sebagai biksu.

Penangkapan bermula saat Tim Wasdakim melakukan operasi rutin pada 18 Agustus 2016. Saat itu, Xianhua ditangkap karena ketahuan meminta-minta uang atau mengemis di Unit Layanan Paspor Angke Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Barat.

Usai ditangkap dilakukanlah pemeriksaan. Diketahuilah kalau Xianhua biasanya mengemis dengan rekannya bernama Qiyan. Akhirnya Qiyan pun ditangkap dari tempat penginapan mereka di Hotel Mutiara, Pintu Besar, Jakarta Barat.

“Setelah kita periksa ada rekannya di penginapan hotel, kita konfirmasi kita tangkap. Pengajuan dari yang kita tangkap memang itu (Qiyan) biksu palsu juga,” ujar Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Syamsul Effendi Sitorus kepada wartawan di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Barat, Jalan Pos Kota Nomor 4, Selasa (23/8/2016).

Syamsul mengatakan, kedua biksu gadungan itu masih kurang memahami pengetahuan tentang agama Buddha. Mereka hanya bermodal tasbih, buku agama berbahasa Mandarin dan kitab-kitab untuk menarik perhatian masyarakat.

“Jadi modus ini bukan baru, udah lama. Tapi sifatnya memang temporer. Cuma kita heran keuntungan dia ini sebagai cari makan atau tujuan lain. Kita sedang pendalaman,” paparnya.

Selain berpura-pura menjadi biksu palsu, kedua orang pelaku tersebut juga melakukan penyalahan gunaan izin tinggal dan mereka mencari korban yang kewarganegaraan China karena keduanya tidak bisa berbahasa Indonesia.

“Mereka di sini izinnya untuk wisata bukan tinggal jadi mereka tidak sesuai,” jelasnya.

Sampai saat ini Imigrasi masih menyelidiki terkait kasus kedua warga asing itu. Pihak Imigrasi juga belum mengkonfirmasikan kedua pelaku ke Kedutaan Besar China. “Belum ada, karena kita masih pendalaman,” tutupnya.

 

(Mb/okezone)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Warga Malaysia Diajak Menggalang Dana Menalangi Utang Negara Rp 3.570 T

Metrobatam.com, Kuala Lumpur - Warga Malaysia ramai-ramai diajak untuk menggalang dana menalangi utang negara yang sudah menembus 1 triliun RM (Ringgit Malaysia) atau sekitar...

Terkait KEK, Pengusaha Ngadu ke DPRD Kota Batam

Metrobatam.com, Batam - Nuryanto, SH,MH memimpin Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait penyampaian aspirasi dari para pengusaha dan asosiasi Kota Batam melalui Kadin yang...

Bea dan Cukai Batam : Pengawasan Barang di FTZ Lebih Sulit Dibanding KEK

Metrobatam.com, Batam - Pengawasan barang di Free Trade Zone (FTZ) lebih sulit dibandingkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Dampak lainnya juga menjadikan Batam tepat untuk...

Tangkal Terorisme, Pengajar Harus Belajar Nilai Kebangsaan

Metrobatam, Jakarta - Akademisi Muslim Azyumardi Azra mengimbau tenaga pengajar di kampus mendapat pelatihan kembali soal kebangsaan. Tuntutan Azyumardi itu terkait dengan temuan sejumlah...

Jelang Final Liga Champions: Zinedine Yazid Zidane vs Juergen Norbert Klopp

Metrobatam, Jakarta - Juergen Klopp senang hanya bertemu Zinedine Zidane setelah dia jadi pelatih. Genius sebagai peraci strategi, jalan karier keduanya memang beda jauh. "Dia...

JK Sebut Daftar Mubalig Dibuat Agar Tak Sembarangan Ceramah

Metrobatam, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mendukung langkah Kementerian Agama yang mengeluarkan daftar 200 nama mubalig. Menurut JK, daftar nama itu berguna mengatur...

Ketua KPK Sindir DPR yang Dukung Eks Koruptor Nyaleg

Metrobatam, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menyindir pihak-pihak yang membolehkan mantan narapidana korupsi menjadi calon anggota legislatif pada Pemilu 2019....

Penyidik Sebut Fredrich Minta Kerjaan: Dia Bilang KPK Kan Banyak OTT

Metrobatam, Jakarta - Fredrich Yunadi disebut pernah meminta agar dibagi kasus pada seorang penyidik senior KPK. Ambarita Damanik. Namun, permintaan Fredrich itu disampaikan sembari...

Soal Ekonomi RI Lampu Kuning, Ini Penjelasan BI

Metrobatam, Jakarta - Beberapa kalangan menyebutkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini berada dalam lampu kuning. Menguatnya dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah hingga...

UU Terorisme Beri Kompensasi Korban hingga Peristiwa Bom Bali

Metrobatam, Jakarta - Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme yang baru saja disahkan DPR mengatur tentang pemberian kompensasi bagi korban aksi...

Moeldoko Sebut Perpres Korupsi Tinggal Diteken Jokowi

Metrobatam, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan hasil revisi Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2012 tentang Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi sudah...

Kontroversi Takjil Politik #2019GantiPresiden

Metrobatam, Jakarta - Pembagian takjil gratis berstiker #2019GantiPresiden yang dibagikan Komunitas Relawan Sadar Indonesia (Korsa) menuai kontroversi. Pendukung Joko Widodo (Jokowi) mengkritik pembagian takjil...
BAGIKAN