BNN dan BC Tangkap 6 Pelaku Jaringan Freddy Budiman, Sita Sabu 50Kg

881

Metrobatam.com, Jakarta – Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Ditjen Bea Cukai berhasil mengungkap sindikat narkotika jenis sabu jaringan Freddy Budiman di sebuah pergudangan di kawasan Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa, 14 Juni 2016.

Dalam penggerebekan itu, BNN berhasil menyita sembilan buah pipa besi berbahan baja yang total di dalamnya terdapat kurang lebih 50 kilogram sabu kristal yang diselundupkan dari Guangzhou, China. BNN juga berhasil mengamankan enam tersangka atas hasil pengembangan sebelumnya.

“Kita berhasil mengungkap jaringan pengiriman narkoba jenis sabu,” kata Kepala BNN Komjen Budi Waseso di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Rabu, 15 Juni 2016.

Mantan Kabareskrim Polri ini menjelaskan, modus penyelundupan barang haram tersebut terbilang cukup rapi. Mereka mengirimkan sabu dengan cara dimasukkan ke dalam pipa besi dengan berat 200 kilogram serta ketebalan besi 4 sentimeter dan diameter 16 sentimeter.

Modus tersebut sengaja dilakukan oleh para pelaku untuk mengelabui petugas agar tidak terdeteksi oleh alat pemindai dan tercium oleh anjing pelacak. Pelaku juga melengkapi dokumen sehingga terlihat seperti normal.

“Modusnya barunya adalah dimasukkan dalam pipa. Pipa ini adalah rencana untuk pipa untuk tiang pancang. Dimasukkan dari Guangzhou China melalui pengiriman,” ungkap pria yang akrab disapa Buwas tersebut.

Buwas menjelaskan, sindikat pengedar narkotika jenis sabu itu merupakan jaringan yang berhubungan dengan terpidana mati kasus narkoba, Freddy Budiman.

“Jaringan ini berhubungan langsung dengan Freddy Budiman. Ini jaringan lama. Ini bukti kehebatan dari jaringan ini,” ungkapnya.

Mantan Kabareskrim Polri ini membeberkan, dari pengungkapan kasus tersebut, BNN mengamankan enam orang tersangka. Masing-masing berinisial HE, EN, ED, GN, DD dan AK. Tersangka ED, GN dan DD diamankan petugas di lokasi kejadian, sementara HE dan istrinya yakni EN, diamankan di kediamannya di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat.

HE merupakan mantan narapidana Lapas Cipinang yang berstatus bebas bersyarat. HE mengenal AK semasa berada di dalam Lapas yang sama dan AK memiliki kendali penuh terhadap penyelundupan sabu tersebut.

“AK pengendali dan pemesan. Dia narapidana Lapas Cipinang. Pelaku lama. Ini membuktikan permasalahan narkoba di Lapas tidak pernah selesai,” ujar Buwas.

Seolah tak jera, pada masa pembebasan bersyaratnya, HE kembali berulah. Dalam melakukan transaksi, HE menggunakan identitas EN untuk membuka rekening dan alamat tujuan pengiriman barang.

“Pengakuan mereka sudah 3 kali. Lolos semua sebelumnya. Sudah beredar di Indonesia khususnya di Jakarta,” lanjut Buwas.

Buwas mengatakan, pengungkapan kasus sindikat narkoba jenis sabu itu sama halnya telah menyelamatkan 250 ribu jiwa generasi Indonesia dari ancaman dan bahaya narkoba.

Atas tindakannya tersebut, keenam tersangka terpaksa mendekam dibalik jeruji besi rumah tahanan BNN. Mereka dikenakan pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) Juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup.

(Mb/Vivanews)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

bright PLN Batam Jamin Tak Ada Pemadaman Jelang Natal dan Tahun Baru

Metrobatam.com, Batam -bright PLN Batam Provinsi Kepulauan Riau menjamin tidak akan melakukan pemadaman jelang natal dan tahun baru, mulai Selasa (19/12) mendatang hingga perayaan...

Hakim Kusno Gugurkan Praperadilan Setnov, Kuasa Hukum: Kami Hormati

Metrobatam, Jakarta - Hakim Tunggal Kusno menetapkan praperadilan mantan ketua DPR Setya Novanto (Setnov) sebagai tersangka korupsi pengadaan e-KTP gugur dan tidak dilanjutkan. Pernyataan itu...

Diduga Palsukan Dokumen Munaslub, Petinggi Golkar Dipolisikan

Metrobatam, Jakarta - Gerakan Muda Partai Golkar melaporkan tiga orang yang diduga petinggi Partai Golkar ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Ketiga orang tersebut...

Mau Bawa Sabu ke Surabaya, 2 Calon Penumpang Ditangkap di Bandara Hang Nadim Batam

Metrobatam.com, Batam - Sat Res Narkoba Polresta Barelang telah mengamankan 2 orang penumpang pria yang didapati membawa Narkoba jenis Sabu, Rabu (13/12/2017) malam. Sebelumnya, Petugas...

Liem Swie King dan Eddy Hartono Terharu dengan Perhatian Pemerintah

Metrobatam, Jakarta - Sejumlah atlet legendaris Indonesia menerima penghargaan dari pemerintah. Perhatian ini bikin pahlawan bulutangkis, Liem Swie King dan Eddy Hartono, terharu. Liem merupakan...

Usai Terpilih, Airlangga Pastikan Golkar Tetap Dukung Jokowi

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar terpilih Airlangga Hartarto memastikan partainya bakal mendukung pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla hingga 2019. Airlangga juga menegaskan Golkar...

Menristek Copot Wakil Rektor Universitas Trisakti

Metrobatam, Jakarta - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir mencopot jabatan Yuswar Zainul Basri sebagai Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Trisakti....

Pemkab Rohil Nunggak Rp 12 Miliar, Lampu Jalan Dimatikan PLN

Metrobatam, Pekanbaru - PLN Wilayah Riau-Kepri terpaksa memadamkan listrik Penerangan Jalam Umum (PJU) di Bagansiapiapi, ibu kota Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Sebab, pemkab nunggak...

Inilah Kisah Praperadilan Novanto yang Gugur Sehari Jelang Putusan

Metrobatam, Jakarta - Jaksa KPK membacakan dakwaan untuk Setya Novanto dalam perkara korupsi proyek e-KTP, Rabu (13/12). Dengan dimulainya sidang pokok perkara, upaya gugatan...

4 Fakta Inilah yang Bikin Setya Novanto Jadi Pesakitan e-KTP

Metrobatam, Jakarta - Peran Setya Novanto dibeberkan jaksa pada KPK dalam surat dakwaan yang dibacakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Mulai dari...

Ngaku Sakit Hingga Jalan Bungkuk, Seperti Ini Kronologis Jalannya Sidang Novanto

Metrobatam, Jakarta - Terdakwa kasus korupsi e-KTP, Setya Novanto, menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (13/12). Sepanjang sidang, Novanto terlihat sering menunduk. Di waktu...

Airlangga Jadi Ketum, Aziz Syamsuddin Pasrahkan

Metrobatam, Jakarta - Ketua DPP Partai Golkar Aziz Syamsuddin mengklaim dirinya sudah legowo karena tidak menjadi salah satu calon pengganti Setya Novanto sebagai ketua...
BAGIKAN