Metrobatam, Jakarta – Anggota Komisi III Fraksi Partai Demokrat Hinca Pandjaitan mengungkapkan peredaran narkoba saat ini telah beralih dari sistem konvensional menuju sistem daring (online). Untuk itu Ia mempertanyakan kepada BNN soal kelanjutan tim cyber narkotik yang sudah dicanangkan pada 2017.

“Perkembangan teknologi mendorong para pengedar untuk meninggalkan transaksi konvensional dan beralih kepada sistem daring yang dinilai minim pengawasan dari penegak hukum. Bagaimana kelanjutan wacana tentang tim cyber narkotik yang dicanangkan oleh BNN pada juli 2017 yang lalu,” kata Hinca di ruang Rapat Komisi III Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, (16/4).

Hinca menjelasakan, pada 2015 modus peredaran narkoba melalui toko daring terungkap dengan memanfaatkan toko daring yang disebut blast soft (merebak secara senyap) untuk menyebarkan narkoba ke 7 provinsi dan 8 kota madya di Indonesia.

Pada 2017 tambahnya, total transaksi belanja daring di Indonesia mencapai 20 milyar USD, transaksi daring sangat menggiurkan pengedar narkoba untuk melakukan segala niat buruk itu.

“November 2017 di Purwokerto, juga telah ditemukan modus baru dalam mengedarkan narkoba melalui media sosial yang kita sebut instagram. Gambarnya bagus-bagus, informasi super lengkap. Dengan menggunakan kode-kode sandi tertentu antara pembeli dan pengedar,” paparnya.

Sebelumnya agustus 2017, juga telah ditemukan penjual narkoba berbasis instagram ini salah satunya adalah akun @mamenlik dengan dalih menjual vape cair atau untuk rokok elektrik.

Fakta lain juga menunjukkan pengguna aktif instagram di instagram mencapai 53 juta orang atau 53 juta akun. Hal ini dilihat sebagai peluang pasar yang besar bagi pengedar narkoba.

“Saya yakin pak kepala dan tim concern betul soal ini, terlebih mayoritas pengguna instagram adalah kalangan muda yang menjadi target utama pengedar narkoba. Jadi pak Heru kita sepakat ini menjadi pr (pekerjaan rumah) yang sangat besar untuk melengkapi teman-teman Komisi III tadi untuk menambah unsur hilirnya,” terangnya.

Belum lagi sambung Hinca, dengan kehadiran transportasi ojek online sebagai produk teknologi yang jumlahnya di Jabodetabek 300 ribu pengemudi. Menurutnya ojek daring yang memiliki fitur mengantar barang yang sangat mudah dikelabuhi dengan mengirimnya bersamaan dengan barang lain.

“Ini terjadi pada januari 2018, dimana sindikat narkoba berhasil diringkus. Sindikat tersebut mengedarkan sabu menggunakan ojek daring di wilayah Taman Sari, Jakarta Barat waktu itu,” tambahnya.

Oleh karena itu kata Hinca, diperlukan langkah cepat untuk merespon isu ini. Menurutnya kerjasama antara BNN, Menkominfo, dan juga cyber crime mabes polri harus segera di wujudkan.

“Karena ini menjadi alat yang super cepat bagi siapa saja. Maka itu saya dari Komisi III dan Fraksi Demokrat untuk memastikan isu ini,” tutupnya. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Rayakan OTT Bupati Irvan, Warga Tumpah Ruah di Alun-alun Cianjur

Metrobatam, Cianjur - Warga bergelombang mendatangi Alun-alun Cianjur usai melaksanakan salat Jumat di Masjid Agung Cianjur. Tanpa dikomando, massa dari berbagai penjuru ini mendatangi...

Perakit iPhone Rogoh Rp 14,5 T untuk Pindahkan Pabrik ke Batam

Metrobatam, Jakarta - Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China ternyata membawa berkah juga kepada Indonesia. Perusahaan yang berinvestasi di China mulai melirik...

Kemendagri Terbitkan Aturan Penggunaan Jilbab untuk PNS

Metrobatam, Jakarta - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mewajibkan pegawainya yang mengenakan jilbab untuk dimasukkan ke dalam kerah baju. Warna Jilbab yang digunakan juga harus...

Dukung MK, MUI Sarankan Usia Ideal Wanita Menikah 20 Tahun

Metrobatam, Jakarta - Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Hasanuddin Abdul Fatah menyatakan pihaknya mendukung putusan Mahkamah Konstitusi terkait batas usia perkawinan bagi...

Jokowi Bahas RUU Ponpes Bersama Ulama Aceh

Metrobatam, Jakarta - Presiden Joko Widodo bertemu sejumlah tokoh ulama dan pengurus pondok pesantren se-Aceh, Jumat (14/12) di Banda Aceh. Dalam pertemuan itu, Jokowi...

Kemendagri Instruksikan Daerah Bakar e-KTP Rusak

Metrobatam, Jakarta - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menginstruksikan Bupati/Walikota di seluruh daerah menugaskan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota melakukan pemusnahan blanko e-KTP...

Jantung Manusia Tertinggal, Southwest Airlines Harus Kembali ke Bandara

Seattle - Sebuah pesawat penumpang AS yang sedang menempuh penerbangan dariSeattle keDallas dipaksa untuk kembali mendarat karena ditemukan jantung manusia di pesawat itu. Southwest Airlines...

Peserta Pesta Seks di Sleman Bayar Hingga Rp 1,5 Juta, Dapat Apa?

Metrobatam, Sleman - Polda DIY menyebutkan peserta pesta seks di sebuah homestay di Sleman, membayar hingga Rp 1,5 juta. Apa yang didapat para peserta...

Tahun Depan Keluarga Miskin Bisa Dapat Bantuan Rp 10 Juta

Metrobatam, Jakarta - Kabar gembira buat keluarga miskin di Indonesia. Mulai 2019 pemerintah akan melipatgandakan bantuan sosial melalui program keluarga harapan (PKH). Hal itu juga...

PoliticaWave: Jokowi Ungguli Prabowo dalam Percakapan Medsos

Metrobatam, Jakarta - PoliticaWave menyebut bahwa pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengungguli pasangan nomor urut 02...

Jalur Solok-Padang Terputus, Tim Kebut Bersihkan Material Longsor

Metrobatam, Padang - Longsor memutuskan akses jalan dari Kota Padang menuju Kabupaten Solok, sejak Kamis (13/12) malam. Pembersihan material longsor dikebut pagi ini. Titik longsor...

Analisis: Bara Api di Polsek Ciracas Mengancam Sinergitas TNI-Polri

Metrobatam, Jakarta - Proses penegakan hukum yang jauh api dari panggang diduga kuat melatarbelakangi insiden perusakan dan pembakaran di Markas Polsek Ciracas, Jakarta Timur...