BNN Diminta Sigap Penjualan Narkoba Melalui Sistem Online

1391

Metrobatam, Jakarta – Anggota Komisi III Fraksi Partai Demokrat Hinca Pandjaitan mengungkapkan peredaran narkoba saat ini telah beralih dari sistem konvensional menuju sistem daring (online). Untuk itu Ia mempertanyakan kepada BNN soal kelanjutan tim cyber narkotik yang sudah dicanangkan pada 2017.

“Perkembangan teknologi mendorong para pengedar untuk meninggalkan transaksi konvensional dan beralih kepada sistem daring yang dinilai minim pengawasan dari penegak hukum. Bagaimana kelanjutan wacana tentang tim cyber narkotik yang dicanangkan oleh BNN pada juli 2017 yang lalu,” kata Hinca di ruang Rapat Komisi III Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, (16/4).

Hinca menjelasakan, pada 2015 modus peredaran narkoba melalui toko daring terungkap dengan memanfaatkan toko daring yang disebut blast soft (merebak secara senyap) untuk menyebarkan narkoba ke 7 provinsi dan 8 kota madya di Indonesia.

Pada 2017 tambahnya, total transaksi belanja daring di Indonesia mencapai 20 milyar USD, transaksi daring sangat menggiurkan pengedar narkoba untuk melakukan segala niat buruk itu.

“November 2017 di Purwokerto, juga telah ditemukan modus baru dalam mengedarkan narkoba melalui media sosial yang kita sebut instagram. Gambarnya bagus-bagus, informasi super lengkap. Dengan menggunakan kode-kode sandi tertentu antara pembeli dan pengedar,” paparnya.

Sebelumnya agustus 2017, juga telah ditemukan penjual narkoba berbasis instagram ini salah satunya adalah akun @mamenlik dengan dalih menjual vape cair atau untuk rokok elektrik.

Fakta lain juga menunjukkan pengguna aktif instagram di instagram mencapai 53 juta orang atau 53 juta akun. Hal ini dilihat sebagai peluang pasar yang besar bagi pengedar narkoba.

“Saya yakin pak kepala dan tim concern betul soal ini, terlebih mayoritas pengguna instagram adalah kalangan muda yang menjadi target utama pengedar narkoba. Jadi pak Heru kita sepakat ini menjadi pr (pekerjaan rumah) yang sangat besar untuk melengkapi teman-teman Komisi III tadi untuk menambah unsur hilirnya,” terangnya.

Belum lagi sambung Hinca, dengan kehadiran transportasi ojek online sebagai produk teknologi yang jumlahnya di Jabodetabek 300 ribu pengemudi. Menurutnya ojek daring yang memiliki fitur mengantar barang yang sangat mudah dikelabuhi dengan mengirimnya bersamaan dengan barang lain.

“Ini terjadi pada januari 2018, dimana sindikat narkoba berhasil diringkus. Sindikat tersebut mengedarkan sabu menggunakan ojek daring di wilayah Taman Sari, Jakarta Barat waktu itu,” tambahnya.

Oleh karena itu kata Hinca, diperlukan langkah cepat untuk merespon isu ini. Menurutnya kerjasama antara BNN, Menkominfo, dan juga cyber crime mabes polri harus segera di wujudkan.

“Karena ini menjadi alat yang super cepat bagi siapa saja. Maka itu saya dari Komisi III dan Fraksi Demokrat untuk memastikan isu ini,” tutupnya. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Wali Kota Tegal Divonis 5 Tahun Penjara

Metrobatam, Jakarta - Majelis hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang menjatuhkan vonis lima tahun penjara, kepada Wali Kota nonaktif Tegal, Siti Masitha. Dia...

Dikawal 4 Pesawat Tempur, Panglima TNI ke Natuna Tinjau Pangkalan Militer

Metrobatam, Jakarta – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berkunjung ke Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau. Saat terbang ke sana, Hadi mendapat pengawalan ekstra ketat. Empat...

PKS Luruskan Hoax Kader Komentar ‘Kartini Pemuas Seks Belanda’

Metrobatam, Jakarta - Komentar seseorang bernama Ahmada Al Fatih yang menghina Kartini dikait-kaitkan dengan PKS. Foto seseorang berjas PKS digabungkan dengan komentar itu. Bagaimana...

Menkumham Setuju Hukuman Cambuk Dilakukan di Area Lapas

Metrobatam, Jakarta – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly setuju eksekusi hukuman cambuk bagi pelanggar syariat di Aceh dila‎ksanakan di...

Dokter RS Premier Ngaku Tak Pernah Beri Rekam Medis Setnov ke Fredrich Yunadi

Metrobatam, Jakarta - Dokter RS Premier Glen S Dunda mengaku, tidak pernah memberi rekam medis terdakwa kasus korupsi e-KTP Setya Novanto (Setnov) kepada pengacara...

Bos First Travel Akui Gaji Rp 1 M dan Beli Restoran di London

Metrobatam, Depok - Hakim menanyai bos First Travel, Andika Surachman soal nilai gajinya yang mencapai Rp 1 miliar tiap bulan. Menurut Andika, gaji sebesar...

Jenazah Wakapolres Labuhanbatu Dimakamkan secara Militer di Kampung Halamannya

Metrobatam, Medan – Wakapolres Labuhanbatu, Sumatera Utara, Kompol Andi Chandra, yang tewas setelah kapal yang ditumpanginya bersama 6 pejabat utama Polres Labuhanbatu tenggelam di...

Ketua DPRD Kepri Minta KPID Tangkal Penyebaran Hoax Melalui Siaran

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Ketua DPRD Provinsi provinsi Kepri Jumaga Nadeak, meminta agar Komisi Penyiaran Informasi Daerah (KPID) setempat berperan aktif menangkal penyebaran hoax melalui...

Ditpolairud Polda Kepri MoU dengan DPC INSA Batam Serta Luncurkan Aplikasi Sipopeye Kepri

Metrobatam.com, Batam - Dirpolairud Polda Kepri meluncurkan aplikasi SIPOPEYE KEPRI dan lakukan Penandatanganan (Memorandum of Understanding) MoU bersama DPC INSA Batam, Jumat (20/4/2018) pagi di...

Tiga Penari Erotis di Batam Hanya Pekerja Lepas

Metrobatam, Batam - Tiga penari erotis di Dataran Engku Putri, Batam Center, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) pada Sabtu, 14 April 2018 lalu diketahui hanya...

‘Sentilan’ SBY dan Polemik Kasus Century

Metrobatam, Jakarta - Presiden keenam Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, membuat pernyataan mengejutkan melalui akun media sosial Twitter pribadinya, @SBYudhoyono, pada Selasa (17/4). SBY menyampaikan...

Asyik Pesta Narkoba, 5 Pelajar Ditangkap di Rumah Kosong

Metrobatam, Pekanbaru - Bukannya mengisi waktu dengan hal positif, sekelompok remaja ini malah melakukan perbuatan tercela dan melanggar hukum. Para remaja yang semua masih...
BAGIKAN